Surah An-Naml Ayat 71-75; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Naml Ayat 71-75; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Naml Ayat 71-75 ini, diterangkan bahwa orang-orang Quraisy tidak saja mengingkari hari Kebangkitan, bahkan mereka menantang dengan menyuruh Nabi Muhammad mendatangkan azab yang diancamkan kepada mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Muhammad disuruh Allah menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy itu dengan mengatakan bahwa azab yang mereka tunggu-tunggu dan ingin disegerakan itu sebentar lagi pasti akan datang. Allah menjelaskan bahwa azab yang mereka minta disegerakan itu tidak diturunkan karena Ia benar-benar mempunyai karunia besar untuk manusia.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naml Ayat 71-75

Surah An-Naml Ayat 71
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Terjemahan: Dan mereka (orang-orang kafir) berkata: “Bilakah datangnya azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar”.

Tafsir Jalalain: وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ (Dan mereka berkata, “Bilakah datangnya ancaman itu) azab yang diancamkan itu إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (jika memang kamu orang-orang yang benar.”) di dalam pengakuanmu itu.

Tafsir Ibnu Katsir: وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (“Dan mereka [orang-orang kafir] berkata: ‘Bilakah datangnya adzab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar.’”)

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini diterangkan bahwa orang-orang Quraisy tidak saja mengingkari hari Kebangkitan, bahkan mereka menantang dengan menyuruh Nabi Muhammad mendatangkan azab yang diancamkan kepada mereka.

Tantangan itu menunjukkan sikap mereka yang benar-benar mendustakan adanya hari Kebangkitan. Bahkan, mereka mengemukakan tuntutan kepada Nabi Muhammad untuk mempercepat datangnya ancaman Allah dengan ucapan mereka, “Bilakah datangnya azab yang kamu ancamkan kepada kami jika memang kamu orang-orang yang bisa dipercaya?”.

Tafsir Quraish Shihab: Pendustaan orang-orang kafir itu telah sampai pada puncaknya. Mereka meminta agar siksa itu segera didatangkan dengan mengatakan, “Kapan akan datang siksa yang kamu ancamkan kepada kami itu? Mana azab yang akan menimpa orang-orang yang berdusta seperti kami itu? Buktikan, jika perkataanmu memang benar!”

Surah An-Naml Ayat 72
قُلْ عَسَى أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعْضُ الَّذِي تَسْتَعْجِلُونَ

Terjemahan: Katakanlah: “Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.

Tafsir Jalalain: قُلْ عَسَى أَن يَكُونَ رَدِفَ (Katakanlah!, “Mungkin telah hampir datang) artinya telah dekat لَكُم بَعْضُ الَّذِي تَسْتَعْجِلُونَ (kepada kalian sebagian dari azab yang kalian minta supaya disegerakan itu.”) maka terjadilah hal itu, yaitu dengan dibunuhnya mereka dalam perang Badar, sedangkan azab yang lainnya akan menimpa mereka sesudah mereka mati.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman menjawab perkataan mereka: قُلْ (“Katakanlah”) hai Muhammad, عَسَى أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعْضُ الَّذِي تَسْتَعْجِلُونَ (“Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari [adzab] yang kamu minta [supaya] disegerakan itu.”) Ibnu ‘Abbas berkata, telah dekat atau mendekati kalian sebagian adzab yang kalian meinta agar disegerakan. Demikian yang dikatakan oleh Mujahid, adh-Dhahhak, ‘Atha’ al-Khurasani, Qatadah dan as-Suddi.

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 65-66; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Inilah yang dimaksud dengan firman Allah: وَيَقُولُونَ مَتَى هُوَ قُلْ عَسَى أَن يَكُونَ قَرِيبًا (“Dan mereka berkata: ‘Kapan itu [akan terjadi]?’ Katakanlah: ‘Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat.’”)(al-Israa’: 51). Huruf lam hanya masuk dalam firman-Nya: رَدِفَ لَكُم (“datang kepadamu”) karena ia mengandung makna akan segera datang kepada kalian, demikian pendapat Mujahid. Dalam satu riwayat pendapatnya, عَسَى أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم (“Mungkin telah hampir datang kepadamu.”) [adzab] yang disegerakan kepada kalian.

Tafsir Kemenag: Nabi Muhammad disuruh Allah menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy itu dengan mengatakan bahwa azab yang mereka tunggu-tunggu dan ingin disegerakan itu sebentar lagi pasti akan datang. Secara kenyataan, azab itu muncul berupa kebinasaan dan kekalahan yang akan mereka alami waktu Perang Badar. Sebanyak 70 orang di antara pemimpin mereka, termasuk Abu Jahal, terbunuh dan 70 orang lainnya menjadi tawanan perang.

Tafsir Quraish Shihab: Katakan kepada mereka, wahai Muhammad,
“Jangan-jangan sebagian azab yang kalian minta disegerakan itu sudah dekat dan akan menimpa kalian.”

Surah An-Naml Ayat 73
وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ (Dan sesungguhnya Rabbmu, benar-benar mempunyai karunia yang besar yang diberikan-Nya kepada manusia) antara lain; penangguhan azab atas orang-orang kafir وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ (tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya) orang-orang kafir tidak mensyukuri ditangguhkannya azab atas mereka, karena mereka tidak mempercayai akan adanya azab itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah berfirman: وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ (“Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai karunia yang besar [yang diberikan-Nya] kepada manusia.”) yaitu dengan memenuhi nikmat-nikmat-Nya kepada mereka, padahal mereka mendhalimi diri-diri mereka sendiri, di samping itu mereka tidak mensyukuri hal tersebut kecuali sedikit saja di antara mereka.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa azab yang mereka minta disegerakan itu tidak diturunkan karena Ia benar-benar mempunyai karunia besar untuk manusia. Allah yang Maha Penyantun tidak segera menurunkan azab-Nya, bahkan sebaliknya memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan menyadari kesesatan mereka sehingga dengan penuh kesadaran menerima petunjuk Allah yang dibawa oleh Nabi-Nya.

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 20-21; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada jalan kebenaran itu adalah karunia yang besar, tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Hal ini tersebut pula dalam firman-Nya:..Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (al-Baqarah/2: 243)

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala adalah Tuhan yang memberikan nikmat dan kebaikan-kebaikan bagi seluruh manusia. Di antara wujud rahmat-Nya itu adalah penundaan hukuman yang akan dikenakan atas orang-orang yang berdusta. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri karunia Allah.

Surah An-Naml Ayat 74
وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ (Dan sesungguhnya Rabbmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka) maksudnya apa yang tersimpan di dalam hati mereka وَمَا يُعْلِنُونَ (dan apa yang mereka nyatakan) melalui lisan-lisan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (“Dan sesungguhnya Rabbmu, benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.”) yaitu mengetahui berbagai hal yang tersembunyi di dalam hati, sebagaimana Dia mengetahui perkara-perkara yang nyata.

Kemudian Allah mengabaran bahwa Dia mengetahui perkara-perkara yang ghaib di langit dan di bumi serta mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata. Yaitu apa-apa yang ghaib dari hamba-hamba-Nya dan apa-apa yang mereka saksikan.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia benar-benar mengetahui apa yang mereka sembunyikan di dalam hati dan apa yang mereka nyatakan. Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan tentang permusuhan mereka terhadap Rasulullah dan apa yang mereka nyatakan dalam perbuatan dan tipu muslihat. Allah akan memberi balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka itu. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:

Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus-terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari. (ar-Ra’d/13: 10)

Tafsir Qurasih Shihab: Dan Tuhanmu, Muhammad, sungguh Maha Mengetahui segala perkataan dan perbuatan yang mereka rahasiakan dan yang mereka tampakkan. Allah Maha Memberi balasan atas segala yang mereka perbuat itu.

Baca Juga:  Surah Al-Hujurat Ayat 13; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah An-Naml Ayat 75
وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Terjemahan: Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).

Tafsir Jalalain: وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ (Tiada sesuatu pun yang gaib di langit dan di bumi) huruf Ha pada lafal Ghaibah untuk menunjukkan makna Mubalaghah atau sangat, maksudnya sangat gaib di mata manusia إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ (melainkan terdapat dalam kitab yang nyata) yakni Lohmahfuz dan rahasia ilmu Allah swt. antara lain diazabnya orang-orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir: Maka Allah Ta’ala berfirman: وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ (“Tidak ada satu pun yang ghaib”) Ibnu ‘Abbas berkata: “Yaitu tidak ada satu pun, فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ (“di langit dan di bumi melainkan terdapat dalam kitab yang nyata.”) dan ini seperti firman-Nya yang artinya: “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasannya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab [Lauhul Mahfudz]. Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (al-Hajj: 70)

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini diterangkan bahwa semua yang gaib yang terjadi di langit dan bumi telah dicatat di Lauh Mahfuz, sesuai dengan firman-Nya:

Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfudh). Sesungguhnya yang demikian itu s.

Tafsir Quraish Shihab: Tak ada sesuatu yang tersembunyi atau gaib–sekecil dan sehalus apa pun–baik di langit maupun di bumi, yang tidak diketahui dan dicatat oleh Allah dalam kitab yang benar di sisi-Nya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Naml Ayat 71-75 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S