Surah An-Nisa Ayat 116-119; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah An-Nisa Ayat 116-119

Pecihitam.org – Seri tadabbur Al Qur’an kali ini adalah pembahasan Surah An-Nisa Ayat 116-119 tentang Dosa Syirik yang mana termasuk Dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir
Surah An-Nisa Ayat 116-119

Surah An-Nisa Ayat 116
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Penjelasan: Pembahasan tentang ayat ini juga dapat anda baca pada Seri Tadabbur Surah An Nisa Ayat 48, yaitu firman-Nya: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Allah mengampuni segala dosa yang selain dari itu (syirik)).

Disebutkan hadits yang berkenaan dengannya, yaitu At-Tirmidzi meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Tsuwair bin Abi Fakhitah Said bin Alaqah dari bapaknya, dari Ali bahwa ia mengatakan: “Tidak ada satu ayat pun di dalam al-Qur’an yang aku lebih cintai daripada ayat ini: إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ Beliau (at-Tirmidzi) berkata: Hadits ini hasan gharib.

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا (Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya) Artinya ia telah menempuh jalan yang tidak haq, sesat, jauh dari petunjuk, menjauh dari kebenaran, binasa dan rugi di dunia dan akhirat serta tidak bahagia di dunia dan akhirat.

Surah An-Nisa Ayat 117
إِن يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَٰثًا وَإِن يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَٰنًا مَّرِيدًا

Penjelasan: إِن يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَٰثًا (Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala) Ibnu Abi Hatim berkata dari Ubay bin Ka’ab tentang firman Allah ini, ia mengatakan: “Yaitu bersama setiap berhala itu ada jin perempuan”

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 176; Seri Tadabbur Al Qur'an

Aisyah r.a. mengatakan: “Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah إِنَٰثًا, yaitu berhala-berhala perempuan.” Diriwayatkan juga dari Abu Salamah, dari Abdurrahman, Urwah bin az-Zubair, Mujahid, Abu Malik, as-Suddi dan Muqatil hal yang serupa.

Ibnu Jarir mengatakan dari adh-Dhahhak: “Orang-orang musyrik mengatakan bahwa Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Kami beribadah kepada mereka hanya sebagai perantara agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah. Lalu mereka menjadikannya sebagai Tuhan-tuhan dan mengilustrasikaniya dengan perempuan.”

Tafsir ini hampir sama dengan firman Allah dalam Surah Az-Zukhruf ayat 19 yang artinya: “Dan mereka menjadikan Malaikat-Malaikat, yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah, sebagai orang-orang perempuan”. Dan Allah berfirman; “Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin.” (QS. Ash-Shaaffaat: 158) (Hingga akhir ayat berikutnya).

وَإِن يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَٰنًا مَّرِيدًا (Yang mereka sembah itu tidak lain hanyalah setan yang durhaka”) Yakni ia yang memerintahkan mereka, memperindah dan menghiasinya kepada mereka, meskipun pada hakikatnya mereka adalah penyembah iblis. Sebagaimana firman Allah yang artinya: “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam, supaya kamu tidak menyembah syaitan?” (QS. Yasin: 60).

Surah An-Nisa Ayat 118
لَّعَنَهُ ٱللَّهُ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا

Penjelasan: Yang dilaknat oleh Allah. Yakni diusir dan dijauhkan dari rahmat-Nya dan dikeluarkan dari perlindungan-Nya. Allah berfirman: لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا (Aku benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba-Mu, bagian yang sudah ditentukan) Yaitu bagian yang terukur dan diketahui. Qatadah berkata: Dari setiap 1000 ada 999 yang masuk Neraka dan satu yang masuk Surga.

Surah An-Nisa Ayat 119
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

Baca Juga:  Surah An Nisa Ayat 75-79; Seri Tadabbur Al Qur'an

Penjelasan: وَلَأُضِلَّنَّهُمْ (Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka) dari kebenaran; وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ (Dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka) Yakni, aku akan menghiasi perbuatan mereka dalam meninggalkan taubat, aku bangkitkan angan-angan (mereka), aku akan perintahkan mereka untuk menunda-nunda dan aku menipu mereka melalui diri mereka sendiri.

Firman-Nya: وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ (Dan aku akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya) Qatadah, as-Suddi dan yang lainnya berkata: “Adalah membelahnya dan menjadikannya sebagai tanda dan bukti bagi baahirah, saa-ibailah.”

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ (Dan aku akan suruh mereka merubah ciptaan Allah, lalu mereka benar-benar merubahnya) Ibnu Abbas berkata, “Yang dimaksud adalah mengebiri binatang.”

Begitu pula yang diriwayatkan Ibnu Umar dan Anas. Sedangkan menurut al-Hasan bin Abil Hasan al-Bashri, yang dimaksud adalah tato. Di dalam kitab Shahih Muslim terdapat larangan bertato di wajah. Di dalam satu lafazh, Allah melaknat orang yang melakukan hal itu.

Dalam hadits shahih, dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: “Allah telah melaknat perempuan-perempuan yang bertato dan meminta ditato, yang mencukur alisnya dan meminta dicukur alisnya, serta perempuan-perempuan yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merusak ciptaan Allah”, lalu dia berkata: “Mengapa aku tidak melaknat orang yang dilaknat Rasulullah, dan itu terdapat dalam Kitabullah, yaitu: “Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7).

Ibnu Abbas dalam satu riwayatnya, Mujahid, Ikrimah, Ibrahimin an-Nakha’i, al-Hasan, Qatadah, al-Hakam, as-Suddi, adh-Dhahhak dan Atha’ al-Khurasani berkata tentang firman Allah: وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ (Dan aku akan suruh mereka merubah ciptaan Allah, lalu mereka benar-benar merubahnya) yaitu agama Allah. Hal ini seperti firman-Nya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah”. (QS. Ar-Ruum: 30).

Baca Juga:  Surah Al-Mu'min Ayat 61-65; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa ini merupakan perintah. Artinya ialah, “Janganlah kalian merusak fitrah Allah dan biarkanlah manusia pada fitrah-fitrah mereka”.

Sebagaimana hadits yang terdapat dalam Kitab Shahihain dari Abu Hurairah: “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, sebagaimana binatang melahirkannya dalam keadaan lengkap, apakah kalian mendapatkan anggota tubuhnya yang terpotong?”

Pada kitab Shahih Muslim dari Iyadh bin Hammad, ia berkata, Nabi SAW bersabda: “Allah berfirman: Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku dalam keadaan hanif. Lalu setan datang dan memalingkan mereka dari agama mereka, mengharamkan apa yang Aku halalkan kepada mereka.”

Lalu Allah melanjutkan firman-Nya: وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا (Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata) Artinya ia rugi di dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang tidak dapat diganti dan tidak dapat diperoleh kembali.

Demikian penjelasan Al Qur’an Surah An-Nisa Ayat 116-119. Semoga bermanfaat

M Resky S