Surah An-Nisa Ayat 153-154; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah An-Nisa Ayat 153-154

Pecihitam.org – Surah An-Nisa Ayat 153-154 berisi tentang kabar bahwa ada permintaan kaum Yahudi yang memohon agar diturunkan sebuah kitab dari langit untuk mereka, namun permohonan tersebut tidak dikabulkan karena hal tersebut tidak akan menjadikan mereka taat dan beriman sebagaimana permintaan mereka sebelumnya kepada Nabi Musa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir
Surah An-Nisa Ayat 153-154

Surah An-Nisa Ayat 153
يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ ۚ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَىٰ أَكْبَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ۚ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَٰلِكَ ۚ وَآتَيْنَا مُوسَىٰ سُلْطَانًا مُبِينًا

Terjemahan: Para Ahli Kitab meminta kepadamu agar engkau menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah memohon kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: “Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata”. Maka mereka disambar petir karena kezhalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

Penjelasan: Muhammad bin Ka’b Al-Qurazi, As-Saddi, dan Qatadah berkata bahwa orang-orang dari kaum Yahudi pernah meminta kepada Rasulullah SAW agar beliau menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit, sebagaimana kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dalam kondisi yang sudh tertulis.

Ibnu Juraij berkata bahwa mereka meminta supaya diturunkan lembaran-lembaran dari Allah SWT yang tertulis, ditujukan kepada si Fulan dan si Fulan, sebagai bukti atas kebenaran yang didatangkan oleh Rasulullah SAW kepada mereka.

Permintaan ini mereka ajukan hanyalah semata-mata sebagai bentuk penghinaan, keingkaran, kekufuran, dan kemurtadan mereka kepadanya. Hal yang serupa dengan apa yang pernah dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy sebelum mereka, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya yang lain:

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 96-98; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الأرْضِ يَنْبُوعًا

Artinya: Dan mereka berkata, “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami” (Qs. Al-Isra: 90), hingga akhir ayat berikutnya.

Karena kedzaliman dan sikap mereka yang melampaui batas, demikian juga karena keangkuhan dan keingkaran mereka, maka apa yang disebut di dalam ayat ini dijelaskan juga di dalam surah Al-Baqarah ayat 55-56:

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ. ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika kalian mengatakan, “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang.” Sebab itu, kalian disambar halilintar, sedangkan kalian menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kalian kembali setelah kalian mati, supaya kalian bersyukur. (Qs. Al-Baqarah: 55-56)

Adapun firman Allah ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ (dan mereka menyembah anak sapi sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata). Yakni setelah mereka melihat mukjizat-mukjizat yang jelas dan bukti-bukti yang akurat melalui tangan Nabi Musa a.s. di negeri Mesir, kebinasaan musuh-musuh mereka (yaitu Firaun), dan ditenggelamkannya semua bala tentaranya ke dalam laut.

Akan tetapi tidak lama setelah mereka berjalan dengan Nabi Musa, lalu mereka bertemu dengan suatu kaum yang sedang menyembah berhala-berhalanya, maka dengan serta merta mereka pun berkata kepada Nabi Musa a.s. yang disitir dalam firman-Nya:

اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ

“Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”. (Al-A’raf: 138), hingga dua ayat berikutnya.

Baca Juga:  Surah Ar-Rahman Ayat 31-36; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Lalu Allah SWT kemudian menceritakan kisah mereka mengambil anak sapi sebagai sesembahan mereka secara panjang lebar dalam surah Al-A’raf, juga dalam surah Thaha; hal demikian terjadi setelah Nabi Musa a.s. pergi (ke Bukit Tursina) untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Lalu saat ia kembali, terjadilah apa yang telah terjadi, dan Allah menjadikan taubat orang yang melakukan penyembahan itu dan yang membuatnya, hendaknya orang yang tidak ikut menyembah membunuh orang yang menyembahnya (anak sapi itu). Sehingga akhirnya sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain, setelah itu Allah SWT menghidupkan mereka kembali. Kemudian Allah SWT berfirman:

فَعَفَوْنَا عَنْ ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَانًا مُبِينًا (lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian itu. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata)

Surah An-Nisa Ayat 154
وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Terjemahan: Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Tursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

Penjelasan: Hal tersebut terjadi saat mereka menolak untuk tetap berpegang kepada hukum-hukum Taurat, dan tampak dari mereka sikap pembangkangan terhadap apa yang didatangkan oleh Nabi Musa a.s. kepada mereka.

Maka Allah SWT mengangkat di atas kepala mereka sebuah bukit untuk memaksa mereka. Lalu mereka diperintahkan untuk tetap berpegang teguh kepada kitab Taurat, hingga akhirnya mereka menyanggupinya dan bersujud seraya memandang ke atas kepala mereka sebab khawatir jika bukit tersebut sampai jatuh menimpa diri mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 70-71; Seri Tadabbur Al Qur'an

وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا (Dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud). Namun, lagi-lagi mereka melanggar segala apa yang telah diperintahkan kepada mereka, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatannya.

Mereka diperintahkan supaya memasuki pintu Baitul Maqdis seraya bersujud dan berdoa hittah yang artinya “Ya Allah, hapuslah dari diri kami dosa-dosa kami” karena kami tidak mau berjihad dan membangkang, tidak melakukannya, yang menyebabkan kami tersesat di padang sahara selama 40 tahun. Ternyata mereka memasukinya seraya merangkak dengan pantat mereka, dan ucapannya mereka ganti menjadi hintah fi sya’rah.

وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ (dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, “Janganlah kalian melanggar peraturan mengenai hari Sabtu). Maksudnya adalah mereka diperintahkan untuk memelihara kesucian hari Sabtu dan berpegang teguh menjauhi perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah atas mereka, selagi hal tersebut disyariatkan bagi mereka.

وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا (dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh). Yakni perjanjian yang berat, akan tetapi mereka melanggarnya dan berbuat durhaka serta menggunakan tipu muslihat (hailah) untuk mengerjakan hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

Demikianlah pembahasan Al Qur’an Surah An-Nisa Ayat 153-154 telah kita Tadabburi bersama berdasarkan Tafsir Ibn Katsir. Semoga semakin menambah kualitas keimanan kita kepada Allah, Kitab-kitabNya, dan Para Rasul-Nya. Amin

M Resky S