Surah An Nisa Ayat 84-87; Seri Tadabbur Al Qur’an

An Nisa Ayat 84-87

Pecihitam.org – Surah An Nisa Ayat 84-87 menyebutkan bahwa Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya dan Rasul-Nya Muhammad SAW untuk ikut serta terlibat di dalam pertempuran.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir
Surah An Nisa Ayat 84-87

Surah An Nisa Ayat 84
فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا

Terjemahan: Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat kaum mukminin (untuk berperang). Semoga Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amatlah besar kekuatan dan amatlah keras siksaan(Nya).

Penjelasan: لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ (Tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri). Abu Ishaq berkata, saya bertanya kepada al-Barra bin Azib tentang seorang pria yang menemui 100 orang musuh, lalu ia berperang. Maka (apakah) dia termasuk orang yang difirmankan oleh Allah: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)?

Al-Barra bin Azib menjawab: Allah SWT telah berfirman kepada Nabi-Nya: فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ ۚ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ (Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri. Kobarkanlah semangat orang-orang mukminin [untuk berperang].)

Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dari Abu Ishaq, beliau berkata: “Saya bertanya kepada al-Barra tentang seseorang yang menentang orang-orang musyrik. Apakah ia termasuk orang yang menjerumuskan diri dalam kehancuran?” Beliau berkata: “Tidak, sesungguhnya Allah SWT mengutus Rasulullah SAW dan berfirman: فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ (Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajibanmu sendiri) sesungguhnya yang dimaksud menjerumuskan diri dalam kehancuran adalah dalam [masalah] nafkah. (Demikian pula riwayat Ibnu Mardawaih)

وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ (Kobarkanlah semangat kaum mukminin) yaitu untuk berperang, membangkitkan dan mendorong semangat mereka untuk berperang. Seperti sabda Nabi SAW kepada mereka pada perang Badar sambil merapatkan shaf mereka: “Berdirilah kalian menuju syurga yang luasnya seluas langit dan bumi.”)

Banyak hadits yang mendorong dalam persoalan ini, di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan berpuasa Ramadhan, maka menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke dalam Surga baik dia berhijrah di jalan Allah atau duduk di tempat kelahirannya.”

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 103-104; Seri Tadabbur Al Qur'an

Mereka bertanya: “Ya Rasulullah, bolehkah kami kabarkan kepada orang-orang?” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di dalam Surga itu ada 100 derajat yang dipersiapkan oleh Allah SWT untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Di antara setiap dua derajat, sebagaimana jarak langit dan bumi. Maka apabila kalian memohon kepada Allah, mohonlah Firdaus, karena ia adalah Surga yang paling tengah dan paling tinggi, di mana di atasnya adalah Arsy ar-Rahman dan darinya memancar sungai-sungai surga.” (Muslim meriwayatkan juga dengan lafazh yang berbeda)

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا (Semoga Allah menolak serangan orang-orang kafir itu) Yaitu dengan adanya semangat yang engkau kobarkan kepada mereka untuk berperang, maka bangkitlah tekad-tekad mereka untuk menghadapi musuh dan mempertahankan keutuhan Islam dan pemeluknya, menguatkan kesabaran mereka dan menegakkan kekuatan mereka.

وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا (Allah amatlah besar kekuatan dan amatlah keras siksa-Nya) Yaitu Allah SWT Mahakuasa di dunia dan di akhirat, sebagaimana firman Allah yang artinya: “Demikianlah, jika Allah berkehendak niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain.” (QS. Muhammad: 4)

Surah An Nisa Ayat 85
مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا

Terjemahan: Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya dia akan mendapatkan bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya dia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Penjelasan: مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا (Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian [pahala] daripadanya) Yaitu, barangsiapa yang menjalani suatu perkara yang bernilai kebaikan, niscaya ia akan meperoleh bagiannya dalam hal itu,

وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا (Dan barangsiapa yang memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian [dosa] daripadanya) Yaitu, akan memperoleh dosa dari hal-hal yang dilakukannya dan diniatkannya.

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah syafa’at (bantulah), niscaya kalian akan diberikan balasan. Allah akan memutuskan apa yang dikehendaki melalui lisan Nabi-Nya.”

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 137-140; Seri Tadabbur Al Qur'an

Mujahid bin Jabr berkata: “Ayat ini turun berkenaan tentang bantuan seseorang terhadap yang lainnya.” Al-Hasan al-Bashri berkata, “Allah berfirman: مَنْ يَشْفَعْ (Barangsiapa yang memberi bantuan) dan tidak berfirman: may yusyaffi’ (barangsiapa yang dibantu).

وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا (Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) Ibnu Abbas, Atha’, Athiyyah, Qatadah dan Mathar al-Warraq berkata: Maha Menjaga. Mujahid berkata: “Maha Menyaksikan” Sedangkan dalam riwayat yang lain, ia berkata: “Maha Memperhitungkan” Adh-Dhahhak berkata: Muqiit yaitu, Maha Pemberi Rezeki.”

Ibnu Abi Hatim berkata, ayahku menceritakanku, seorang pria menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Rawahah, ia ditanya seorang tentang firman-Nya: وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا Beliau berkata: “Maha Membalas setiap manusia sesuai tingkat amalnya”

Surah An Nisa Ayat 86
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Terjemahan: Dan jika kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.

Penjelasan: وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا (Jika kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah [dengan yang serupa].) Yaitu, jika seorang muslim mengucapkan salam kepada kamu, maka balaslah dengan salam yang lebih baik, atau balaslah dengan minimal salam yang sama. Karena, lebih dari itu amatlah dianjurkan, sedangkan membalasnya dengan serupa adalah diwajibkan. Wallahu a’lam.

Maksudnya ialah membalasnya dengan ucapan salam yang lebih baik. Apabila seorang muslim telah paham tujuan syariat salam, maka minimal dia akan membalasnya dengan yang sama.

Adapun ahludz dzimmah ia tidak boleh diberi salam terlebih dahulu, tidak boleh ditambah jawabannya, tapi dijawab dengan berdasarkan pada apa yang terdapat dalam kitab Shahihain dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Bila orang Yahudi mengucapkan salam kepada kalian, sebenarnya salah satu dari mereka hanya mengucapkan: “Assaamu alaikum (celaka atas kalian). “Maka jawablah: Wa ‘alaika (juga atasmu).”

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda: “Jangan kalian memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, maka sudutkanlah mereka ke arah pojok.”

Baca Juga:  Surah Fussilat Ayat 30-32; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan dari seseorang, dari Hasan al-Basri, ia mengatakan: “Mengucapkan salam adalah sunnah, sedang menjawabnya adalah wajib”. Apa yang diucapkannya ini merupakan pendapat ijma’ ulama. Jadi, menjawab salam itu wajib bagi orang yang disalami. Berdosa jika ia tidak melakukannya, karena ia melanggar perintah Allah dalam firman-Nya: فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا (Maka balaslah [penghormatan] itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa)

Surah An Nisa Ayat 87
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۗ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

Terjemahan: Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kalian di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?

Penjelasan: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ (Allah tiada Tuhan [yang berhak diibadahi] selain Dia) Adalah berhubungan tentang tauhid dan keesaan-Nya, dalam Ilahiyyah terhadap seluruh makhluk dan ungkapan ini mengandung sumpah bagi firman-Nya: لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ (Sesungguhnya Allah akan mengumpulkanmu di hari Kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya)

Lam di sini ialah sebagai sumpah, maka di dalam firman-Nya: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ adalah (kalimat) berita dan sumpah, bahwa Dia akan menghimpun orang-orang yang pertama dan yang terakhir dalam satu tempat, lalu akan dibalas setiap pelaku sesuai amalnya.

Dan di dalam firman-Nya: وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا (Dan siapakah yang lebih benar perkataan [nya] daripada Allah) Yaitu, tak ada satupun yang lebih benar daripada Allah dalam perkataan, khabar, janji dan ancaman. Maka tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan tidak ada Tuhan selain-Nya.

Alhamdulillah kita telah sama-sama belajar dan mentadabburi Al Qur’an Surah An Nisa Ayat 84-87 beserta Terjemahan dan Tafsirnya dengan merujuk pada Kitab Tafsir Ibnu Katsir. Semoga bernilai ibadah.

M Resky S