Surah Ar-Rum Ayat 54; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ar-Rum Ayat 54

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ar-Rum Ayat 54 ini, menjelaskan perjalanan hidup manusia. Mereka berasal dari sesuatu yang tidak ada arti dan tidak punya daya apa-apa, yaitu nutfah (zygot) yang merupakan telur yang terbuahi sperma. Nuthfah itu kemudian berkembang menjadi janin, dan kemudian lahir.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Rum Ayat 54

Surah Ar-Rum Ayat 54
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Terjemahan: Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Tafsir Jalalain: اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ (Allah, Dialah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah) yaitu dari air mani yang hina lagi lemah itu ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ (kemudian Dia menjadikan kalian sesudah keadaan lemah) yang lain yaitu masa kanak-kanak قُوَّةً (menjadi kuat) masa muda yang penuh dengan semangat dan kekuatan,

ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً (kemudian Dia menjadikan kalian sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban) lemah karena sudah tua dan rambut pun sudah putih. Lafal dha’fan pada ketiga tempat tadi dapat dibaca dhu’fan. يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ (Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya) ada yang lemah, yang kuat, yang muda, dan yang tua وَهُوَ الْعَلِيمُ (dan Dialah Yang Maha Mengetahui) mengatur makhluk-Nya الْقَدِيرُ (lagi Maha Kuasa) atas semua yang dikehendaki-Nya.

Baca Juga:  Surah Ar-Rum Ayat 55-57; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu katsir: Allah Ta’ala mengingatkan tentang proses penciptaan manusia yang berproses dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Dia berasal dari tanah, kemudian berupa nuthfah [air mani], kemudian berupa segumpal darah, lalu berupa segumpal daging, menjadi tulang yang dibalut dengan daging dan ditiupkan ruh ke dalamnya.

Kemudian dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan dla’if dan kecil serta kondisi lemah, tumbuh menjadi anak kecil, balita, baligh, menjadi pemuda, itulah kekuatan setelah kelemahan. Kemudian barulah ia mengalami kekurangan, yaitu saat bongkok dan tua, dan itulah kelemahan setelah kekuatan. Saat itu tekad, langkah dan gerak makin lemah, rambut beruban, bentuk dzahir dan sifat batin makin berubah.

Untuk itu Allah berfirman: ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ (“Kemudian Dia menjadikan[mu] sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan [mu] itu sesudah kuat itu lemah [kembali] dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.”) yaitu Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya. وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ (“Dan Dia-lah Yang Mahamengetahui lagi Mahakuasa.”

Baca Juga:  Surah Ar-Rum Ayat 52-53; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Di dalam Ayat ini disampaikan perjalanan hidup manusia. Mereka berasal dari sesuatu yang tidak ada arti dan tidak punya daya apa-apa, yaitu nutfah (zygot) yang merupakan telur yang terbuahi sperma. Nuthfah itu kemudian berkembang menjadi janin, dan kemudian lahir, sebagaimana diinformasikan al-Mu’minun/23: 12-14.

Dari kanak-kanak manusia kemudian menjadi remaja, dewasa, lalu matang, dan menjadi manusia yang perkasa dan berkuasa. Setelah itu manusia menginjak usia tua. Dalam usia tua itu manusia menjadi makhluk yang lemah kembali. Di samping lemah, manusia juga mengalami perubahan fisik, di antaranya rambut yang tadinya hitam menjadi uban, kulit menjadi keriput, daya penglihatan dan pendengaran semakin lemah, dan perubahan-perubahan lainnya. Setelah itu manusia pasti mati.

Demikianlah Allah menciptakan makhluk yang dikehendaki-Nya, yaitu bahwa perjalanan hidup manusia di dunia pada umumnya demikian. Namun Allah dapat menentukan lain, yaitu bahwa manusia dapat saja wafat pada usia-usia yang dikehendaki-Nya sebelum usia tua tersebut. Demikianlah lemahnya manusia di depan Tuhan. Oleh karena itu, mereka hendaknya tidak menyombongkan diri, tetapi beriman dan patuh kepada-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 73-74; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Allahlah yang menciptakan kalian dari air mani, lalu kalian tumbuh dalam keadaan lemah. Kemudian Dia menjadikan kalian kuat setelah keadaan lemah itu dengan pertumbuhan kalian sampai dewasa. Setelah itu menjadikan kalian lemah kembali setelah keadaan kuat itu, yaitu dengan sampainya kalian pada usia tua dan beruban.

Dia menciptakan segala yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Mengetahui untuk mengurus ciptaan-Nya dan Mahakuasa untuk menjadikan segala yang dikehendaki-Nya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ar-Rum Ayat 54 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG