Surah As-Saff Ayat 14; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah As-Saff Ayat 14

Pecihitam.org – Kandungan Surah As-Saff Ayat 14 ini, Allah memerintahkan kaum Muslimin agar menjadi penolong-penolong agama Allah, menyebarluaskan agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya sehingga tidak ada yang mengalahkannya, dengan beriman dan berjihad. Hal yang sama pernah dilakukan sahabat-sahabat terdekat Nabi Isa yang berkata kepada mereka, “Siapakah penolong agama Allah?” Mereka menjawab, “Kamilah penolong-penolong agama Allah.”

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah As-Saff Ayat 14

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّۦنَ مَنۡ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ

Terjemahan: “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:

“Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Tafsir Jalalain: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ (Hai orang-orang yang beriman jadilah kalian penolong-penolong Allah) yakni agama-Nya; menurut suatu qiraat dibaca anshaarallah, artinya dengan dimudhafkan كَمَا قَالَ (sebagaimana telah dikatakan) dan seterusnya; makna yang dimaksud ialah sebagaimana yang telah dikatakan oleh kaum Hawariyyun. Pengertian ini disimpulkan dari ayat selanjutnya, yaitu عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ لِلۡحَوَارِيِّۦنَ مَنۡ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ (oleh Isa putra Maryam kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah?”) di antara orang-orang yang bersamaku.

قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ (Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, “Kami-lah penolong-penolong agama Allah”) penolong-penolong atau Hawariyyun adalah teman-teman pilihan Nabi Isa, mereka adalah orang-orang yang paling pertama dan paling dahulu beriman kepada Nabi Isa, dan jumlah mereka ada dua belas orang laki-laki.

Lafal Hawariyyun ini diambil dari asal kata al-hur yang artinya putih cemerlang. Akan tetapi menurut suatu pendapat yang lain dikatakan, adalah terdiri dari orang-orang yang pendek dan pakaian mereka dicelup dengan warna putih فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ (lalu segolongan dari Bani Israel beriman) kepada Nabi Isa, dan mereka mengatakan, bahwa Nabi Isa itu adalah hamba Allah yang kemudian diangkat naik ke langit وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ (dan segolongan yang lain kafir) karena mereka telah mengatakan, bahwasanya Nabi Isa itu adalah anak Allah, yang kemudian diangkat ke langit ke sisi-Nya. Akhirnya kedua golongan tersebut berperang,

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 204-210; Perbuatan Orang-orang Munafik

فَأَيَّدۡنَا (maka Kami berikan kekuatan) Kami jadikan kuat ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ (orang-orang yang beriman) di antara dua golongan tersebut عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ (terhadap musuh-musuh mereka) yakni golongan yang kafir فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ (lalu mereka menjadi orang-orang yang menang) memperoleh kemenangan atas golongan yang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah swt. berfirman memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menjadi penolong Allah dalam segala keadaan yang mereka alami, baik melalui ucapan, perbuatan, jiwa, dan harta benda mereka. Dan Dia memerintahkan supaya mereka memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana para pengikut setia ‘Isa putera Maryam memenuhi seruan tersebut ketika ia berkata kepada mereka:

مَنۡ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ (“Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku [untuk menegakkan agama] Allah.”) artinya siapakah yang siap menjadi penolongku dalam berdakwah di jalan Allah. قَالَ ٱلۡحَوَارِيُّونَ (“Pengikut-pengikut yang setia itu”) yakni para pengikut ‘Isa berkata: نَحۡنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ (“Kamilah penolong-penolong agama Allah”) maksudnya, kami yang akan menjadi penolongmu dalam menjalankan risalahmu dan menjadi pendukungmu dalam menunaikan hal tersebut.

Oleh karena itu, Allah mengutus ‘Isa kepada umat manusia untuk menyeru orang-orang di negeri Syam dari kalangan Bani Isra’il dan Yunani. Demikian pula yang disabdakan Rasulullah saw. pada musim haji:

“Siapakah yang akan melindungi diriku sehingga aku dapat menyampaikan risalah dari Rabb-ku karena orang-orang Quraisy telah menghalangi jalanku untuk menyampaikan risalah Rabb-ku?” (diriwayatkan di dalam Musnad al-Imam Ahmad, dari Jabir bin ‘Abdillah)

Baca Juga:  Surah Sad Ayat 55-64; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sehingga Allah pun menetapkan kaum Aus dan Khazraj dari penduduk Madinah. Mereka membaiat beliau, mendukung dan menjanjikan kepada beliau bahwa mereka akan melindungi beliau dari [siapa pun] bangsa kulit hitam dan kulit merah jika beliau berhijrah kepada mereka.

Ketika Rasulullah saw berhijrah kepada mereka bersama para shahabat beliau, mereka menunaikan janji mereka. Oleh karena itu, mereka diberi nama oleh Allah dan Rasul-Nya dengan sebutan Anshar, dan istilah itu menjadi sebutan bagi mereka, semoga Allah meridlai mereka.

Firman Allah: فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ (“Lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan [yang lain] kafir.”) maksudnya, ketika ‘Isa putera Maryam menyampaikan risalah Rabb-nya kepada kaumnya yang juga didukung oleh para penganut setianya, ada segolongan dari Bani Israil yang mendapat petunjuk dengan apa yang dibawanya. Tetapi ada sebagian lainnya yang sesat, sehingga ia keluar dari apa yang dia bawa dan mengingkari kenabiannya seraya menuduh dirinya juga ibunya dengan tuduhan-tuduhan yang keji.

Mereka itulah orang-orang Yahudi, mudah-mudahan Allah melaknat mereka sepanjang zaman sampai hari kiamat. Ada juga segolongan pengikutnya yang bersikap berlebihan terhadap dirinya dengan mengangkat dirinya melebihi batas kenabian yang telah diberikan Allah Ta’ala.

Kemudian mereka tercerai berai menjadi beberapa kelompok dan golongan. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan, dia termasuk salah satu dari trinitas [bapa, anak dan ruh al-qudus]. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa dia itulah Allah. Dan semuanya itu telah diterangkan secara rinci dalam surah an-Nisaa’.

Firman Allah: فَأَيَّدۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمۡ (“Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka.”) yakni Kami memberikan pertolongan kepada mereka terhadap golongan-golongan Nasrani yang memusuhi mereka. فَأَصۡبَحُواْ ظَٰهِرِينَ (“lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.”) yakni atas golongan-golongan tersebut, yaitu dengan pengutusan Nabi Muhammad saw.

Maka umat Muhammad saw. akan terus tampil membela kebenaran sehingga Allah Ta’a’la mendatangkan perintah-Nya, sedang mereka tetap dalam keadaan seperti itu, dan generasi terakhir mereka akan berperang melawan Dajjal bersama ‘Isa putera Maryam, sebagaimana hal tersebut telah diterangkan secara rinci dalam hadits-hadits shahih. wallaaHu a’lam.

Baca Juga:  Surah As-Saff Ayat 5-6; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Allah memerintahkan kaum Muslimin agar menjadi penolong-penolong agama Allah, menyebarluaskan agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya sehingga tidak ada yang mengalahkannya, dengan beriman dan berjihad. Hal yang sama pernah dilakukan sahabat-sahabat terdekat Nabi Isa yang berkata kepada mereka, “Siapakah penolong agama Allah?” Mereka menjawab,

“Kamilah penolong-penolong agama Allah.” Ketika Nabi Isa menyampaikan risalahnya kepada Bani Israil dengan bantuan sahabat-sahabat setianya, sebagian Bani Israil itu ada yang memperkenankan seruannya, sedang yang lain ada yang mengingkari dan menolaknya.

Mereka yang menolak itu menuduh Isa sebagai seorang anak zina, yang dilahirkan karena perzinaan ibunya Maryam dengan seorang laki-laki, dan ada pula yang mengatakan bahwa Isa itu putra Allah, kekasih-Nya, dan sebagainya.

Dalam menghadapi orang-orang yang mengingkari seruan Nabi Isa itu serta mengada-adakan kebohongan tentangnya, maka Allah menguatkan hati orang-orang yang beriman dari mereka, sehingga mereka berhasil mengalahkan musuh-musuh itu. Firman Allah: Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat). (Gafir/40: 51).

Tafsir Quraish Shihab: Wahai orang-orang beriman, maukah kalian Aku tunjuki suatu perniagaan besar yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang sangat menyakitkan?

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah As-Saff Ayat 14 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S