Surah As-Saffat Ayat 62-70; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah As-Saffat Ayat 62-70

Pecihitam.org – Kandungan Surah As-Saffat Ayat 62-70 ini, Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir tentang azab yang mereka alami di neraka. Pertanyaan itu adalah sebagai ejekan kepada mereka. Namun kemudian mereka mempertanyakan tentang pohon zaqqum.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum. Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah As-Saffat Ayat 62-70

Surah As-Saffat Ayat 62
أَذَٰلِكَ خَيۡرٌ نُّزُلًا أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ

Terjemahan: (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.

Tafsir Jalalain: أَذَٰلِكَ (Apakah yang demikian itu) hal-hal yang telah disebutkan bagi ahli surga itu خَيۡرٌ نُّزُلًا (merupakan hidangan yang lebih baik) suguhan atau hidangan yang diperuntukkan menjamu tamu atau orang yang menginap أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ (ataukah pohon zaqqum) yang disediakan buat ahli neraka; pohon zaqqum adalah pohon yang paling buruk dan sangat pahit rasanya, tempat asalnya adalah Tihamah. Allah menumbuhkan pohon itu di dalam neraka Jahim, sebagaimana yang akan diterangkan nanti.

Tafsir Ibnu Katsir: Maksudnya Allah berfiman: “Apakah kenikmatan surga dan segala isinya yang telah disebutkan-Nya berupa berbagai makanan, minuman, pernikahan dan kelezatan lainnya adalah sebaik-baik perjamuan dan pemberian, أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ (“Ataukah pohon zaqqum”) yang berada di jahanam?” mungkin yang dimaksud adalah pohon tertentu. Sebagaimana sebagian mereka mengatakan bahwa dia adalah sebuah pohon yang cabangnya membentang ke seluruh tempat jahanam, sebagaimana pohon Tuba, dimana tidak ada satu tempat pun di dalam surga melainkan di dalamnya terdapat satu cabangnya.

Dan mungkin pula yang dimaksud adalah satu jenis pohon yang disebut zaqqum, seperti firman Allah: وَشَجَرَةً تَخۡرُجُ مِن طُورِ سَيۡنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهۡنِ وَصِبۡغٍ لِّلۡءَاكِلِينَ (“Dan pohon kayu keluar dari Thursina [pohon zaitun], yang menghasilkan minyak, dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan.”)(al-Mu’minuun: 20). Yaitu buah zaitun.

Hal ini diperkuat oleh firman Allah: ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ لَءَاكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّومٍ (“Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum.”)(al-Waaqi’ah: 52)

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir tentang azab yang mereka alami di neraka. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan tentang manakah hidangan yang lebih baik apakah rezeki yang diberikan kepada penghuni surga sebagaimana telah disebutkan di atas ataukah buah pohon zaqqum yang pahit lagi menjijikkan yang disediakan bagi mereka.

Pertanyaan itu adalah sebagai ejekan kepada mereka. Namun kemudian mereka mempertanyakan tentang pohon zaqqum. Mungkinkah dia tumbuh dalam neraka, padahal neraka itu membakar segalanya. Bagi mereka pohon zaqqum itu merupakan ujian dan cobaan dan di akhirat akan dijadikan bahan siksaan. Allah berfirman:

Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (al-Isra’/17: 60)

Tafsir Quraish Shihab: Apakah rezeki tertentu yang telah disediakan untuk penghuni surga itu lebih baik ataukah pohon zaqqûm yang tersedia untuk penghuni neraka?

Surah As-Saffat Ayat 63
إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةً لِّلظَّٰلِمِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.

Tafsir Jalalain: إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا (Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu) artinya ditumbuhkannya pohon tersebut di dalam neraka فِتۡنَةً لِّلظَّٰلِمِينَ (sebagai fitnah bagi orang-orang yang lalim) yakni orang-orang kafir Mekah, karena mereka telah mengatakan, bahwa api itu membakar pohon, mana mungkin di dalam neraka dapat ditumbuhkan pohon.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةً لِّلظَّٰلِمِينَ (“Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dhalim”) Qatadah berkata: “Pohon zaqqum disebutkan, lalu orang-orang yang sesat terfitnah dengannya dan berkata: ‘Teman kalian memberitahukan kepada kalian bahwa di dalam neraka terdapat pohon, lalu api memakan pohon tersebut.’

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir tentang azab yang mereka alami di neraka. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan tentang manakah hidangan yang lebih baik apakah rezeki yang diberikan kepada penghuni surga sebagaimana telah disebutkan di atas ataukah buah pohon zaqqum yang pahit lagi menjijikkan yang disediakan bagi mereka.

Pertanyaan itu adalah sebagai ejekan kepada mereka. Namun kemudian mereka mempertanyakan tentang pohon zaqqum. Mungkinkah dia tumbuh dalam neraka, padahal neraka itu membakar segalanya. Bagi mereka pohon zaqqum itu merupakan ujian dan cobaan dan di akhirat akan dijadikan bahan siksaan. Allah berfirman:

Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (al-Isra’/17: 60)

Baca Juga:  Surah As-Saffat Ayat 180-182; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqûm itu sebagai bencana dan siksaan bagi orang-orang musyrik di akhirat.

Surah As-Saffat Ayat 64
إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخۡرُجُ فِىٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ

Terjemahan: Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.

Tafsir Jalalain: إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخۡرُجُ فِىٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ (Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala) yakni dari dasar neraka Jahanam, dan ranting-rantingnya mencuat sampai ke relung-relungnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Maka Allah menurunkan firman-Nya: إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخۡرُجُ فِىٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ (“Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim.”) diberi makan dari api dan diciptakan darinya.” Mujahid berkata:

إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةً لِّلظَّٰلِمِينَ (“Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dhalim”) Abu Jahal –laknat Allah atasnya- berkata: “Zaqqum itu hanyalah kurma dan keju, apakah engkau merasakannya?’” saya katakan bahwa makna Ayat ini, ‘Sesungguhnya Kami mengabarkan kepadamu hai Muhammad, tentang pohon zaqqum sebagai ujian bagi manusia.’ Ada yang membenarkannya di antara orang-orang yang mendustakannya. Seperti firman Allah:

وَمَا جَعَلۡنَا ٱلرُّءۡيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيۡنَٰكَ إِلَّا فِتۡنَةً لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلۡمَلۡعُونَةَ فِى ٱلۡقُرۡءَانِ وَنُخَوِّفُهُمۡ فَمَا يَزِيدُهُمۡ إِلَّا طُغۡيَٰنًا كَبِيرًا (“Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian dan [begitu pula] pohon kayu yang terkutuk dalam al-Qur’an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.”)(al-Israa’: 60)

firman Allah: إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخۡرُجُ فِىٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ (“Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim.”) artinya, asal tempat tumbuhnya adalah di dasar neraka.

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa pohon zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka yang menyala-nyala. Dahan-dahannya menjulang tinggi, setinggi nyala api neraka. Pohon itu tumbuh dari dalam api dan dari api pula dia dijadikan. Bayangannya seperti kepala setan, sangat buruk dan menjijikkan.

Orang Arab dalam menggambarkan sesuatu yang sangat buruk dan menjijikkan mengumpamakannya dengan setan, misalnya seperti kepala setan. Akan tetapi, sebenarnya wujud setan itu tidak ada yang mengetahui.

Hanya saja khayalan manusia menggambarkannya sangat buruk. Sebaliknya dalam menggambarkan sesuatu yang indah, mereka mengumpamakannya dengan malaikat. Karena itu Tuhan mempergunakan kata malaikat dalam menggambarkan ketampanan Yusuf dalam firman-Nya: ?Ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia. (Yusuf/12: 13).

Tafsir Quraish Shihab: Zaqqûm itu adalah pohon yang berada di tengah-tengah neraka jahim. Pohon itu tumbuh dan berasal dari api.

Surah As-Saffat Ayat 65
طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ

Terjemahan: mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.

Tafsir Jalalain: طَلۡعُهَا (Mayangnya) diserupakan dengan mayang pohon kurma كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ (seperti kepala setan-setan) maksudnya, seperti ular-ular yang sangat buruk dan menjijikkan tampangnya.

Tafsir Ibnu Katsir: طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ (“Mayang-mayangnya seperti kepala-kepala syaitan.”) sebagai sesuatu yang buruk dan menjijikkan pada saat menyebutnya. Pohon itu diserupakan dengan kepala syaitan sekalipun tidak dikenal di kalangan orang-orang yang diajak bicara, dikarenakan sudah tertanam di dalam jiwa bahwa syaitan-syaitan itu jelek dipandang. wallaaHu a’lam.

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa pohon zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka yang menyala-nyala. Dahan-dahannya menjulang tinggi, setinggi nyala api neraka. Pohon itu tumbuh dari dalam api dan dari api pula dia dijadikan. Bayangannya seperti kepala setan, sangat buruk dan menjijikkan.

Orang Arab dalam menggambarkan sesuatu yang sangat buruk dan menjijikkan mengumpamakannya dengan setan, misalnya seperti kepala setan. Akan tetapi, sebenarnya wujud setan itu tidak ada yang mengetahui.

Hanya saja khayalan manusia menggambarkannya sangat buruk. Sebaliknya dalam menggambarkan sesuatu yang indah, mereka mengumpamakannya dengan malaikat. Karena itu Tuhan mempergunakan kata malaikat dalam menggambarkan ketampanan Yusuf dalam firman-Nya: ?Ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia. (Yusuf/12: 13).

Tafsir Quraish Shihab: Buahnya tak indah dipandang. Bentuknya pun amat buruk. Rasa-rasanya, tak ingin mata memandang. Ia seperti kepala setan yang, meskipun belum pernah dilihat manusia, gambaran bentuknya yang jelas sudah ada dalam benaknya.

Surah As-Saffat Ayat 66
فَإِنَّهُمۡ لَءَاكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ

Terjemahan: Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.

Tafsir Jalalain: فَإِنَّهُمۡ (Maka sesungguhnya mereka) yakni orang-orang kafir لَءَاكِلُونَ مِنۡهَا (benar-benar memakan sebagian dari pohon itu) sekalipun rasanya sangat memuakkan, karena mereka dalam keadaan sangat lapar فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ (maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.).

Tafsir Ibnu Katsir: فَإِنَّهُمۡ لَءَاكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ (“Maka sesungguhnya mereka mereka benar-benar memakan sebagian dari pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.”) Allah Ta’ala menceritakan bahwa mereka memakan pohon yang tidak ada lagi selain pohon itu, yang amat kotor dan jelek dipandang. Disamping sangat busuk rasa, bau dan bentuknya.

Baca Juga:  Surah As-Saffat Ayat 6-10; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mereka terpaksa memakannya, dikarenakan tidak menemukan makanan lain selainnya dan makanan dengan jenis lain. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Rasulullah saw. membaca Ayat ini kemudian bersabda:

“Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Seandainya satu tetes zaqqum menetes di lautan dunia, niscaya dia merusak kehidupan penghuni dunia. Maka bagaimana dengan orang yang menjadikannya sebagai makanan?” (HR at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari hadits Syu’bah. At-Tirmidizi berkata: “Hasan Shahih.”)

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum. Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.

Allah berfirman: Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. (al-Gasyiyah/88: 6-7)

Sehabis makan buah zaqqum itu tentulah mereka memerlukan minuman. Maka kepada mereka disediakan minuman yang bercampur dari air yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka, sebagaimana dilukiskan Allah dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (al-Kahf/18: 29). Setelah mereka makan dan minum maka mereka dikembalikan ke neraka Jahim, tempat asal mula mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka benar-benar memakan dan mengisi perutnya dengan buah pohon itu, karena tak ada apa-apa lagi yang dapat dimakan.

Surah As-Saffat Ayat 67
ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبًا مِّنۡ حَمِيمٍ

Terjemahan: Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.

Tafsir Jalalain: ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبًا مِّنۡ حَمِيمٍ (Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas) yang mereka minum, hingga bercampur di dalam perut mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka minum itu.

Tafsir Ibnu Katsir: ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبًا مِّنۡ حَمِيمٍ (“Kemudian sesudah memakan buah pohon zaqqum itu, pasti mereka mendapatkan minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.”) dalam satu riwAyat lainnya beliau berkata: “Campuran air panas dan minuman air panas.”

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum. Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.

Allah berfirman: Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. (al-Gasyiyah/88: 6-7)

Sehabis makan buah zaqqum itu tentulah mereka memerlukan minuman. Maka kepada mereka disediakan minuman yang bercampur dari air yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka, sebagaimana dilukiskan Allah dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (al-Kahf/18: 29). Setelah mereka makan dan minum maka mereka dikembalikan ke neraka Jahim, tempat asal mula mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Kemudian, setelah memakan buah dari zaqqûm itu, orang-orang musyrik akan mendapatkan campuran minuman panas yang membakar muka dan merobek perut mereka.

Surah As-Saffat Ayat 68
ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ

Terjemahan: Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.

Tafsir Jalalain: ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ (Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim) Ayat ini memberikan pengertian, bahwa mereka keluar dahulu dari dalam neraka untuk meminum air hamim atau air yang sangat panas itu, dan bahwasanya air yang sangat panas itu adanya di luar neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ (“Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahiim”) kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka setelah keputusan ini adalah api yang berkobar, neraka yang menyala-nyala dan nyala api yang membara. Satu waktu seperti itu dan waktu lain seperti itu. Sebagaimana firman Allah:

يَطُوفُونَ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَ حَمِيمٍ ءَانٍ (“Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.”)(ar-Rahmaan: 44). Demikianlah Qatadah membaca Ayat ini ketika menerangkan Ayat, ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ (“Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahiim”) dan ini adalah penafsiran yang baik dan kuat.

Baca Juga:  Surah An Nisa Ayat 82-83; Seri Tadabbur Al Qur'an

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah menjelaskan bahwa makanan penghuni neraka itu buah pohon zaqqum. Walau pun mereka mengetahui baunya yang busuk dan rasanya yang pahit tetapi karena sangat lapar dan makanan lain tidak ada terpaksa mereka memakannya sampai penuh perut mereka.

Allah berfirman: Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar. (al-Gasyiyah/88: 6-7)

Sehabis makan buah zaqqum itu tentulah mereka memerlukan minuman. Maka kepada mereka disediakan minuman yang bercampur dari air yang sangat panas yang menghanguskan muka mereka, sebagaimana dilukiskan Allah dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (al-Kahf/18: 29). Setelah mereka makan dan minum maka mereka dikembalikan ke neraka Jahim, tempat asal mula mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Lalu, tempat kembali mereka adalah neraka. Mereka berada dalam siksaan terus menerus: digiring ke pohon zaqqûm untuk makan dan minum kemudian dikembalikan lagi ke tempat mereka semula.

Surah As-Saffat Ayat 69
إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ

Terjemahan: Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam Keadaaan sesat.

Tafsir Jalalain: إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ (Karena sesungguhnya mereka mendapati) menemukan ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ (bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat.).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ (“Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat.”) yaitu, Kami membalas mereka dengan hal tersebut dikarena mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam kesesatan, lalu mereka mengikutinya semata-mata tanpa dalil dan bukti.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah menerangkan sebab orang-orang kafir itu terjerumus ke dalam penderitaan azab yang sangat berat. Yaitu bahwa mereka sesudah mendengar seruan yang disampaikan Nabi Muhammad saw, benar-benar mengetahui dan menyadari kesesatan nenek moyang mereka tanpa mengindahkan peringatan Rasulullah saw.

Mereka terlalu terburu-buru dan fanatik mengikuti nenek moyang sehingga pikiran yang sehat dikesampingkan, seolah-olah mereka tidak sempat merenungkan peringatan-peringatan Rasul.

Kelakuan demikian itu sangat tercela karena tidak saja merugikan bagi pelakunya tetapi juga generasi-generasi yang hidup berikutnya. Kemunduran dan kehancuran akan menimpa umat, bilamana daya berpikir dan berprakarsa tidak berkembang pada mereka.

Kebahagiaan akan dapat dicapai bilamana umat itu terus-menerus mengembangkan daya berpikir mereka dengan pengamatan dan penelitian kehidupan spiritual dan material.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka mendapatkan nenek moyangnya dalam keadaan sesat. Kemudian dengan tergesa-gesa mengikuti jejak langkah mereka menelusuri jalan kesesatan secara membabi buta. Seakan- akan mereka menganjurkan untuk mengikuti nenek moyang mereka tanpa berpikir.

Surah As-Saffat Ayat 70
فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ

Terjemahan: Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.

Tafsir Jalalain: فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ (Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu) atau terburu-buru mengikutinya, oleh karenanya mereka tergesa-gesa mengikuti kesesatan bapak-bapak mereka, tanpa berpikir lebih jauh lagi.

Tafsir Ibnu Katsir: فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ (“Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak para orang tua mereka itu.”) Mujahid berkata: “Sama dengan berjalan cepat/berlari kecil.” Sa’id bin Jubair berkata: “Mereka [itu] bodoh.”

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah menerangkan sebab orang-orang kafir itu terjerumus ke dalam penderitaan azab yang sangat berat. Yaitu bahwa mereka sesudah mendengar seruan yang disampaikan Nabi Muhammad saw, benar-benar mengetahui dan menyadari kesesatan nenek moyang mereka tanpa mengindahkan peringatan Rasulullah saw. Mereka terlalu terburu-buru dan fanatik mengikuti nenek moyang sehingga pikiran yang sehat dikesampingkan, seolah-olah mereka tidak sempat merenungkan peringatan-peringatan Rasul.

Kelakuan demikian itu sangat tercela karena tidak saja merugikan bagi pelakunya tetapi juga generasi-generasi yang hidup berikutnya. Kemunduran dan kehancuran akan menimpa umat, bilamana daya berpikir dan berprakarsa tidak berkembang pada mereka.

Kebahagiaan akan dapat dicapai bilamana umat itu terus-menerus mengembangkan daya berpikir mereka dengan pengamatan dan penelitian kehidupan spiritual dan material.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka mendapatkan nenek moyangnya dalam keadaan sesat. Kemudian dengan tergesa-gesa mengikuti jejak langkah mereka menelusuri jalan kesesatan secara membabi buta. Seakan- akan mereka menganjurkan untuk mengikuti nenek moyang mereka tanpa berpikir.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah As-Saffat Ayat 62-70 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S