Surah As-Sajdah Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah As-Sajdah Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Pecihitam.org – Kandungan Surah As-Sajdah Ayat 1-3 ini, sebelum membahas kandungan ayat terlebih dulu kita pahami intisari Surah As-Sajdah ini. Surah ini adalah Surah yang turun setelah surah al-Mu’minûn ini berisikan, antara lain, pembicaraan tentang turunnya al-Qur’ân dan misi Rasulullah saw., penciptaan matahari dan bumi dan kekuasaan Allah dalam mengurusnya.

Kemudian beralih kepada pembicaraan tentang tingkatan-tingkatan penciptaan manusia, perkataan orang-orang yang mengingkari kebangkitan dan bantahan kepada mereka, keadaan orang-orang jahat pada hari perhitungan, sikap orang-orang Mukmin ketika diingatkan dengan ayat-ayat dan penjelasan tentang balasan untuk orang-orang Mukmin dan fasik.

Setelah itu dibicarakan tentang diturunkannya Tawrât kepada Mûsâ dan perlakuan Allah terhadap Banû Isrâ’îl, pengarahan terhadap orang-orang kafir Makkah untuk mengambil pelajaran dari kehancuran orang-orang sebelum mereka, serta pengalihan perhatian mereka agar mereka beriman kepada kebangkitan.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah As-Sajdah Ayat 1-3

Surah As-Sajdah Ayat 1
الٓمٓ

Terjemahan: Alif Laam Miim

Tafsir Jalalain: الٓمٓ (Alif lam mim) hanya Allah sajalah yang mengetahui arti dan maksud Ayat ini.

Tafsir Ibnu Katsir: الٓمٓ (Alif Laam Miim)

Tafsir Kemenag: Lihat Tafsir Alif Lam Mim pada Surah al-Baqarah/2: 1 (Jilid I).

Tafsir Quraish Shihab: Surah yang turun setelah surat al-Mu’minûn ini berisikan, antara lain, pembicaraan tentang turunnya al-Qur’ân dan misi Rasulullah saw., penciptaan matahari dan bumi dan kekuasaan Allah dalam mengurusnya.

Kemudian beralih kepada pembicaraan tentang tingkatan-tingkatan penciptaan manusia, perkataan orang-orang yang mengingkari kebangkitan dan bantahan kepada mereka, keadaan orang-orang jahat pada hari perhitungan, sikap orang-orang Mukmin ketika diingatkan dengan Ayat-Ayat dan penjelasan tentang balasan untuk orang-orang Mukmin dan fasik.

Setelah itu dibicarakan tentang diturunkannya Tawrât kepada Mûsâ dan perlakuan Allah terhadap Banû Isrâ’îl, pengarahan terhadap orang-orang kafir Makkah untuk mengambil pelajaran dari kehancuran orang-orang sebelum mereka, serta pengalihan perhatian mereka agar mereka beriman kepada kebangkitan.

Disebutkan pula tentang ejekan mereka terhadap hari kemenangan (yawm al-fath) serta bantahan terhadap mereka. Di antara tujuan terpenting yang terkandung dalam surat ini adalah pengarahan pandangan kepada Ayat-Ayat tentang alam semesta, pembicaraan tentang kebangkitan dan bantahan terhadap orang-orang yang mengingkarinya, serta pengarahan kepada orang-orang kafir untuk mengambil pelajaran dari kehancuran orang-orang sebelum mereka.]]

Baca Juga:  Surah Az Zalzalah; Tafsir, Asbabun Nuzul, Keutamaan dan Artinya

Alif, Lâm, Mîm adalah huruf-huruf yang membentuk kata dan kalimat al-Qur’ân, sama seperti huruf yang membentuk kata dan kalimat yang kalian gunakan dalam pembicaraan kalian. Sehingga, apabila kalian tidak mampu untuk mendatangkan sesuatu yang semisal, maka hal itu merupakan bukti bahwa al-Qur’ân datang dari sisi Allah dan bukan perkataan manusia.

Surah As-Sajdah Ayat 2
تَنزِيلُ ٱلْكِتَٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Terjemahan: Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.

Tafsir Jalalain: تَنزِيلُ ٱلْكِتَٰبِ (Turunnya Alkitab) yakni Alquran; Alkitab sebagai mubtada لَا رَيْبَ (yang tidak ada keraguan) tidak ada hal yang diragukan فِيهِ (padanya) fiihi sebagai khabar pertama مِن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ (adalah dari Rabb semesta alam) rabbil’aalamiin sebagai khabar kedua.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: تَنزِيلُ ٱلْكِتَٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ (“Turunnya al-Qur’an yang tidak ada keraguan padanya.”) yaitu tidak mengundang keraguan dan kerancuan bahwa al-Qur’an itu diturunkan. مِن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ (“dari Rabb semesta alam.”)

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad ini benar-benar wahyu dari Allah, Tuhan semesta alam. Al- Qur’an ini bukanlah buatan tukang sihir, bukan mantra-mantra tukang tenung, dan bukan pula buatan Muhammad, tidak ada keraguan padanya sedikit pun.

Ayat ini merupakan bantahan bagi dakwaan orang-orang kafir yang menyatakan bahwa Al-Qur’an ini adalah syair yang digubah oleh penyair, dan ada yang mengatakan gubahan tukang tenung. Ada juga yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu hanyalah dongengan-dongengan purbakala saja, serta ada pula yang mengatakan bahwa dia adalah buatan Muhammad.

Allah berfirman: Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.” (al-Furqan/25: 5)

Baca Juga:  Surah Al-Waqiah Ayat 41-56; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Penurunan al-Qur’ân ini adalah dari Allah, Tuhan semesta alam dan pemeliharanya. Tidak ada keraguan bahwa al-Qur’ân itu turun dari sisi-Nya.

Surah As-Sajdah Ayat 3
أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ بَلْ هُوَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Terjemahan: Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya”. Sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

Tafsir Jalalain: أَمْ (Tetapi mengapa) يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ (mereka mengatakan, “Dia mengada-adakannya”) yakni Muhammad? Tidak بَلْ هُوَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ (sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran yang datang dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan) dengan Alquran itu قَوْمًا مَّا (kepada kaum yang belum) huruf maa bermakna nafi atau negatif أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk) dengan peringatanmu itu.

Tafsir Ibnu Katsir: kemudian Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang orang-orang musyrik: أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ (“Tetapi mengapa mereka [orang kafri] mengatakan: ‘Dia [Muhammad] mengada-adakannya.’”) akan tetapi mereka mengatakan iftaraaHu, yaitu mengada-adakan al-Qur’an oleh dirinya sendiri.

بَلْ هُوَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (“Sebenarnya al-Qur’an itu adalah kebenaran [yang datang] dari Rabb-mu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka yang memberi peringatan sebelumnya; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.”) yaitu mereka mengikuti kebenaran.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa sikap orang-orang musyrik seperti yang diterangkan Ayat di atas adalah sikap yang tidak layak. Tidak pantas mereka menuduh Muhammad telah melakukan kedustaan dengan mengatakan bahwa ia telah membuat-buat Al-Qur’an, padahal mereka benar-benar telah mengetahui keadaan Muhammad, sejak ia masih kecil sampai ia dewasa dan diangkat menjadi rasul. Bahkan mereka memberi gelar dengan “Al-Amin” (orang kepercayaan) karena mereka sangat percaya kepada Muhammad. Akan tetapi, tiba-tiba mereka menuduhnya sebagai pendusta.

Baca Juga:  Surah As-Sajdah Ayat 23-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Oleh karena itu, Allah menegaskan bahwa semua yang disampaikan Muhammad itu adalah benar. Al-Qur’an benar-benar berasal dari Allah dan diturunkan kepadanya untuk memperingatkan orang-orang musyrik pada azab akhirat yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang mengingkari rasul yang diutus kepada mereka. Al-Qur’an berisi pelajaran dan petunjuk yang mengantar mereka menuju jalan kebahagiaan abadi.

Pada Ayat yang lain dinyatakan pula sikap orang-orang musyrik itu terhadap Al-Qur’an. Allah berfirman: Dan orang-orang kafir berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain,” Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar. (al-Furqan/25: 4)

Tafsir Quraish Shihab: Tetapi mereka mengatakan, “Al-Qur’ân itu buatan Muhammad, lalu disandangkannya kepada Allah.” Sebenarnya mereka tidak pantas mengatakan demikian. Bahkan sebenarnya Al-Qur’ân itu adalah kebenaran yang turun dari Allah kepadamu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum didatangi oleh seorang rasul pun sebelum kamu. Dengan peringatan itu, kamu berharap dapat memberi petunjuk dan membuat mereka tunduk kepada kebenaran.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah As-Sajdah Ayat 1-3 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG