Surah As-Sajdah Ayat 12-14; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah As-Sajdah Ayat 12-14

Pecihitam.org – Kandungan Surah As-Sajdah Ayat 12-14 ini, menerangkan Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya bahwa ia akan merasa ngeri jika melihat keadaan orang-orang yang mengingkari hari Kiamat ketika mereka menundukkan kepala di hadapan Allah karena malu dan takut atas segala tindakan dan perbuatan mereka dalam hidup di dunia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah As-Sajdah Ayat 12-14

Surah As-Sajdah Ayat 12
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Terjemahan: Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”.

Tafsir Jalalain: وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ (Dan jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu) yakni orang-orang kafir نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ (menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya) karena merasa malu kepada-Nya, seraya mengatakan: رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا (“Ya Rabb kami! Kami telah melihat) apa yang telah kami ingkari sebelumnya, yaitu hari berbangkit وَسَمِعْنَا (dan mendengar) dari-Mu kebenaran rasul-rasul yang telah kami dustakan mereka dahulu فَٱرْجِعْنَا (maka kembalikanlah kami) ke dunia نَعْمَلْ صَٰلِحًا (kami akan mengerjakan amal saleh) di dunia,

إِنَّا مُوقِنُونَ (sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”) mulai sekarang, akan tetapi hal itu sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka, dan mereka tidak akan dikembalikan lagi ke dunia. Sebagai jawab dari lafal lau ialah niscaya kamu melihat hal yang sangat mengerikan. Kemudian Allah berfirman pada Ayat selanjutnya:.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala mengabarkan tentang kondisi orang-orang musyrik pada hari Kiamat serta komentar mereka saat mereka menyaksikan hari kebangkitan dan pada saat mereka berdiri di hadapan Allah swt. dalam keadaan rendah diri, hina dan kepala mereka tertunduk, yaitu desebabkan mereka malu dan gemetar, mereka berkata:

رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا (“Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar.”) yaitu, kami sekarang mendengar perkataan-Mu dan mentaati perintah-MU. Demikian pula, mereka kembali mencela diri-diri mereka sendiri saat mereka memasuki api neraka dengan berkata:

لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ (“Sekiranya kami mendengarkan dan memikirkan [peringatan itu] niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”)(al-Mulk: 67-10)

Demikian pula mereka berkata رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا (“Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami,”) ke alam dunia; نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ (“Kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”) sesungguhnya kami yakin dan pasti benar.

Sesungguhnya Rabb swt. mengetahui bahwa apabila mereka dikembalikan ke dunia, niscaya mereka akan sama saja dalam keadaan kafir, mendustakan Ayat-Ayat Allah dan menyelisihi Rasul-Rasul-Nya. sebagaimana firman Allah: “Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: ‘Kiranya Kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan Ayat-Ayat Tuhan Kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,’ (tentulah kamu melihat suatu Peristiwa yang mengharukan).” (al-An’am: 27)

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 31-35; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya bahwa ia akan merasa ngeri jika melihat keadaan orang-orang yang mengingkari hari Kiamat ketika mereka menundukkan kepala di hadapan Allah karena malu dan takut atas segala tindakan dan perbuatan mereka dalam hidup di dunia.

Mereka menyatakan kepada Allah bahwa mereka telah melihat kenyataan hari Kiamat itu benar-benar terjadi, dan telah merasakan pula malapetaka yang menimpa mereka pada hari itu. Mereka kemudian memohon agar diberi kesempatan untuk kembali ke dunia sehingga dapat mengikuti semua petunjuk rasul.

Ketika itu, mereka mengaku benar-benar telah meyakini apa yang dahulu mereka dustakan. Mereka juga mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah, yang menghidupkan dan mematikan, serta yang membangkitkan kembali, seperti saat itu.

Dalam Ayat lain, Allah berfirman: Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia), tentu kami tidak akan mendustakan Ayat-Ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (al-An’am/6: 27).

Tafsir Quraish Shihab: Seandainya kamu mendapatkan kesempatan melihat orang-orang jahat pada saat perhitungan, pasti kamu akan tercengang melihatnya karena orang-orang jahat yang sombong itu menundukkan kepala mereka dengan hina di hadapan Tuhannya.

Mereka berkata dalam kehinaan, “Ya Tuhan kami, Kami telah melihat dan mendengar semua yang dulu kami pura-pura tidak melihat dan mendengarnya. Maka kembalikanlah kami ke dunia agar kami dapat mengerjakan amal saleh, bukan seperti yang kami kerjakan dahulu. Kami sekarang yakin dengan kebenaran yang dibawa oleh rasul-rasul-Mu.”

Surah As-Sajdah Ayat 13
وَلَوْ شِئْنَا لَءَاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَىٰهَا وَلَٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Terjemahan: Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”.

Tafsir Jalalain: وَلَوْ شِئْنَا لَءَاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَىٰهَا (Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk baginya) sehingga ia memperoleh petunjuk untuk beriman dan mengerjakan ketaatan atas kemauan sendiri وَلَٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى (akan tetapi telah tetaplah perkataan daripada-Ku) yaitu,

لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ (“Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin) maksudnya bangsa jin وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ (dan manusia semuanya) malaikat penjaga neraka mengatakan kepada mereka jika mereka dimasukkan ke dalamnya.

Baca Juga:  Surah As-Sajdah Ayat 23-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Dan Dia berfirman: وَلَوْ شِئْنَا لَءَاتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَىٰهَا (“Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk [bagi]nya.”) وَلَٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ (“Akan tetapi telah tetaplah perkataan [ketetapan] dari-Ku:

‘Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.”) yaitu dari dua golongan tersebut. Tempat tinggal mereka adalah api neraka, tidak ada lagi tempat menghindar dan lolos bagi mereka. Kami berlindung kepada Allah dan kalimat-Nya yang sempurna dari semua itu.

Tafsir Kemenag: Jika Allah menghendaki semua manusia mendapat taufik dan hidayah untuk beriman dan beramal saleh, tentu hal itu tidak sukar bagi-Nya. Akan tetapi, hal itu tidak sesuai dengan sunatullah yang dahulu berlaku di alam ini. Aturan dan hukum Allah yang berlaku di alam ini adalah aturan dan hukum yang paling sempurna.

Menurut aturan dan hukum itu ialah menempatkan segala sesuatu di tempatnya, seperti menempatkan mata, telinga, hati, tangan, kaki, dan sebagainya berada di tempat yang layak dan wajar, sesuai dengan keindahan dan fungsinya.

Di antara sunatullah itu ialah Allah akan mengisi neraka Jahanam dengan jin dan manusia yang layak bertempat tinggal di sana dan menjadi penghuninya, sebagaimana Dia akan memenuhi surga dengan orang-orang yang layak pula bertempat tinggal di sana.

Jika manusia memperhatikan sunatullah yang berlaku di alam ini, akan tampak suatu keserasian dan kerapian di dalamnya. Ikan yang hidup di dalam air mempunyai sirip, insang, dan berdarah dingin. Demikian pula lalat, ular, burung, dan sebagainya. Jika mata memandang ke cakrawala luas, maka di dalamnya terdapat pula sunatullah yang juga sangat rapi, sehingga planet-planet itu tidak berbenturan antara yang satu dengan yang lain.

Tafsir Quraish Shihab: Dan apabila Kami menghendaki, maka Kami akan memberi petunjuk kepada setiap jiwa. Tetapi keputusan sudah Aku tetapkan bahwa Kami akan mengisi neraka jahanam dengan penghuni dari golongan jin dan manusia semuanya, karena Kami tahu bahwa kebanyakan mereka akan lebih memilih kesesatan daripada petunjuk.

Surah As-Sajdah Ayat 14
فَذُوقُوا۟ بِمَا نَسِيتُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَآ إِنَّا نَسِينَٰكُمْ وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Terjemahan: Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.

Tafsir Jalalain: فَذُوقُوا۟ (Maka rasakanlah oleh kalian) azab ini بِمَا نَسِيتُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَآ (disebabkan kalian melupakan pertemuan dengan hari kalian ini) karena kalian tidak mau beriman kepadanya إِنَّا نَسِينَٰكُمْ (sesungguhnya Kami telah melupakan kalian pula) maksudnya Kami tinggalkan kalian di dalam azab.

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 38-40; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ (dan rasakanlah siksa yang kekal) azab yang abadi بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (disebabkan apa yang selalu kalian kerjakan”) akibat dari kekafiran dan kedustaan yang telah kalian kerjakan.

Tafsir Ibnu Katsir: فَذُوقُوا۟ بِمَا نَسِيتُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَآ (“Maka rasakanlah olehmu [siksa ini] disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini.”) yaitu dikatakan kepada penghuni neraka dengan cara mencerca dan mengejek:

“Rasakanlah olehmu siksaan ini disebabkan kalian telah mendustakan dan menganggapnya mustahil terjadi serta melupakan peristiwa tersebut dengan memperlakukannya seperti perlakukan kepada orang yang melupakannya.”

إِنَّا نَسِينَٰكُمْ (“Sesungguhnya Kami telah melupakanmu [pula].”) yaitu, Kami akan memperlakukan kalian seperti perlakukan kepada orang yang melupakan sesuatu. Akan tetapi, sikap-Nya itu adalah masalah balasan, sebagaiman Allah Ta’ala berfirman: “Dan dikatakan [kepada mereka]: ‘Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan [dengan] harimu.”)(al-Jaatsiyah: 34)

Firman Allah: وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (“Dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang kamu selalu kerjakan.”) yaitu oleh sebab kekufuran dan perndustaan kalian.

Tafsir Kemenag: Karena orang-orang musyrik mendustakan hari Kiamat, dan memandangnya sebagai suatu hal yang mustahil terjadi, serta meyakini bahwa mereka tidak akan bertemu dengan Tuhan pada hari Kiamat, mereka merasakan azab yang ditimpakan itu. Pada waktu pintu tobat telah tertutup, Allah menyatakan bahwa Ia tidak akan memperhatikan lagi permintaan mereka.

Pada akhir Ayat ini, Allah menyebutkan bentuk azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir adalah azab yang kekal di dalam neraka, akibat tindakan dan perbuatan mereka itu.

Tafsir Quraish Shihab: Maka rasakanlah azab yang disebabkan oleh kelalaian akan pertemuan hari ini. Kami akan meninggalkan kalian di dalam azab seperti orang-orang yang terlupakan. Dan rasakanlah siksa yang abadi dan tidak ada putus-putusnya, karena kekufuran dan kemaksiatan kalian.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah As-Sajdah Ayat 12-14 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S