Surah Asy-Syu’ara Ayat 210-212; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Asy-Syu'ara Ayat 210-212

Pecihitam.org – Kandungan Surah Asy-Syu’ara Ayat 210-212, menerangkan tentang bantahan tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 210-212

Surah Asy-Syu’ara Ayat 210
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ

Terjemahan: Dan Al Quran itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan.

Tafsir Jalalain: وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ (Dan dia itu tidak dibawa turun) yakni Alquran itu tidak dibawa turun oleh الشَّيَاطِينُ (setan-setan).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman mengabarkan tentang kitab-Nya yang mulia; وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ (“Dan al-Qur’an ini bukanlah dibawa turun oleh syaithan-syaithan”) kemudian Dia menyebutkan bahwa hal itu tercegah karena tiga alasan. Salah satunya bahwa hal tersebut tidak layak bagi mereka. karena di antara karakter mereka adalah merusak dan menyesatkan para hamba. Sedangkan di dalam al-Qur’an terkandung amar ma’ruf dan nahi munkar, cahaya, hidayah dan bukti nyata yang jelas. Maka di antara al-Qur’an dan syaithan sangat bertolak belakang.

Tafsir Kemenag: Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.

Ada tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari setan, yaitu:

  1. Isi Al-Qur’an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur’an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.
  2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur’an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.
  3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur’an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur’an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur’an dijaga Allah dari setan.
Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 86-87; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Alquran menafikan ucapan orang kafir Mekah bahwa Muhammad telah dirasuki jin yang membisikkan Alquran. Maka difirmankan, “Setan-setan itu tak dapat menurunkan dan membisikkan Alquran!

Surah Asy-Syu’ara Ayat 211
وَمَا يَنبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ

Terjemahan: Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Quran itu, dan merekapun tidak akan kuasa.

Tafsir Jalalain: وَمَا يَنبَغِي (Dan tidaklah patut) tidak pantas لَهُمْ (bagi setan-setan itu) untuk membawa turun Alquran وَمَا يَسْتَطِيعُونَ (dan mereka pun tidak akan kuasa) melakukannya.

Tafsir Ibnu Katsir: Untuk itu Allah berfirman: وَمَا يَنبَغِي لَهُ (“dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur’an itu.”) sekalipun patut bagi mereka, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pastilah kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” (al-Hasyr: 21)

Kemudian Dia menjelaskan bahwa sekalipun mereka patut dan mereka mampu membawa dan menyampaikannya, niscaya mereka tidak akan mampu menjangkaunya, karena mereka akan tersingkir dari pendengaran al-Qur’an pada waktu turunnya. Karena langit dipenuhi oleh penjagaan yang ketat dan bola-bola api [meteor] pada saat diturunkannya al-Qur’an kepada Rasulullah saw.

maka tidak ada satu shaitan pun yang dapat lolos mendengarkan satu huruf pun agar tidak terjadi pencampuradukan. Hal ini merupakan rahmat Allah kepada hamba-Nya, penjagaan Allah terhadap syariat-Nya dan dukungan Allah kepada kitab dan Rasul-Nya.

Baca Juga:  Surah Nuh Ayat 25-28; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.

Ada tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari setan, yaitu:

  1. Isi Al-Qur’an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur’an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.
  2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur’an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.
  3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur’an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur’an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur’an dijaga Allah dari setan.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka tidak boleh dan tidak akan mampu membuat dan menurunkan Alquran.

Surah Asy-Syu’ara Ayat 212
إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Quran itu.

Tafsir Jalalain: إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ (Sesungguhnya mereka dari pada mendengarkan) percakapan para Malaikat لَمَعْزُولُونَ (benar-benar dijauhkan) dengan dilempar oleh batu-batu meteor.

Tafsir Ibnu Katsir: Untuk itu Allah berfirman: إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ (“Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar al-Qur’an itu.”) sebagaimana Allah berfirman mengabarkan tentang jin yang artinya: “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui [rahasia] langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.” (al-Jinn: 8)

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 71-75; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.

Ada tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari setan, yaitu:

  1. Isi Al-Qur’an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur’an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.
  2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur’an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.
  3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur’an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur’an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur’an dijaga Allah dari setan.

Tafsir Quraish Shihab: Dan sesungguhnya setan-setan itu dijauhkan dan tidak dapat mendengar Alquran yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Asy-Syu’ara Ayat 210-212 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S