Surah Asy Syu’ara Ayat 60-68; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Asy Syu'ara Ayat 60-68

Pecihitam.org – Kandungan Surah Asy Syu’ara Ayat 60-68 ini, menerangkan bahwa setelah Fir’aun melihat Bani Israil dari dekat berjalan mengarungi lautan itu, ia dan tentaranya pun mengikuti jejak mereka dan memasuki lautan. Ketika Fir’aun dan tentaranya berada di tengah-tengah laut, sedang Musa dan Bani Israil sudah sampai di seberang lautan dan semuanya selamat sampai di darat, air laut pun bertaut kembali seperti biasa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dengan demikian, Fir’aun yang sedang meniti jalan yang sama terjebak air dan tenggelam bersama tentaranya, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Asy Syu’ara Ayat 60-68

Surah Asy Syu’ara Ayat 60
فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ

Terjemahan: Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.

Tafsir Jalalain: فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ (Maka Firaun dan bala tentaranya mengejar mereka di waktu matahari terbit) yakni di waktu pagi.

Tafsir Ibnu Katsir: Maka Firaun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.

Musa menjawab, “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Lalu Kami wahyukan kepada Musa “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. Maka terbelahlah lautan itu, dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Fir’aun beserta segenap aparat pemerintahan dan bala tentaranya, baru bisa ke luar meninggalkan Mesir untuk menyusul Musa dan Bani Israil pada waktu pagi. Mengenai keterlambatan mereka ada dua pendapat:

Pertama: Sebagaimana disebut dalam kitab Perjanjian Lama (Keluaran 11-12), mereka ditimpa musibah maut pada malam keberangkatan Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir. Pada pertengahan malam itu, banyak perawan Mesir mati, baik manusia maupun binatang, sehingga menyebabkan mereka sibuk mengubur jenazah-jenazah itu sampai pagi. Kedua: Karena pada malam itu mereka diliputi kabut yang tebal dan udara yang sangat dingin sampai pagi.

Tafsir Quraish Shihab: Fir’aun dan kaumnya berusaha mengejar Bani Israil yang berhasil disusul di saat matahari terbit.

Surah Asy Syu’ara Ayat 61
فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَى إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

Terjemahan: Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”.

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ (Maka setelah kedua golongan itu saling melihat) masing-masing pihak telah melihat pihak yang lainnya قَالَ أَصْحَابُ مُوسَى إِنَّا لَمُدْرَكُونَ (berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita benar-benar akan terkejar”) oleh pasukan Firaun, kita tidak akan mampu menghadapi mereka, karena kita tidak mempunyai kekuatan.

Tafsir Ibnu Katsir:Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Sebagian ulama tafsir yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa Fir’aun keluar dengan diiringi oleh iringan yang besar terdiri dari.

sejumlah besar orang-orang kerajaannya, yaitu para ahli musyawarahnya, para patih, para hulubalang, para pembesar kerajaan, dan bala tentaranya. Adapun mengenai kisah yang disebutkan oleh kebanyakan kisah Israiliyat yang menyebutkan bahwa Fir’aun berangkat dengan membawa sejuta enam ratus pasukan berkudanya; yang seratus ribunya antara lain terdiri dari kuda yang hitam, maka kisah ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya.

Tafsir Kemenag: Ketika Musa beserta Bani Israil dan Fir’aun bersama bala tentaranya berada dalam jarak yang dekat, Bani Israil merasa cemas dan khawatir kalau mereka tersusul oleh Fir’aun dan bala tentaranya. Mereka berkata kepada Musa, “Fir’aun dan tentaranya telah menyiksa anak-anak kami sebelum kami berangkat, dan setelah tersusul, kami semua akan dibunuh oleh mereka.”.

Tafsir Quraish Shihab: Maka tatkala kedua kelompok itu saling melihat, para pengikut Musa berkata ketakutan, “Sesungguhnya Fir’aun dan kaumnya hampir menyusul dan kemudian membunuh kita.”

Surah Asy Syu’ara Ayat 62
قَالَ كَلَّا إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Terjemahan: Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berkatalah) Nabi Musa, قَالَ كَلَّا (“Sekali-kali tidak akan tersusul) kita tidak akan tersusul oleh mereka إِنَّ مَعِيَ رَبِّ (sesungguhnya Rabbku besertaku) pertolongan-Nya selalu menyertaiku سَيَهْدِينِ (kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”) jalan yang menuju keselamatan.

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 41-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu katsir:Musa menjawab, “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku. (Asy-Syu’ara’: 61 -62) Yakni tiada sesuatu pun dari hal yang kalian khawatirkan akan menimpa kalian, karena sesungguhnya Allah Swt.

Dialah yang telah memerintahkanku untuk berjalan ke arah ini bersama kalian, sedangkan Dia tidak akan mengingkari janji-(Nya). Saat itu Harun a.s. berada di barisan paling depan bersama Yusya’ ibnu Nun, dan orang-orang yang beriman dari kalangan keluarga Fir’aun serta Musa berada di barisan tengah.

Sebagian kalangan ulama tafsir yang bukan hanya seorang menyebutkan bahwa saat itu kaum Bani Israil berhenti, mereka tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Lalu Yusya’ ibnu Nun atau orang-orang yang beriman dari kalangan keluarga Fir’aun berkata kepada Musa a.s., “Hai Nabi Allah, apakah Tuhanmu memerintahkanmu berjalan ke tempat ini?” Musa menjawab, “Ya.” Maka Fir’aun dan pasukannya bertambah dekat, dan jaraknya hanya tinggal sedikit sampai kepada mereka.

Tafsir Kemenag: Atas kecemasan dan kekhawatiran Bani Israil itu, Musa menghibur hati mereka dengan ucapan yang tegas bahwa mereka sekali-kali tidak akan tersusul oleh Fir’aun. Perbuatannya mengajak dan membawa pergi Bani Israil keluar dari Mesir menuju Palestina adalah perintah dan kehendak Allah.

Dengan demikian, Allah akan menunjukkan kepada mereka jalan keluar, sehingga mereka selamat dari segala bahaya yang mengancam. Allah pula yang akan memberinya pertolongan dan kemenangan serta menjamin keselamatan mereka dari kekejaman Fir’aun dan bala tentaranya.

Tafsir Quraish Shihab: Musa berkata, “Sesungguhnya perlindungan Allah selalu menyertai ke mana aku pergi. Dia senantiasa memberikan kepadaku jalan keselamatan.” Demikianlah, Musa berusaha menenangkan Bani Israil dan membuang jauh-jauh dari pikiran mereka perihal ketersusulan yang menakutkan itu.

Surah Asy Syu’ara Ayat 63
فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

Terjemahan: Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

Tafsir Jalalain: Allah berfirman, فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ (“Lalu Kami wahyukan kepada Musa, ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu’) maka Nabi Musa memukul laut itu dengan tongkatnya. فَانفَلَقَ (Maka terbelahlah lautan itu) membentuk dua belas jalan فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ (tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar) di antara dua gunung terdapat jalan yang akan dilalui oleh mereka; sehingga disebutkan bahwa pelana hewan-hewan kendaraan mereka sedikit pun tidak terkena basah, dan tidak pula kecipratan air.

Tafsir Ibnu Katsir: Maka Allah memerintahkan kepadanya melalui firman-Nya: Pukullah lautan itu dengan tongkatmu! (Asy-Syu’ara’: 63) Qatadah mengatakan bahwa pada malam itu Allah memerintahkan kepada laut tersebut (seraya berfirman), “Apabila Musa memukulmu dengan tongkatnya, maka dengarkanlah ucapannya dan taatilah perintahnya.” Maka pada malam itu laut tersebut bergetar semalaman, tanpa mengetahui dari sisi mana Musa akan memukulnya.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Allah mewahyukan kepada Musa dan menunjukkan jalan keluar dari bahaya yang mengancam itu. Musa diperintahkan untuk memukulkan tongkatnya ke laut sehingga lautan itu terbelah dan membentuk jalan yang akan dilalui setiap keturunan Bani Israil. Setiap belahan dari air laut itu merupakan gunung besar dan tinggi, serta membentuk jalan yang kering dan bisa dilalui Bani Israil, sebagaimana firman Allah:

Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).” (thaha/20: 77).

Tafsir Quraish Shihab: Maka Kami wahyukan kepada Musa agar memukul lautan dengan tongkatnya. Seketika, lautan itu terbelah membuat dua belas jalur, sesuai dengan jumlah kelompok Bani Israil. Setiap jalur dipisahkan oleh dinding air seperti gunung yang besar dan kokoh.

Surah Asy Syu’ara Ayat 64
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ

Terjemahan: Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.

Tafsir Jalalain: وَأَزْلَفْنَا (Dan Kami dekatkan) Kami jadikan ثَمَّ (di sana) di tempat itu لْآخَرِينَ (golongan yang lain) Firaun dan kaumnya, sehingga mereka melalui jalan yang dilalui oleh Nabi Musa dan kaumnya.

Baca Juga:  Surah Thaha Ayat 49-52; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir ibnu katsir: وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ ( Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.)

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir’aun melihat Bani Israil dari dekat berjalan mengarungi lautan itu, ia dan tentaranya pun mengikuti jejak mereka dan memasuki lautan. Ketika Fir’aun dan tentaranya berada di tengah-tengah laut, sedang Musa dan Bani Israil sudah sampai di seberang lautan dan semuanya selamat sampai di darat, air laut pun bertaut kembali seperti biasa.

Dengan demikian, Fir’aun yang sedang meniti jalan yang sama terjebak air dan tenggelam bersama tentaranya, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat.

Tafsir Quraish Shihab: Fir’aun beserta kaumnya Kami buat semakin mendekat, agar mereka dapat memasuki jalur-jalur itu di belakang Musa dan kaumnya.

Surah Asy Syu’ara Ayat 65
وَأَنجَيْنَا مُوسَى وَمَن مَّعَهُ أَجْمَعِينَ

Terjemahan: Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.

Tafsir Jalalain: Dan Kami selamatkan Musa dan semua orang-orang yang besertanya) dengan mengeluarkan mereka dari laut, sebagaimana gambaran yang telah disebutkan tadi.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. (Asy-Syu’ara’: 65-66) Yaitu Kami selamatkan Musa dan Bani Israil serta orang-orang yang mengikuti mereka, seagama dengan mereka; tiada seorang pun dari mereka yang binasa.

Fir’aun berikut bala tentaranya ditenggelamkan sehingga tidak ada seorang pun dari mereka melainkan binasa (mati tenggelam). Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Syababah, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah ibnu Mas’ud, bahwa ketika Musa membawa serta Bani Israil pergi di malam hari, beritanya sampai kepada Fir’aun, lalu Fir’aun memerintahkan agar disembelihkan seekor kambing.

Tafsir Kemenag: Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. (Asy-Syu’ara’: 65-66) Yaitu Kami selamatkan Musa dan Bani Israil serta orang-orang yang mengikuti mereka, seagama dengan mereka; tiada seorang pun dari mereka yang binasa. Fir’aun berikut bala tentaranya ditenggelamkan sehingga tidak ada seorang pun dari mereka melainkan binasa (mati tenggelam).

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Syababah, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah ibnu Mas’ud, bahwa ketika Musa membawa serta Bani Israil pergi di malam hari, beritanya sampai kepada Fir’aun, lalu Fir’aun memerintahkan agar disembelihkan seekor kambing.

Tafsir Quraish Shihab: Kami menyelamatkan Musa dan orang-orang yang menyertainya dengan membuat lautan itu tetap terbelah, sampai mereka semua selesai menyeberang.

Surah Asy Syu’ara Ayat 66
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

Terjemahan: Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.

Tafsir Jalalain: ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ (Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu) yakni Firaun dan kaumnya, dengan menutup kembali lautan ketika mereka telah masuk ke dalamnya, sedangkan Bani Israel telah selamat keluar semuanya dari laut.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. (Asy-Syu’ara’: 65-66) Yaitu Kami selamatkan Musa dan Bani Israil serta orang-orang yang mengikuti mereka, seagama dengan mereka; tiada seorang pun dari mereka yang binasa. Fir’aun berikut bala tentaranya ditenggelamkan sehingga tidak ada seorang pun dari mereka melainkan binasa (mati tenggelam).

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Syababah, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah ibnu Mas’ud, bahwa ketika Musa membawa serta Bani Israil pergi di malam hari, beritanya sampai kepada Fir’aun, lalu Fir’aun memerintahkan agar disembelihkan seekor kambing.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir’aun melihat Bani Israil dari dekat berjalan mengarungi lautan itu, ia dan tentaranya pun mengikuti jejak mereka dan memasuki lautan. Ketika Fir’aun dan tentaranya berada di tengah-tengah laut, sedang Musa dan Bani Israil sudah sampai di seberang lautan dan semuanya selamat sampai di darat, air laut pun bertaut kembali seperti biasa.

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 85-88; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dengan demikian, Fir’aun yang sedang meniti jalan yang sama terjebak air dan tenggelam bersama tentaranya, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat.

Tafsir Quraish Shihab: Lalu Kami menenggelamkan Fir’aun dan orang-orang yang menyertainya–saat mereka membuntuti Musa dan Bani Israil–dengan menimpakan air ke arah mereka.

Surah Asy Syu’ara Ayat 67
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينََ

Terjemahan: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.

Tafsir Jalalain: إِنَّ فِي ذَلِكَ (Sesungguhnya pada yang demikian itu) yaitu ditenggelamkannya Firaun dan kaumnya لَآيَةً (benar-benar merupakan tanda) yaitu pelajaran bagi orang-orang yang sesudah mereka. وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ (Akan tetapi kebanyakan mereka tidak beriman) kepada Allah. Yang beriman kepada Allah dari kalangan kaum Firaun hanyalah Asiah istri Firaun sendiri, Hezqil dari kalangan keluarga Firaun dan Maryam binti Namushi yang menunjukkan tempat kuburan Nabi Yusuf a.s.

Tafsir Ibnu Katsir: Belum ada suatu pemandangan orang tenggelam sebanyak itu selain hari itu, Fir’aun la’natullah pun ikut tenggelam. Kemudian Allah Swt. berfirman: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat). (Asy-Syu’ara’: 67) Yakni di dalam kisah ini dan keajaiban yang terkandung di dalamnya, serta pertolongan dan kemenangan bagi hamba-hamba Allah yang mukmin, benar-benar terkandung dalil dan hujah yang pasti serta hikmah yang agung.

Tafsir Kemenag: Keberhasilan Musa dan semua pengikutnya sampai ke daratan seberang dengan selamat, dan tenggelamnya Fir’aun bersama seluruh tentaranya di tengah lautan merupakan satu tanda yang nyata atas kekuasaan Allah dan kebenaran Nabi Musa sebagai rasul-Nya.

Allah senantiasa memberikan pertolongan dan kemenangan kepada para hamba-Nya yang beriman dengan sungguh-sungguh. Allah juga selalu membinasakan dan menyiksa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya terutama di akhirat kelak. Firman Allah:

Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Maha Perkasa. (al-hajj/22: 40)

Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. (Fussilat/41: 28)

Manusia yang keras dan hatinya telah membatu seperti Fir’aun dan kaumnya tidak akan mau beriman, meskipun melihat dengan nyata kebenaran sesuatu. Peristiwa ini juga menjadi penghibur bagi Rasulullah karena dengan hal itu, beliau mengetahui bahwa bukan hanya dia yang mengalami cobaan seperti itu, tetapi juga para nabi dan rasul Allah yang terdahulu. Semuanya berakhir dengan kemenangan bagi para nabi dan rasul Allah, dan kekalahan bagi musuh-musuh mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya perbuatan Tuhan yang menakjubkan ini merupakan suatu peringatan bagi siapa saja yang mau menggunakannya. Akan tetapi kebanyakan kaum tidak mempercayainya.

Surah Asy Syu’ara Ayat 68
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Terjemahan: Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ (Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa) maka Dia membalas kelakuan orang-orang kafir itu dengan menenggelamkan mereka الرَّحِيمُ (lagi Maha Penyayang.”) terhadap orang-orang Mukmin, Dia menyelamatkan mereka dari tenggelam.

Tafsir Ibnu Katsir: tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. (Asy-Syu’ara’: 67-68)”

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Allah Mahaperkasa dan Mahakuasa. Dia akan mengazab para musuh-Nya dan musuh para nabi dan rasul. Akan tetapi, Allah Maha Penyayang kepada para pendukung dan pembela agama-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Dan sesungguhnya Pencipta dan Pemeliharamu Mahaperkasa untuk membalas orang-orang yang mendustakan kebenaran, Maha Pemberi rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Asy Syu’ara Ayat 60-68 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S