Surah At-Tahrim Ayat 9-10; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah At-Tahrim Ayat 9-10

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Tahrim Ayat 9-10 ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad mengangkat senjata dan memerangi orang-orang kafir dengan sungguh-sungguh dan memberi ancaman serta bertindak tegas dan keras kepada orang-orang munafik. Nabi juga diperintahkan untuk menjelaskan bahwa mereka akan mengalami kekecewaan di akhirat nanti karena kemunafikan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah membuat satu perumpamaan yang menjelaskan keadaan orang-orang kafir yang tidak bermanfaat lagi baginya pelajaran dan nasihat dari orang-orang mukmin yang jujur, antara lain para nabi dan rasul karena kerasnya hati mereka.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah At-Tahrim Ayat 9-10

Surah At-Tahrim Ayat 9
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلۡكُفَّارَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡ وَمَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ

Terjemahan: Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Tafsir Jalalain: يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلۡكُفَّارَ (Hai Nabi! Perangilah orang-orang kafir) dengan memakai senjata وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ (dan orang-orang munafik) dengan memakai lisan dan hujah وَٱغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡ (dan bersikap keraslah terhadap mereka) dengan berbicara keras dan membenci mereka. وَمَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ (Tempat mereka adalah neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali itu) adalah neraka Jahanam.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman seraya memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad saw. untuk berjihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Satu pihak dengan menggunakan senjata dan pertempuran, sedangkan pihak lain dengan menegakkan hukum terhadap mereka. وَٱغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡ (“Dan bersikap keraslah kepada mereka.”) yakni di dunia.
وَمَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ (“Tempat mereka adalah neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.”) maksudnya di hari kiamat kelak.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad mengangkat senjata dan memerangi orang-orang kafir dengan sungguh-sungguh dan memberi ancaman serta bertindak tegas dan keras kepada orang-orang munafik. Nabi juga diperintahkan untuk menjelaskan bahwa mereka akan mengalami kekecewaan di akhirat nanti karena kemunafikan mereka.

Oleh karena itu, Nabi saw pernah mengusir secara tegas sebagian orang munafik dan menyuruhnya keluar dari masjid. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam yang merupakan seburuk-buruk tempat tinggal, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

Baca Juga:  Surah At-Tahrim Ayat 11-12; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (al-Furqan/25: 66) Dalam ayat lain juga dijelaskan: Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali. (an-Nisa’/4: 97).

Tafsir Quraish Shihab: Wahai Muhammad, berjuanglah melawan orang-orang kafir yang menyatakan kekafirannya dan orang-orang munafik yang menyembunyikan hakikat mereka dengan segala kekuatan dan bukti yang kamu miliki. Bersikap keraslah dalam berjuang melawan kedua kelompok tersebut. Tempat tinggal mereka adalah Jahannam. Seburuk-buruk tempat kembali adalah tempat mereka.

Surah At-Tahrim Ayat 10
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱمۡرَأَتَ نُوحٍ وَٱمۡرَأَتَ لُوطٍ كَانَتَا تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَٰلِحَيۡنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمۡ يُغۡنِيَا عَنۡهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا وَقِيلَ ٱدۡخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ

Terjemahan: Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”.

Tafsir Jalalain: ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱمۡرَأَتَ نُوحٍ وَٱمۡرَأَتَ لُوطٍ كَانَتَا تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَٰلِحَيۡنِ فَخَانَتَاهُمَا (Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya) dalam masalah agama, karena ternyata keduanya kafir dan adalah istri Nabi Nuh yang dikenal dengan nama Wahilah telah berkata kepada kaumnya,

“Sesungguhnya Nuh ini adalah orang gila.” Sedangkan istri Nabi Luth yang dikenal dengan nama Wailah, memberikan petunjuk kepada kaumnya tentang tamu-tamunya, yaitu bahwa jika tamu-tamu itu tinggal di rumahnya, maka ia akan memberi tanda kepada mereka dengan api di waktu malam dan kalau siang hari dengan memakai asap.

فَلَمۡ يُغۡنِيَا (maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu) yaitu Nabi Nuh dan Nabi Luth tidak bisa menolong عَنۡهُمَا مِنَ ٱللَّهِ (mereka berdua dari Allah) dari azab-Nya شَيۡـًٔا وَقِيلَ (barang sedikit pun; dan dikatakan) kepada kedua istri itu ٱدۡخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ (“Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang memasukinya”) yaitu bersama orang-orang kafir dari kalangan kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi Luth.

Baca Juga:  Surah Al-Mu'minun Ayat 42-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ (“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth [sebagai] perumpamaan bagi orang-orang kafir.”) yakni bergaul dan berbaurnya mereka dengan kaum muslimin, yang demikian itu sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka di sisi Allah, seandainya di dalam hatinya tidak ada keimanan sedikitpun.

Kemudian Allah menyebutkan perumpamaan, Dia berfirman: ٱمۡرَأَتَ نُوحٍ وَٱمۡرَأَتَ لُوطٍ كَانَتَا تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَٰلِحَيۡنِ (“Istri Nuh dan istri Luth [sebagai] perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami.”) maksudnya, dua orang Nabi dan Rasul selalu berada bersama keduanya siang dan malam, memberi makan kepada keduanya, mencampuri dan menggauli mereka berdua dengan perlakuan yang mesra dan menyenangkan.

فَخَانَتَاهُمَا (“Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya.”) yakni dalam hal keimanan, dimana mereka tidak sepakat untuk satu iman dengan mereka, tidak juga mau mempercayai risalah yang diemban keduanya. semua itu tidak akan memperoleh apa-apa dan tidak akan mampu menolak petaka yang akan ditimpakan kepada mereka. Oleh karena itu Allah berfirman:

فَلَمۡ يُغۡنِيَا عَنۡهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا (“Maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari [siksa] Allah.”) yakni, keadaan kufur istri mereka berdua. وَقِيلَ (“dan dikatakan”) yakni kepada kedua istri tersebut: ٱدۡخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ (“Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk [neraka].”

Yang dimaksud dengan pengkhianatan di atas bukan dalam hal fahisyah [zina], tetapi pengkhianatan dalam masalah agama, karena istri-istri Nabi itu terpelihara dari perselingkuhan dan perzinaan demi menjaga kehormatan para Nabi, sebagaimana yang telah dikemukakan dalam pembahasan dalam surah an-Nuur ayat 26.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah membuat satu perumpamaan yang menjelaskan keadaan orang-orang kafir yang tidak bermanfaat lagi baginya pelajaran dan nasihat dari orang-orang mukmin yang jujur, antara lain para nabi dan rasul karena kerasnya hati mereka.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 161-163; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tidak ada kesediaan mereka untuk beriman dan fitrah mereka sudah menyimpang dari kebenaran, seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut. Keduanya di dalam asuhan dan pengawasan dua orang nabi, yang mestinya dapat memberikan petunjuk sehingga memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Akan tetapi, keduanya tidak mau, bahkan mereka berbuat khianat dan kekafiran. Istri Nabi Nuh menuduh suaminya gila, sedang istri Nabi Lut menuntun kaum suaminya untuk berbuat yang tidak wajar dan tidak sopan terhadap tamu-tamu suaminya yaitu para malaikat.

Keakraban kedua istri-istri itu dengan para suami yaitu Nabi Nuh dan Nabi Lut, dua hamba Allah yang saleh, tidak dapat membendung dan mencegah keduanya dari berbuat khianat dan kufur. Oleh karena itu, kedua istri itu pantas mendapat azab Allah dan akan dimasukkan ke dalam neraka bersama rombongan penghuni neraka, sebagai balasan yang setimpal dari perbuatan keduanya yang jahat, yang merupakan dosa besar.

Tafsir Quraish Shihab: Allah menyebutkan suatu keadaan menakjubkan yang dapat menunjukkan kedaan serupa orang-orang kafir, yaitu istri Nabi Nûh dan istri Nabi Lûth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba pilihan Kami yang saleh. Keduanya berkhianat dengan melakukan konspirasi untuk menjatuhkan suami mereka dan menyebarkan rahasianya.

Kedua hamba yang saleh itu tidak mampu menolak sedikit pun azab Allah yang dijatuhkan kepada istri mereka. Saat kehancuran, dikatakan kepada kedua istri tersebut, “Masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama yang lain.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Tahrim Ayat 9-10 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S