Surah At-Taubah Ayat 103-104; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 103-104

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 103-104 ini menjelaskan bahwa salah satu dari kewajiban setiap orang muslim adalah memberikan sebagian dari harta kekayaan mereka kepada fakir miskin, atau yang biasa disebut dengan zakat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mengeluarkan zakat hukumnya wajib, selain itu bersedekah juga merupakan perbuatan mustahab yang berulang kali ditekankan oleh para nabi.

Menyusul perintah Allah dalam ayat sebelumnya tentang zakat, ayat selanjutnya menyinggung bahwa, kendati Rasulullah Saw yang mengambil zakat kalian dan membagi-bagikannya kepada kaum fakir miskin, pada hakikatnya yang menerima zakat kalian adalah Allah Swt dan Rasulullah Saw hanya melakukan perintah Allah untuk mengumpulkan zakat kalian.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa sebelum sedekah atau zakat itu sampai ke tangan kaum fakir miskin, telah terlebih dahulu diterima oleh Allah Swt.

Jelas bahwa barangsiapa yang menentang perintah Allah ini dan perintah-perintah-Nya yang lain, maka mereka harus bertaubat dan tidak ada satu pihakpun yang dapat mengabulkan taubat mereka kecuali Allah Swt.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 38-39; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 103-104

Surah At-Taubah Ayat 103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Terjemahan: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Jalalain: خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا (Ambillah sedekah dari sebagian harta mereka, dengan sedekah itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka) dari dosa-dosa mereka, maka Nabi saw. mengambil sepertiga harta mereka kemudian menyedekahkannya وَصَلِّ عَلَيْهِمْ (dan berdoalah untuk mereka).

إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ (Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketenangan jiwa) rahmat لَهُمْ (bagi mereka) menurut suatu pendapat yang dimaksud dengan سَكَنٌ ialah ketenangan batin lantaran tobat mereka diterima. وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).

Baca Juga:  Surat Al-Kahfi: Penjelasan Tentang 'Walyatalaththof', kisah Ashabul Kahfi, dan Keutamaannya

Tafsir Quraish Shihab: Wahai Rasulullah, ambillah sedekah dari harta orang-orang yang bertobat itu, yang dapat membersihkan mereka dari dosa dan kekikiran dan dapat mengangkat derajat mereka di sisi Allah.

Doakanlah mereka dengan kebaikan dan hidayah, karena sesungguhnya doamu dapat menenangkan jiwa dan menenteramkan kalbu mereka. Allah Maha Mendengar doa dan Maha Mengetahui orang-orang yang ikhlas dalam bertobat.

Surah At-Taubah Ayat 104
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Terjemahan: Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

Tafsir Jalalain: أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ (Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan mengambil) maksudnya menerima

الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ (zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat) hamba-hamba-Nya, yakni dengan menerima tobat mereka الرَّحِيمُ (lagi Maha Penyayang) kepada mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Furqan Ayat 68-71; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Kata tanya pada awal ayat ini bermakna taqrir; pengertian yang dimaksud ialah untuk menggugah mereka agar mau bertobat dan berzakat atau bersedekah.

Tafsir Quraish Shihab: Camkan, hendaknya orang-orang yang bertobat itu mengetahui bahwa hanya Allah satu-satunya yang menerima pertobatan yang ikhlas dan sedekah yang baik. Karunia-Nya dalam menerima tobat sungguh amat luas dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya sangat besar.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 103-104 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga bermanfaat dan semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah. Amin

M Resky S