Surah At-Taubah Ayat 42; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 42

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 42 ini menyatakan, bahwa sebagian orang yang mengaku telah beriman kepada Allah Swt, namun sayangnya mereka justru enggan untuk pergi ke medan Tabuk dan mencari-cari alasan untuk tidak ikut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terkadang mereka mengatakan mengenai ketidakmampuan fisik mereka untuk menempu jarak perjalanan yang begitu jauh, bahkan terkadang pula mereka mengatakan bahwa mereka tidak memiliki bekal makanan dalam perjalanan tersebut. Untuk itu mereka tidak segan-segan bersumpah dan menyatakan ketidak mampuan mereka pergi ke medan perang.

Padahal, apabila terdapat rampasan perang yang bisa diperoleh dengan mudah dan di jalan yang dekat, mereka pasti akan datang dan tidak lagi menyampaikan alasan.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 42

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Terjemahan: Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu”. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

Baca Juga:  Surah An-Naml Ayat 41-44; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: لَوْ (Kalau) apa yang engkau serukan kepada mereka itu كَانَ عَرَضًا (berupa keuntungan) yaitu harta duniawi قَرِيبًا (yang mudah diperoleh) gampang diraih وَسَفَرًا قَاصِدًا (dan perjalanan yang tidak berapa jauh) artinya pertengahan

لَاتَّبَعُوكَ (pastilah mereka mengikutimu) dengan niat untuk mendapatkan ganimah وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ (tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka) karena itu mereka tidak mau ikut.

وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ (Mereka akan bersumpah atas nama Allah) bilamana kalian kembali kepada mereka لَوِ اسْتَطَعْنَا (“Jika kami sanggup) berangkat لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ (tentulah kami berangkat bersama-sama kalian.”

Mereka membinasakan diri mereka sendiri) dengan sumpah dusta وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang dusta) dalam perkataan mereka yang demikian itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah SWT mencela orang-orang yang tidak ikut dengan Nabi SAW dalam Perang Tabuk. Mereka lebih suka tinggal di tempat, padahal mereka telah diseru untuk berangkat berperang; dengan beralasan bahwa mereka adalah orang-orang yang mempunyai uzur, padahal kenyataannya tidaklah demikian.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 219-220 dan Terjemahannya

Karena itulah Allah Swt. berfirman: {لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا} Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh. Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan عَرَضًا قَرِيبًا ialah ganimah (rampasan perang) yang dekat (mudah diperoleh).

{وَسَفَرًا قَاصِدًا} Dan perjalanan yang tidak berapa jauh. Yang dimaksud, dengan قَاصِدًا ialah dekat, tidak berapa jauh. {لاتَّبَعُوكَ} pastilah mereka mengikutimu. Yakni niscaya mereka mau datang bersamamu untuk tujuan tersebut.

{وَلَكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ} tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Yang dimaksud dengan syuqqah ialah jauh, yakni menuju ke negeri Syam. {وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ} Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah. Yaitu kepada kalian jika kalian pulang dari medan perang kepada mereka.

{لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ} Jikalau kami sanggup, tentulah kami berangkat bersama-sama kalian. Artinya, seandainya kami tidak mempunyai uzur (halangan), pastilah kami akan ikut dengan kalian. Dalam ayat selanjutnya Allah Swt. berfirman:

{يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ} Mereka membinasakan diri mereka sendiri, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang dusta.

Tafsir Quraish Shihab: Al-Qur’an mengecam orang-orang munafik karena keengganan mereka untuk mengikuti Rasulullah dalam berjihad. Allah berfirman;

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 117; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

“Seandainya apa yang diserukan kepada orang-orang munafik itu adalah salah satu kesenangan dunia yang mudah dicapai, atau perjalanan yang mudah ditempuh, mereka pasti akan mengikutimu, wahai Rasul. Tetapi ternyata perjalanan itu sangat sulit bagi mereka. Dan mereka akan bersumpah, andaikata mampu, mereka pasti akan keluar berperang bersamamu.”

Mereka membinasakan diri sendiri dengan kemunafikan dan kebohongan ini. Keadaan mereka tidak samar dalam pandangan Allah. Dia Mengetahui kebohongan mereka dan memberikan balasan kepada mereka atas apa yang mereka perbuat.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 42 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S