Surah Fatir Ayat 31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Fatir Ayat 31

Pecihitam.org – Kandungan Surah Fatir Ayat 31 ini, Allah menerangkan Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah Kitabullah yang benar-benar diturunkan dari Allah. Oleh karena itu, Allah mewajibkan kepada Nabi dan kepada segenap umatnya untuk mengamalkan ajarannya dan mengikuti pedoman-pedoman hidup yang terdapat di dalamnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Fatir Ayat 31

Surah Fatir Ayat 31
وَٱلَّذِىٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ هُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرٌۢ بَصِيرٌ

Terjemahan: Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

Tafsir Jalalain: وَٱلَّذِىٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ (Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Alkitab) yakni Alquran هُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ (itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya) yang diturunkan sebelumnya.

إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرٌۢ بَصِيرٌ (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat -keadaan- hamba-hamba-Nya) Dia mengetahui apa yang tersimpan di dalam kalbu mereka dan apa yang mereka lahirkan.

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 13-14; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah befirman: وَٱلَّذِىٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ (“Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu.”) hai Muhammad [Rasulullah], مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ (“yaitu al-Kitab”) maksudnya al-Qur’an. هُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ (“Itulah yang benar, yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya.”) yaitu kitab-kitab terdahulu yang dibenarkannya bahwa dia diturunkan dari Allah, Rabb semesta alam.

إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرٌۢ بَصِيرٌ (“Sesungguhnya Allah benar-benar Mahamengetahui lagi Mahamelihat [keadaan] hamba-hamba-Nya.”) yaitu Dia Mahamengetahui tentang mereka, lagi Mahamelihat siapa yang berhak diberikan keutamaan-Nya.

Untuk itu Dia melebihkan para Nabi dan Rasul di atas seluruh manusia serta melebihkan sebagian para Nabi di atas para Nabi lainnya, mengangkat sebagian derajat mereka serta menjadikan kedudukan Muhammad saw. di atas seluruh para Nabi –semoga shalawat dan salam bagi mereka semuanya-.

Tafsir Kemenag: Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah Kitabullah yang benar-benar diturunkan dari Allah. Oleh karena itu, Allah mewajibkan kepada Nabi dan kepada segenap umatnya untuk mengamalkan ajarannya dan mengikuti pedoman-pedoman hidup yang terdapat di dalamnya.

Bila seorang muslim telah mematuhi secara sempurna ajaran Al-Qur’an itu, maka ia tidak perlu lagi mengamalkan kitab-kitab suci sebelumnya, sekalipun diwajibkan untuk mengimaninya. Sebab apa yang pernah diterangkan dalam kitab-kitab sebelumnya, telah dibenarkan oleh Al-Qur’an.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 106-109; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dengan kata lain, beriman dengan kitab-kitab suci yang pernah diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad bukan berarti mengamalkan ajarannya, tetapi cukup mengimani kebenarannya, sebab intisari dari apa yang tercantum dalam kitab-kitab itu telah tertera pula dalam Al-Qur’an. Allah Maha Mengetahui perihal hamba-Nya.

Allah Mahateliti akan aturan-aturan hidup yang perlu bagi mereka. Atas dasar itulah Dia menetapkan aturan dan hukum-hukum yang sesuai dengan kehidupan mereka, di mana dan kapan mereka berada.

Guna kesejahteraan manusia seutuhnya, Allah mengutus para rasul dengan tugas menyampaikan syariat-Nya, di mana Nabi Muhammad adalah rasul terakhir yang diutus untuk sekalian manusia sampai hari Kiamat. Risalah dan syariat yang dibawanya kekal dan abadi sampai tibanya hari Kiamat.

Firman Allah: Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. (al-An’am/6: 124)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maksud pengetahuan Allah yang Mahaluas mengenai perihal hamba-Nya itu ialah Dia mengangkat derajat para nabi dan rasul melebihi manusia keseluruhannya. Bahkan di antara mereka (para nabi) itu sendiri berbeda-beda tingkat ketinggiannya, dan kedudukan Nabi Muhammad melebihi semua mereka.

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 1; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepadamu adalah benar dan tidak mengandung kesamaran. Kami turunkan al-Qur’ân untuk menguatkan kebenaran kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para rasul sebelum kamu. Semua kita-kitab itu mengandung pokok-pokok ajaran yang sama. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Melihat perbuatan para hamba-Nya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Fatir Ayat 31 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S