Surah Hud Ayat 44; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 44

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 44 ini menjelaskan bahwa atas perintah Allah SWT, maka terjadilah sebuah banjir besar yang disertai dengan angin topan dan hujan lebat yang melanda sebagian besar permukaan bumi.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Setelah itu, atas perintah Allah pula, air kembali surut dan ketenteraman kembali muncul di muka bumi sehingga berlanjutlah generasi orang-orang mukmin.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 44

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Terjemahan: Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”.

Tafsir Jalalain: وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ (Dan difirmankan, “Hai bumi! Telanlah airmu) yang bersumberkan darimu, maka langsung bumi menelan airnya akan tetapi yang turun dari langit masih tetap, sehingga jadilah sungai-sungai dan laut-laut

وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي (dan hai hujan berhentilah.”) hentikanlah air hujanmu, maka seketika itu juga hujan berhenti وَغِيضَ (dan surutlah) berkuranglah الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ (air itu hingga selesailah perintah Allah) kaum Nabi Nuh telah selesai dibinasakan

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 103; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَاسْتَوَتْ (dan bahtera itu berlabuh) bahtera Nabi Nuh berhenti عَلَى الْجُودِيِّ (di atas bukit Al-Judi) nama sebuah bukit yang terletak di suatu pulau dekat dengan negeri Maushul وَقِيلَ بُعْدًا (dan dikatakan, “Binasalah) hancurlah لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (orang-orang yang zalim.”) yaitu orang-orang yang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberi kabar, bahwa sesungguhnya ketika Allah menenggelamkan penduduk bumi seluruhnya kecuali orang-orang yang berada dalam perahu, Allah memerintahkan bumi untuk menelan airnya yang bersumber darinya dan berkumpul di atasnya, serta Allah memerintahkan langit untuk menahan hujan,

وَغِيضَ الْمَاءُ (Dan air pun disurutkan) maksudnya mulai berkurang. وَقُضِيَ الْأَمْرُ (Perintah pun diselesaikan) maksudnya bersihlah penduduk bumi dari orang-orang yang kafir kepada Allah, rumah-rumah mereka pun tidak tersisa sama sekali. وَاسْتَوَتْ (Dan bahtera itu pun berlabuh) perahu dengan orang-orang yang ada di dalamnya, عَلَى الْجُودِيِّ (Di atas bukit Judiy)

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 56; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mujahid berkata: “Yaitu suatu gunung yang berada di al Jazirah (Arabia) yang gunung-gunungnya sangat tinggi sehingga pada waktu itu tidak tenggelam dan gunung itu tunduk kepada Allah, maka ia tidak tenggelam dan perahu Nuh as. berlabuh di atasnya. Dan Qatadah berkata: “Perahu itu berada di gunung tersebut selama satu bulan, kemudian mereka turun darinya.”

Qatadah berkata: “Allah telah mengabadikan perahu Nuh as. di atas gunung Judiy di bumi al Jazirah sebagai pelajaran dan suatu pertanda sehingga umat-umat pertama dari umat ini melihat, bahwa berapa banyak perahu-perahu sesudahnya telah rusak dan telah menjadi tanah.

Al Jazirah ialah, sebuah kota di Irak, gunung Judiy terletak di dekat daerah Mosul, di dekat sungai Dajlah.

Dan firman-Nya: وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (Dan dikatakan: Binasalah orang-orang yang dhalim.) Maksudnya kebinasaan, kerugian dan jauhnya diri dari rahmat Allah menimpa mereka, karena sesungguhnya mereka akhirnya telah binasa dan tidak tersisa sama sekali.

Tafsir Quraish Shihab: Setelah orang-orang yang ingkar itu musnah ditelan air, Allah memerintahkan bumi dan langit dengan mengatakan “Telanlah airmu, wahai bumi; dan hentikan hujanmu, wahai langit!” Seketika itu air pun menghilang dari permukaan bumi dan langit pun berhenti menurunkan hujan.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 102; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Dengan demikian, perintah Allah untuk membinasakan mereka pun berakhir. Adapun bahtera Nuh, akhirnya berlabuh di sebuah gunung bernama Judi.

Allah telah memutuskan untuk menjauhkan orang-orang zalim dari rahmat-Nya. Dikatakanlah, “Kebinasaan akan terjadi pada kaum yang zalim disebabkan kezaliman yang mereka lakukan.”

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 44 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S