Surah Hud Ayat 74-76; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Hud Ayat 74-76

Pecihitam.org – Kandungan Surah Hud Ayat 74-76 ini menceritakan tentang para malaikat juga membawa berita buruk kepada kaum Nabi Luth. Nabi Luth as adalah Nabi yang melanjutkan penyampaian syariat Nabi Ibrahim as. Karena itu berita dari Allah mengenai kaum Luth terlebih dahulu disampaikan kepada Nabi Ibrahim as. Disebutkan bahwa Nabi Ibrahim dan para malaikat itu berdialog mengenai turunnya azab terhadap kaum Luth.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Hud Ayat 74-76

Surah Hud Ayat 74
فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ

Terjemahan: Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ (Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim) perasaan takut telah lenyap dari hatinya وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ (dan berita gembira telah datang kepadanya) yaitu memperoleh anak, mulailah

يُجَادِلُنَا (dia pun bersoal jawab dengan Kami) yakni dengan malaikat-malaikat utusan Kami فِي (tentang) mengenai perihal قَوْمِ لُوطٍ (kaum Luth).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah mengabarkan (dalam firman-Nya) tentang Ibrahim as, bahwa ketika rasa takutnya telah hilang, yaitu dia merasa takut ketika para Malaikat tidak mau makan.

Lalu setelah itu, mereka (para Malaikat) memberikan berita gembira bahwa ia akan mendapatkan anak, juga mereka mengabarkan tentang kebinasaan kaum Nabi Luth.

Baca Juga:  Surah Al-Hujurat 14-18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Ketika rasa takut telah hilang dari dalam diri Ibrahim dan ia mendengar berita gembira akan kedatangan seorang putra, rasa ibanya pun muncul. Kemudian ia mendebat para melaikat tentang rencana pemusnahan kaum Luth.

Surah Hud Ayat 75
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ

Terjemahan: Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.

Tafsir Jalalain: إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ (Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar penyantun) sangat sabar أَوَّاهٌ مُنِيبٌ (lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah) banyak istighfarnya atau ia banyak mengucapkan kalimat innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Maka Nabi Ibrahim berkata kepada para malaikat itu, “Apakah kalian akan membinasakan suatu kota yang di dalamnya terdapat tiga ratus orang beriman?” Para malaikat menjawab, “Tidak.” Ia kembali bertanya, “Apakah kalian akan membinasakan suatu kota yang di dalamnya terdapat dua ratus orang yang beriman?” Para malaikat menjawab, “Tidak.”

Ia bertanya lagi, “Apakah kalian akan membinasakan suatu kota yang di dalamnya terdapat empat puluh orang yang beriman.” Para malaikat menjawab, “Tidak.” Ia kembali bertanya, “Apakah kalian akan membinasakan suatu kota yang di dalamnya terdapat empat belas orang yang beriman?” Mereka menjawab, “Tidak.”

Nabi Ibrahim kembali bertanya, “Bagaimana pendapat kalian jika di dalam sebuah kota terdapat hanya seorang yang beriman?” Mereka menjawab, “Tidak pula.” Maka Nabi Ibrahim berkata kepada mereka, “Sesungguhnya di dalam kota tersebut terdapat Nabi Luth.” Mereka menjawab, “Kami lebih mengetahui tentang orang-orang beriman yang terdapat di dalamnya

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 106-107; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka kembali kepada Allah”. Merupakan sanjungan kepada Ibrahim as. dengan sifat-sifat yang bagus ini, dan tafsirnya telah dijelaskan sebelum ini.

Tafsir Quraish Shihab: Ibrahim adalah seorang yang sangat penyabar. Ia tidak menyukai suatu azab disegerakan, sering merasa iba melihat orang lain tertimpa musibah dan selalu bertobat dengan melakukan sesuatu yang disukai dan diridai oleh Allah.

Kelembutan dan kasih sayangnya itulah yang mendorongnya untuk mengajukan keberatan kepada para malaikat dengan harapan kaum Nabi Lûth tidak ditimpa azab Allah dan mereka dapat bertobat kepada-Nya.

Surah Hud Ayat 76
يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۖ إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ

Terjemahan: Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.

Tafsir Jalalain: Maka tatkala Nabi Ibrahim berkepanjangan di dalam bertanya jawab dengan mereka, lalu mereka mengatakan: يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا (“Hai Ibrahim! Tinggalkanlah soal jawab ini) perbantahan ini

Baca Juga:  Surah Al-Jatsiyah Ayat 16-20; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ (sesungguhnya telah datang ketetapan Rabbmu) untuk membinasakan mereka وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ (dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.”)

Tafsir Ibnu Katsir: يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۖ إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ (Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal-jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Rabbmu) dan ayat seterusnya.

Maksudnya, Allah telah memberlakukan suatu keputusan terhadap mereka, telah nyata kalimat kebinasaan terhadap mereka dan datangnya siksa yang tidak akan tertolak dari kaum yang berbuat dosa.

Tafsir Quraish Shihab: Malaikat berkata, “Hai Ibrâhîm, janganlah kamu mengajukan keberatan dan memohon belas kasih untuk mereka. Perintah untuk menghancurkan mereka telah datang dari Tuhan. Diprotes atau tidak, mereka akan tetap didatangi azab yang tidak dapat ditolak.”

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Hud Ayat 74-76 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S