Surah Maryam Ayat 56-57; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Maryam Ayat 56-57

Pecihitam.org – Kandungan Surah Maryam Ayat 56-57 ini, Nabi Muhammad diperintahkan supaya menerangkan pula sekelumit berita tentang Nabi Idris. posisi yang tinggi bagi Nabi Idris karena ia adalah seorang yang beriman membenarkan kekuasaan dan keesaan Allah dan diangkat-Nya menjadi nabi dan meninggikan derajatnya ke tingkat yang paling tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Maryam Ayat 56-57

Surah Maryam Ayat 56
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

Terjemahan: Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

Tafsir Jalalain: وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ (Dan ceritakanlah kisah Idris di dalam Alquran) Nabi Idris adalah buyut Nabi Ibrahim atau ayah kakek Nabi Nuh إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا (Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah menyebut Idris as dengan memujinya sebagai orang yang jujur lagi seorang Nabi, dan Allah telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. Telah berlalu di dalam hadits shahih bahwa Rasulullah pernah bertemu dengannya di waktu malam Israa’ dan saat itu beliau berada di langit keempat.

Tafsir Kemenag: Pada kedua ayat ini Nabi Muhammad diperintahkan supaya menerangkan pula sekelumit berita tentang Nabi Idris. Menurut sementara riwayat mengatakan bahwa Nabi Idris adalah nenek Nabi Nuh a.s.

Menurut riwayat yang termasyhur ia adalah nenek bapak Nabi Nuh. Ia adalah orang yang pertama menyelidiki ilmu bintang-bintang dan ilmu hisab, sebagai salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Ia adalah rasul pertama yang diutus Allah sesudah Adam a.s., dan diturunkan kepadanya kitab yang terdiri atas tiga puluh lembar.

Baca Juga:  Surah Al-Hujurat 14-18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ia dianggap pula sebagai orang yang mula-mula menciptakan timbangan dan takaran, pena untuk menulis, pakaian berjahit sebagai ganti pakaian kulit binatang dan senjata untuk berperang.

Allah menerangkan pada ayat ini posisi yang tinggi bagi Nabi Idris karena ia adalah seorang yang beriman membenarkan kekuasaan dan keesaan Allah dan diangkat-Nya menjadi nabi dan meninggikan derajatnya ke tingkat yang paling tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.

Adapun di dunia ialah dengan diterimanya risalah yang dibawanya oleh kaumnya dan keharuman namanya di kalangan umat manusia. Hal ini sama dengan karunia Allah kepada Nabi Muhammad seperti tersebut dalam firman Allah: “Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.” (asy-Syarh/94: 4)

Di akhirat nanti ia ditempatkan di surga pada tempat yang paling tinggi dan mulia, tempat para nabi dan para shiddiqin seperti tersebut dalam ayat:

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa`/4: 69).

Surah Maryam Ayat 57
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

Terjemahan: Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

Tafsir Jalalain: وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا (Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi) ia masih tetap hidup sampai sekarang bertempat di langit keempat atau keenam, atau ketujuh atau berada di dalam surga. Ia dimasukkan ke dalam surga setelah terlebih dahulu mencicipi rasanya mati lalu dihidupkan kembali, setelah itu ia tidak mau keluar lagi dari dalam surga.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 47-48; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Ibnu Abi Najih berkata dari Mujahid tentang firman Allah: wa rafa’naaHu makaanan ‘aliyyan (“Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi,”) Idris diangkat dan belum mati sebagaimana diangkatnya `Isa as.

Al-‘Aufi berkata dari Ibnu Abbas: وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا (“Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi,”) beliau diangkat ke langit keenam, lalu wafat di sana.

Al-Hasan dan selainnya berkata tentang firman-Nya: وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا (“Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi,”) yaitu surga.

Tafsir Kemenag: Pada kedua ayat ini Nabi Muhammad diperintahkan supaya menerangkan pula sekelumit berita tentang Nabi Idris. Menurut sementara riwayat mengatakan bahwa Nabi Idris adalah nenek Nabi Nuh a.s. Menurut riwayat yang termasyhur ia adalah nenek bapak Nabi Nuh.

Ia adalah orang yang pertama menyelidiki ilmu bintang-bintang dan ilmu hisab, sebagai salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Ia adalah rasul pertama yang diutus Allah sesudah Adam a.s., dan diturunkan kepadanya kitab yang terdiri atas tiga puluh lembar.

Ia dianggap pula sebagai orang yang mula-mula menciptakan timbangan dan takaran, pena untuk menulis, pakaian berjahit sebagai ganti pakaian kulit binatang dan senjata untuk berperang.

Baca Juga:  Surah Az-Zukhruf Ayat 74-80; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Allah menerangkan pada ayat ini posisi yang tinggi bagi Nabi Idris karena ia adalah seorang yang beriman membenarkan kekuasaan dan keesaan Allah dan diangkat-Nya menjadi nabi dan meninggikan derajatnya ke tingkat yang paling tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.

Adapun di dunia ialah dengan diterimanya risalah yang dibawanya oleh kaumnya dan keharuman namanya di kalangan umat manusia. Hal ini sama dengan karunia Allah kepada Nabi Muhammad seperti tersebut dalam firman Allah: “Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.” (asy-Syarh/94: 4)

Di akhirat nanti ia ditempatkan di surga pada tempat yang paling tinggi dan mulia, tempat para nabi dan para shiddiqin seperti tersebut dalam ayat:

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (an-Nisa`/4: 69).

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Maryam ayat 56-57 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S