Surah Maryam Ayat 64-65; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Maryam Ayat 64-65

Pecihitam.org – Kandungan Surah Maryam Ayat 64-65 ini, Jibril menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa para malaikat tidak akan dapat turun membawa wahyu kepada rasul-rasul kecuali bila mereka telah mendapat perintah dari Allah sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya, sesuai dengan kepentingan hamba-Nya, baik mengenai urusan duniawi maupun mengenai urusan akhirat. Dialah yang memiliki semua yang ada di hadapan dan di belakang kita dan yang ada di antara keduanya, Dialah yang mengurus dan mengaturnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Maryam Ayat 64-65

Surah Maryam Ayat 64
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

Terjemahan: Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.

Tafsir Jalalain: وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا (Dan tidaklah kami turun melainkan dengan perintah Rabbmu, kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita) yakni berupa semua perkara akhirat وَمَا خَلْفَنَا (apa-apa yang ada di belakang kita) berupa semua perkara duniawi

وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ (dan apa-apa yang ada di antara keduanya) apa yang ada dalam waktu sekarang sampai dengan datangnya hari kiamat. Yang dimaksud ialah bahwa pengetahuan mengenai kesemuanya itu berada pada-Nya

وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا (dan tidaklah Rabbmu lupa) lafal Nasiyyan bermakna Naasiyan, maksudnya, Allah tidak akan meninggalkanmu disebabkan wahyu yang terlambat datang kepadamu.

Tafsir Ibnu Katsir: Imam Ahmad berkata dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah bersabda kepada Jibril, “Apa yang mencegahmu mengunjungi kami lebih dari yang engkau telah lakukan?” Lalu turunlah:

Baca Juga:  Surah Maryam Ayat 24-26; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ (“Dan tidaklah kami [Jibril] turun, kecuali dengan perintah Rabbmu.”) Al-Bukhari menyendiri dalam mentakhrijnya yang diriwayatkan ketika menafsirkan ayat ini.

Firman Allah: لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا (“Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada dihadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita,”) satu pendapat mengatakan bahwa apa-apa yang ada di hadapan kita adalah urusan dunia. Sedangkan apa-apa yang ada di belakang kita adalah urusan akhirat.

وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ (“Dan apa-apa yang ada di antara keduanya,”) apa-apa yang ada di antara dua tiupan terompet. Inilah pendapat Abul Aliyah, Ikrimah, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah dalam salah satu riwayatnya, as-Suddi dan ar-Rabi’ bin Anas. Sedangkan pendapat lain mengatakan:

مَا بَيْنَ أَيْدِينَا (“Apa-apa yang ada di hadapan kita,”) adalah perkara akhirat yang akan datang; وَمَا خَلْفَنَا (“Apa-apa yang ada dibelakang kita,”) yaitu dunia yang sudah berlalu; وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ (“Dan apa-apa yang ada di antara keduanya,”) yaitu apa yang ada di antara dunia dan akhirat.

Pendapat senada diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubair, adh-Dhahhak, Qatadah, Ibnu Juraij, ats-Tsauri dan dipilih pula oleh Ibnu Jarir. Wallahu a’lam.

Firman-Nya: وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا (“Dan tidaklah Rabbmu lupa”) Mujahid dan as-Suddi berkata: “Maknanya, Rabbmu tidak akan melupakanmu.”

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Jibril menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa para malaikat tidak akan dapat turun membawa wahyu kepada rasul-rasul kecuali bila mereka telah mendapat perintah dari Allah sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya, sesuai dengan kepentingan hamba-Nya, baik mengenai urusan duniawi maupun mengenai urusan akhirat.

Dialah yang memiliki semua yang ada di hadapan dan di belakang kita dan yang ada di antara keduanya, Dialah yang mengurus dan mengaturnya. Karena itu Dia pulalah yang lebih mengetahui tentang yang baik dan yang tidak baik bagi makhluk-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 132-135; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Dialah yang menetapkan kapan para malaikat akan turun kepada rasul-Nya untuk membawa wahyu, dan untuk berapa lama Dia membiarkan malaikat tidak turun kepada mereka sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Jadi kalau malaikat terlambat menurunkan wahyu kepada Rasul, bukanlah itu karena Allah telah meninggalkan Rasul, murka atau Dia telah lupa kepadanya. Mustahil Allah bersifat lalai dan lupa.

Surah Maryam Ayat 65
رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

Terjemahan: Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?

Tafsir Jalalain: Dia adalah رَّبُّ (Rabb) yang menguasai السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ (langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya) bersikap sabarlah dalam menjalankan dua perkara tersebut.

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا (Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia) yang patut disembah seperti Dia, tentu saja tidak.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا (“Rabb langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, yaitu Rabb yang menciptakan, mengatur, penentu hukum dan penata yang tidak ada penentang atas hukum-Nya.

فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا (“Maka beribadahlah kepada-Nya dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia?”) Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas: “Apakah kamu tahu sesuatu yang semisal atau serupa dengan Rabb?”

Baca Juga:  Ayat Israiliyat, Begini Pembagian Berita dan Tokoh-Tokohnya

Demikian pula pendapat yang dikatakan oleh Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah, Ibnu Juraij dan selain mereka. Sedangkan Ikrimah berkata dari Ibnu `Abbas: “Tidak ada satu pun yang diberi nama ar-Rahman selain Allah Tabaaraka wa Ta’ala, Mahasuci nama-Nya.

Tafsir Kemenag: Bagaimana mungkin Tuhan akan bersifat lalai dan lupa padahal Dialah yang memiliki dan mengurus serta mengendalikan semua yang ada di langit dan di bumi dan semua yang ada di antara keduanya. Allah Yang Mahakuasa dan Mahabijaksana sekali-kali tidak akan lalai atau lupa mengurus dan mengatur semua makhluk-Nya.

Oleh sebab itu jangan sampai Rasul menyangka bahwa Allah telah murka kepadanya dengan terlambatnya wahyu. Semua itu berlaku sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Rasul diperintahkan untuk menunggu dengan sabar dan terus beribadah kepada-Nya walau apapun ocehan yang diucapkan oleh kaum musyrik itu.

Sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada sesuatu yang dapat menyamai-Nya karena itu kepada-Nyalah manusia harus berserah diri, patuh dan taat mengerjakan perintah-Nya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Maryam Ayat 64-65 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S