Surah Qaf Ayat 41-45; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Qaf Ayat 41-45

Pecihitam.org – Kandungan Surah Qaf Ayat 41-45 ini, Allah memerintahkan kepada nabi-Nya supaya mendengarkan seruan malaikat (Jibril) pada hari Kiamat. Seruan tersebut dilakukan dari tempat yang dekat sehingga dapat didengar oleh sekalian makhluk, “Agar mereka berkumpul untuk dihisab (di Padang Mahsyar).”

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada hari mereka mendengar suara dahsyat yang kedua kalinya, itulah hari mereka keluar dari kuburnya. Allah-lah yang menghidupkan manusia di dunia dan mematikan mereka ketika tiba ajalnya masing-masing, dan hanya Allah-lah tempat kembali semua makhluk untuk menerima balasan amalnya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 41-45

Surah Qaf Ayat 41
وَٱسۡتَمِعۡ يَوۡمَ يُنَادِ ٱلۡمُنَادِ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

Terjemahan: “Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

Tafsir Jalalain: وَٱسۡتَمِعۡ (Dan dengarkanlah) hai orang yang diajak bicara akan seruan-Ku ini يَوۡمَ يُنَادِ ٱلۡمُنَادِ (pada hari penyeru menyeru) yakni malaikat Israfil مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ (dari tempat yang dekat) dari langit, yaitu dari atas Kubbah Shakhr di Baitulmakdis, karena tempat itu yang paling dekat dengan langit. Ia menyerukan kata-kata,

“Hai tulang-belulang yang telah hancur dan sendi-sendi yang telah bercerai-berai dan daging-daging yang telah tercabik-cabik dan rambut-rambut yang telah berantakan! Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian semua untuk berhimpun guna melaksanakan peradilan.”.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: وَٱسۡتَمِعۡ (“dan dengarkanlah”) hai Muhammad, yauma yunaadil munaadi mim makaaning qariib يَوۡمَ يُنَادِ ٱلۡمُنَادِ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ (“Pada hari penyeru [malaikat] menyeru dari tempat yang dekat.”) Qatadah menceritakan bahwa Ka’ab al-Ahbar berkata:

“Allah Ta’ala memerintahkan salah satu malaikat untuk berseru di atas batu di Baitul Maqdis: ‘Wahai sekalian tulang belulang yang hancur berantakan dan bagian-bagian yang telah terputus-putus, sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyuruh kalian berkumpul untuk mengikuti hari perhitungan.’”

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada nabi-Nya supaya mendengarkan seruan malaikat (Jibril) pada hari Kiamat. Seruan tersebut dilakukan dari tempat yang dekat sehingga dapat didengar oleh sekalian makhluk, “Agar mereka berkumpul untuk dihisab (di Padang Mahsyar).” Lalu mereka keluar semuanya dari kuburnya masing-masing dan datang menghadap kehadiran Allah seperti belalang yang bertaburan.

Tafsir Quraish Shihab: Perhatikanlah berita tentang hari kiamat yang telah dikabarkan kepadamu, yaitu pada hari ketika malaikat penyeru memanggil orang yang dipanggilnya dari tempat yang dekat. Yaitu pada hari ketika mereka mendengar tiupan yang kedua dengan sebenar-benarnya, yaitu hari kebangkitan. Pada waktu itulah manusia dikeluarkan dari kuburnya.

Surah Qaf Ayat 42
يَوۡمَ يَسۡمَعُونَ ٱلصَّيۡحَةَ بِٱلۡحَقِّ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُرُوجِ

Terjemahan: “(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar (dari kubur).

Tafsir Jalalain: يَوۡمَ (Yaitu pada hari) menjadi Badal Isytimal dari lafal Yauma sebelumnya يَسۡمَعُونَ (mereka mendengar) maksudnya, ketika makhluk semuanya mendengar ٱلصَّيۡحَةَ بِٱلۡحَقِّ (teriakan dengan sebenar-benarnya) untuk membangkitkan makhluk semuanya, yaitu tiupan yang kedua dari malaikat Israfil. Dan teriakan ini adakalanya sesudah seruan itu atau sebelumnya ذَٰلِكَ (itulah) yakni hari seruan yang semua makhluk mendengarnya يَوۡمُ ٱلۡخُرُوجِ (hari keluar) dari kubur.

Dan yang menashabkan lafal Yauma Yunaadi keberadaannya diperkirakan; lengkapnya: Mereka mengetahui akibat dari kedustaan mereka itu, pada hari penyeru menyerukan.

Tafsir Ibnu Katsir: يَوۡمَ يَسۡمَعُونَ ٱلصَّيۡحَةَ بِٱلۡحَقِّ (“[Yaitu] pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya.”) yakni tiupan sangkakala yang benar-benar akan terjadi, yang kebanyakan dari mereka selalu meragukannya, ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُرُوجِ (“Itulah hari keluar”) yakni dari kubur

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa pada hari mereka mendengar suara dahsyat yang kedua kalinya, itulah hari mereka keluar dari kuburnya. Menurut kajian ilmiah, alam semesta dimulai oleh suatu ledakan hebat dan dikenal dengan nama Big Bang. Mulai dari sini, alam kemudian berkembang meluas sampai kini.

Para peneliti mengatakan, apabila perluasan alam semesta telah berkembang sampai pada tingkat tertentu dan berhenti, maka alam semesta akan hancur. Salah satu penyebab berhentinya perluasan adalah tidak bekerjanya gaya tarik menarik antar benda langit karena jarak yang terlalu jauh satu sama lain.

Baca Juga:  Surah Ar-Rahman Ayat 26-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dipercaya bahwa pengembangan alam semesta akan berakhir dengan peledakan dalam suhu yang amat tinggi. Kejadian ini diberi nama Big Crunch. Peledakan ini disusul oleh akhir dari semua bentuk kehidupan. Alam semesta akan menghilang. Semua benda alam yang dapat kita lihat, dan yang tidak dapat kita lihat karena sangat jauh dari bumi, akan menciut, sampai dengan hanya sebesar proton.

Proses peledakan alam semesta menyebabkan timbulnya energi negatif, yang dapat menyebabkan kondisi alam menjadi tidak stabil, dan akhirnya hancur. Diduga bahwa akhir ini akan terjadi tidak dalam waktu “yang tidak terlalu lama” dari sekarang, mengingat saat ini kita sudah berada di pertengahan siklus umur alam semesta.

Diperkirakan perluasan alam semesta akan berhenti pada saat luas alam semesta mencapai luas 50 juta kali dari apa yang ada saat ini. Atau dengan kata lain, sekitar 7,5 x 1017 tahun dari saat ini. Berdasarkan teori Big Crunch, maka kehancuran alam semesta dimulai dengan perlahan, dan secara bertahap akan semakin cepat, hingga akhirnya mencapai kecepatan yang sangat tinggi.

Pada akhir proses, maka alam semesta akan mengalami suatu tekanan dan suhu yang tidak terhingga, dan akan berada dalam ukuran yang sangat kecil. Teori yang muncul dalam konsep ini ternyata hampir mirip dengan penjelasan Al-Qur’an. Pada hari Kami melipat langit bagaikan melipat lembaran bukubuku. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan Kami yang pertama Kami akan mengulanginya. Suatu janji atas diri Kami sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (al-Anbiya’/21: 104)

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, dan langit terlipat dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (az-Zumar/39: 67) Setelah peledakan, dan alam semesta akan menjadi hanya sebesar proton, apa yang akan terjadi? Siapa yang tahu?

Alam Semesta akan terus berputar pada siklus Big Bang dan Big Crunch sepanjang masa? Atau, Big Crunch akan menjadi akhir dari semuanya. Apabila suatu alam semesta yang baru akan terbentuk, maka alam ini tidak akan mempunyai kenangan terhadap alam semesta sebelumnya. Ia akan berkembang tanpa harus mengetahui dan bergantung pada apa tang terjadi sebelumnya.

Tafsir Quraish Shihab: Perhatikanlah berita tentang hari kiamat yang telah dikabarkan kepadamu, yaitu pada hari ketika malaikat penyeru memanggil orang yang dipanggilnya dari tempat yang dekat. Yaitu pada hari ketika mereka mendengar tiupan yang kedua dengan sebenar-benarnya, yaitu hari kebangkitan. Pada waktu itulah manusia dikeluarkan dari kuburnya.

Surah Qaf Ayat 43
إِنَّا نَحۡنُ نُحۡىِۦ وَنُمِيتُ وَإِلَيۡنَا ٱلۡمَصِيرُ

Terjemahan: “Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

Tafsir Jalalain: إِنَّا نَحۡنُ نُحۡىِۦ وَنُمِيتُ وَإِلَيۡنَا ٱلۡمَصِيرُ (Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kamilah tempat kembali -semua makhluk-.).

Tafsir Ibnu Katsir: إِنَّا نَحۡنُ نُحۡىِۦ وَنُمِيتُ وَإِلَيۡنَا ٱلۡمَصِيرُ (“Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali [semua makhluk].”) maksudnya, Dialah yang mengawali penciptaan, lalu mengembalikannya. Dan mengulangi penciptaan itu lebih mudah daripada memulai, dan kepada-Nya seluruh makhluk akan kembali. Yang masing-masing akan diberi balasan sesuai dengan amalnya, jika berbuat baik maka ia akan mendapat kebaikan dan jika berbuat buruk maka ia akan mendapatkan keburukan yang setimpal.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini ditegaskan bahwa sesungguhnya Allah-lah yang menghidupkan manusia di dunia dan mematikan mereka ketika tiba ajalnya masing-masing, dan hanya Allah-lah tempat kembali semua makhluk untuk menerima balasan amalnya.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 98-99; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya hanya Kami yang menghidupkan dan mematikan makhluk hidup di dunia, dan hanya kepada Kami mereka akan kembali.

Surah Qaf Ayat 44
يَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلۡأَرۡضُ عَنۡهُمۡ سِرَاعًا ذَٰلِكَ حَشۡرٌ عَلَيۡنَا يَسِيرٌ

Terjemahan: “(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.

Tafsir Jalalain: يَوۡمَ (Yaitu pada hari) lafal Yauma pada ayat ini menjadi Badal atau pengganti dari lafal Yauma sebelumnya, sedangkan kalimat-kalimat yang menengah-nengahi di antara keduanya merupakan jumlah I’tiradh atau kalimat sisipan تَشَقَّقُ (terbelah-belah) dapat dibaca Tasyaqqaqu atau Tasysyaqqaqu, pada asalnya adalah Tatasyaqqaqu, lalu huruf Ta yang kedua diidgamkan kepada huruf Syin sehingga menjadi Tasysyaqqaqu ٱلۡأَرۡضُ عَنۡهُمۡ سِرَاعًا (bumi menampakkan mereka dengan cepat) lafal Siraa’an adalah bentuk jamak dari lafal Sarii’un yang artinya cepat; berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan bagi lafal yang diperkirakan keberadaannya. Lengkapnya, mereka keluar dengan cepat dari kuburnya masing-masing.

ذَٰلِكَ حَشۡرٌ عَلَيۡنَا يَسِيرٌ (Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami) pada ayat ini terdapat Fashl atau pemisah yang memisahkan antara Maushuf dan Shifatnya, yang menjadi pemisah adalah Muta’alliqnya, hal ini mengandung makna Ikhtishash, dan hal seperti ini tidak mengapa.

Demikian ini mengisyaratkan kepada pengertian pengumpulan yang dimaksud, yaitu menghidupkan kembali makhluk yang telah mati, dan pengumpulan ini dimaksud untuk menghadapkan semua makhluk ke hadapan-Nya guna menjalani hisab.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman Allah Ta’ala: يَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلۡأَرۡضُ عَنۡهُمۡ سِرَاعً (“Pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka [lalu mereka keluar] dengan cepat.”) yang demikian bahwa Allah menurunkan hujan dari langit yang menumbuhkan jasad-jasad makhluk secara keseluruhan dalam kuburan mereka, sebagaimana Dia menumbuhkan biji-bijian dalam tanah dengan air. Jika jasad-jasad itu telah sempurna, maka Allah memerintahkan Israfil agar meniup sangkakala, lalu keluarlah ruh-ruh dari lubang tiupan bertebaran antara langit dan bumi. Kemudian Allah berfirman:

“Demi keperkasaan dan kemuliaan-Ku, hendaklah setiap ruh kembali kepada jasad yang dulu pernah dihuninya.” Kemudian setiap ruh itu kembali kepada jasad jasadnya masing-masing, menjalar ke seluruh tubuh seperti menjalarnya bisa di dalam tubuh orang yang dipatuk ular. Dan bumi pun terbelah untuk mengeluarkan mereka, lalu mereka berdiri menuju ke tempat penghisaban dengan cepat dan tergesa-gesa untuk memenuhi perintah Allah. (“Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: ‘Ini adalah hari yang menyulitkan.’” (al-Qamar: 8).

Dan firman Allah: (“Yaitu pada hari Dia memanggilmu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam [di dalam kubur] kecuali hanya sebentar saja.”) (al-Israa’: 52) dan di dalam kitab Shahih Muslim diriwayatkan dari Anas, bahwa Rasulullah bersabda: “Aku adalah orang yang pertama kali dibukakan oleh bumi.”

Firman Allah Ta’ala: ذَٰلِكَ حَشۡرٌ عَلَيۡنَا يَسِيرٌ (“Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.”) maksudnya, pengembalian itu merupakan suatu hal yang mudah dan ringan bagi Kami.

Tafsir Kemenag: Ayat ini mengungkapkan hari-hari ketika bumi terbelah sehingga tampak keluar semua isi kubur dengan cepat dari celahcelahnya sebagaimana yang diinformasikan Surah az-Zalzalah ayat 1-2: Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (az-Zalzalah/99: 1-2) Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Allah tanpa kesulitan sedikit pun. (.

Tafsir Quraish Shihab: Yaitu pada hari ketika bumi terbelah-belah mengeluarkan mereka menuju padang mahsyar dengan cepat. Peristiwa itu adalah pengumpulan yang sangat mudah bagi Kami.

Surah Qaf Ayat 45
نَّحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَقُولُونَ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٍ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ

Terjemahan: “Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.

Baca Juga:  Surah Qaf Ayat 16-22; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: نَّحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَقُولُونَ (Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan) yaitu yang dikatakan oleh orang-orang kafir Quraisy (dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka yang memaksa mereka untuk beriman, ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berjihad. وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٍ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ (Maka berilah peringatan dengan Alquran orang yang takut kepada ancaman-Ku) mereka adalah orang-orang mukmin.

Tafsir Ibnu Katsir: Sedang firman Allah: نَّحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَقُولُونَ (“Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan.”) maksudnya, pengetahuan Kami meliputi segala apa yang dikatakan orang-orang musyrik kepadamu, yaitu berupa kedustaan. Karenanya, jangan sampai hal itu membuatmu merasa takut.

Firman Allah Ta’ala: وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٍ (“Dan kamu sekali-sekali bukanlah pemaksa terhadap mereka.”) artinya, engkau bukan orang yang memaksa mereka untuk beriman. Engkau tidak lain hanyalah seorang penyampai. Al-Farra’ berkata: “Aku pernah mendengar masyarakat Arab berkata: (Si fulan memaksa si fulan untuk melakukan ini).”

Kemudian Allah berfirman: فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ (“Maka, beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku.”) maksudnya, sampaikanlah risalah Rabbmu. Sesungguhnya hanya orang yang takut ancaman dan mengharapkan janji Allah sajalah yang menjadikannya sebagai peringatan:

innaka laa taHdii man ahbabta wa lakinnallaaHa yaHdii may yasyaa’ (“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.”)(al-Qashash: 56)

Oleh karena itu disini Allah berfirman: وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٍ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ (“Dan kamu sekali-sekali bukanlah pemaksa terhadap mereka. Maka, beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku.”) Qatadah berkata:

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang takut kepada ancaman-Mu dan mengharapkan pahala-Mu. Wahai Rabb Yang Mahaberbuat baik, wahai Rabb yang Mahapemurah.”

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada nabi-Nya supaya tetap sabar. Allah lebih mengetahui apa yang diucapkan oleh orang-orang musyrik tentang keingkaran mereka terhadap kerasulan Muhammad saw dan tentang sikap mereka yang mendustakan ayatayat Allah, terlebih-lebih keingkaran mereka tentang adanya hari kebangkitan.

Maka Allah memerintahkan nabi-Nya berlaku sabar sebab beliau tidak ditugaskan untuk mengadakan paksaan kepada mereka, tugasnya hanya sekadar menyampaikan seruan dan risalah saja dan Allah-lah yang menghisab mereka. Walaupun demikian, nabi juga harus melangsungkan dakwahnya sebagai tugasnya yang pokok.

Oleh karena itu, Allah tetap pula memerintahkan kepada nabiNya supaya memberikan peringatan dengan Al-Qur’an kepada orang yang takut akan ancaman Allah, karena memang hanya mereka saja yang mengambil manfaat dari peringatan Allah itu sesuai dengan firman-Nya: Yang demikian itu (adalah untuk)orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku dan takut akan ancaman-Ku.” (Ibrahim/14: 14).

Tafsir Quraish Shihab: Kami lebih mengetahui kebohongan yang telah mereka tuduhkan terhadap risalahmu. Kamu sekali-kali bukan seorang penguasa yang memaksa mereka untuk mengikuti keinginanmu. Tetapi, kamu adalah seorang pemberi peringatan. Maka berilah peringatan, dengan al-Qur’ân, kepada orang Mukmin yang takut kepada siksa-Ku, sehingga peringatan itu bermanfaat baginya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Qaf Ayat 41-45 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S