Surah Sad Ayat 55-64; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Sad Ayat 55-64

Pecihitam.org – Kandungan Surah Sad Ayat 55-64 ini, diterangkan keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Sad Ayat 55-64

Surah Sad Ayat 55
هَٰذَا وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ لَشَرَّ مَـَٔابٍ

Terjemahan: Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk,

Tafsir Jalalain: هَٰذَا (Beginilah) keadaan yang dialami oleh orang-orang yang beriman. وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ (Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka) kalimat Ayat ini merupakan jumlah Isti’naf atau kalimat baru لَشَرَّ مَـَٔابٍ (benar-benar disediakan tempat kembali yang paling buruk.).

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah menceritakan tentang tempat kembali orang-orang yang beruntung, lalu Allah menyebutkan tentang kondisi orang-orang celaka serta tempat pulang dan tempat kembali mereka di negeri akhirat dan hisab mereka.

هَٰذَا وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ (“Beginilah [keadaan mereka]. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka.”) yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah swt. serta menyelisihi para Rasul Allah, لَشَرَّ مَـَٔابٍ (“Benar-benar [disediakan] tempat kembali yang buruk.”) yakni sungguh merupakan tempat pulang dan tempat kembali yang amat buruk.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini diterangkan keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka. Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.

Dalam Ayat yang lain diterangkan keadaan orang kafir di dalam neraka, Allah berfirman: Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A.’raf/7: 41).

Tafsir Quraish Shihab: Kenikmatan ini adalah balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka terhadap para nabi, akan memperoleh tempat kembali yang buruk.

Surah Sad Ayat 56
جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ

Terjemahan: (yaitu) neraka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal.

Tafsir Jalalain: جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا (Yaitu neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya) mereka dimasukkan ke dalamnya فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ (maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat tinggal) artinya, hamparan yang paling buruk.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian ditafsirkan firman Allah: جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا (“[yaitu] neraka jahanam, yang mereka masuk di dalamnya.”) lalu api itu menggenangi seluruh sisi mereka. فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini diterangkan keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka.

Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.

Dalam Ayat yang lain diterangkan keadaan orang kafir di dalam neraka, Allah berfirman: Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A.’raf/7: 41).

Tafsir Quraish Shihab: Yaitu neraka jahanam. Mereka akan memasukinya dan merasakan sengatan panasnya. Neraka jahanam adalah seburuk-buruk tempat tinggal.

Surah Sad Ayat 57
هَٰذَا فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ

Terjemahan: Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.

Tafsir Jalalain: هَٰذَا (Inilah) azab neraka; pengertian ini disimpulkan dari lafal sesudahnya فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ (biarlah mereka merasakannya, minuman mereka air yang sangat panas) lagi membakar وَغَسَّاقٌ (dan nanah ahli neraka) dapat dibaca Ghassaaqun atau Ghasaaqun artinya nanah yang meleleh dari penghuni neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: هَٰذَا فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ (“Maka, amat buruklah jahanam itu sebagai tempat tinggal. Inilah [adzab neraka], biarlah mereka merasakannya, [minuman mereka] air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.”) Adapun “حَمِيمٌ” adalah panas yang amat puncak. Sedangkan “غَسَّاقٌ” adalah lawannya, yaitu dingin yang tidak seorangpun tahan merasakannya karena amat dinginnya dan menyakitkan.

Tafsir Kemenag: Allah menyatakan kepada orang-orang kafir di dalam neraka, “Hai orang kafir, inilah azab yang pernah Aku janjikan dahulu, maka rasakanlah olehmu bagaimana berat dan pedihnya azab itu, minumlah di dalam neraka itu air panas yang sedang mendidih yang membakar mulut dan usus-ususmu atau nanah busuk yang mengalir dari tubuh-tubuh penghuni neraka yang sangat dingin. Selain dari itu kamu sekalian akan merasakan azab-azab yang lain yang kamu sendiri tidak mengetahui bentuk azab itu, selain kamu hanya merasakan kesengsaraan yang luar biasa.”

Rasulullah saw bersabda: Dari Abu Sa’id al-Khudri, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Seandainya satu timba dari minuman penghuni neraka ditumpahkan di dunia, maka semua penghuni dunia akan berbau busuk.(RiwAyat al-hakim)

Jika diperhatikan Ayat-Ayat ini dan dihubungkan dengan Ayat-Ayat yang sebelumnya seakan-akan Ayat ini merupakan imbangan perkataan Allah kepada ahli surga. Pada Ayat yang lalu disebutkan bahwa penduduk surga diberikan buah-buahan yang baik dan minuman yang lezat rasanya, sedang pada Ayat ini diterangkan bahwa penduduk neraka disuruh merasakan air panas yang mendidih dan nanah yang mengalir.

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 2; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Hal ini berarti bahwa penduduk surga memperoleh semua yang diminta dan diingini, sedang penduduk neraka disuruh bahkan dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diingininya.

Kalau orang-orang yang beriman di dalam surga memperoleh bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya, maka penduduk neraka memperoleh azab yang bermacam-macam yang sangat berat dan pedih.

Tafsir Quraish Shihab: Ini adalah air yang sangat panas dan minuman penghuni jahanam. Mereka diperintahkan untuk merasakannya.

Surah Sad Ayat 58
وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ

Terjemahan: Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.

Tafsir Jalalain: وَءَاخَرُ (Dan azab yang lain) dapat dibaca dalam bentuk jamak sehingga menjadi Ukharu atau dapat pula dibaca dalam bentuk Mufrad sehingga bacaannya menjadi Aakharu مِن شَكۡلِهِۦٓ (yang serupa itu) serupa dengan azab yang telah disebutkan tadi, yaitu air yang sangat panas dan cairan nanah أَزۡوَٰجٌ (berbagai macam) beraneka ragam siksaan, maksudnya, azab mereka bermacam-macam.

Tafsir Ibnu Katsir: وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ (“dan adzab lain yang serupa itu berbagai macam.”) yaitu beberapa macam yang sebanding dengan ini, sesuatu yang lawannya yang mereka akan disiksa dengannya.

Imam Ahmad meriwatkan dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya satu ember dasri ghassaq itu dituangkan ke dunia, niscaya membusuklah penghuni dunia.” (HR at-Tirmidizi, kemudian dia berkata: “Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Risydin.” Demikian yang dikatakannya, padahal telah disebutkan di muka dari hadits selainnya.)

Tentang firman-Nya: وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ أَزۡوَٰجٌ (“dan adzab lain yang serupa itu berbagai macam.”) al-Hasan al-Bashri berkata: “Berbagai macam adzab.” Selain beliau berkata: “Seperti dingin yang menusuk, angin yang amat panas dan meminum air yang sangat panas, memakan zaqqum, diangkat dan dijatuhkan dan berbagai macam adzab lain dan saling berlawanan yang keseluruhannya menyiksa dan menghinakan mereka.”

Tafsir Kemenag: Allah menyatakan kepada orang-orang kafir di dalam neraka, “Hai orang kafir, inilah azab yang pernah Aku janjikan dahulu, maka rasakanlah olehmu bagaimana berat dan pedihnya azab itu, minumlah di dalam neraka itu air panas yang sedang mendidih yang membakar mulut dan usus-ususmu atau nanah busuk yang mengalir dari tubuh-tubuh penghuni neraka yang sangat dingin. Selain dari itu kamu sekalian akan merasakan azab-azab yang lain yang kamu sendiri tidak mengetahui bentuk azab itu, selain kamu hanya merasakan kesengsaraan yang luar biasa.”

Rasulullah saw bersabda: Dari Abu Sa’id al-Khudri, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Seandainya satu timba dari minuman penghuni neraka ditumpahkan di dunia, maka semua penghuni dunia akan berbau busuk.(RiwAyat al-hakim)

Jika diperhatikan Ayat-Ayat ini dan dihubungkan dengan Ayat-Ayat yang sebelumnya seakan-akan Ayat ini merupakan imbangan perkataan Allah kepada ahli surga. Pada Ayat yang lalu disebutkan bahwa penduduk surga diberikan buah-buahan yang baik dan minuman yang lezat rasanya, sedang pada Ayat ini diterangkan bahwa penduduk neraka disuruh merasakan air panas yang mendidih dan nanah yang mengalir. Hal ini berarti bahwa penduduk surga memperoleh semua yang diminta dan diingini, sedang penduduk neraka disuruh bahkan dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diingininya.

Kalau orang-orang yang beriman di dalam surga memperoleh bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya, maka penduduk neraka memperoleh azab yang bermacam-macam yang sangat berat dan pedih.

Tafsir Quraish Shihab: Azab lain yang seperti ini masih banyak lagi dan bermacam-macam.

Surah Sad Ayat 59
هَٰذَا فَوۡجٌ مُّقۡتَحِمٌ مَّعَكُمۡ لَا مَرۡحَبًۢا بِهِمۡ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ

Terjemahan: (Dikatakan kepada mereka): “Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)”. (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): “Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka”.

Tafsir Jalalain: Dan dikatakan kepada mereka sewaktu mereka diseret ke dalam neraka bersama dengan para pengikutnya هَٰذَا فَوۡجٌ (“Ini adalah suatu rombongan) suatu gelombang مُّقۡتَحِمٌ (yang masuk berdesak-desak) dijejalkan masuk مَّعَكُمۡ (bersama kalian”) ke neraka. Kalimat itu dikatakan kepada mereka dengan nada yang keras; maka berkatalah pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka, لَا مَرۡحَبًۢا بِهِمۡ (“Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka) artinya, tiada kelapangan buat mereka إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ (karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka.”).

Tafsir Ibnu Katsir: هَٰذَا فَوۡجٌ مُّقۡتَحِمٌ مَّعَكُمۡ لَا مَرۡحَبًۢا بِهِمۡ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ (“[Dikatakan kepada mereka]: ini adalah suatu rombongan [pengikut-pengikutmu] yang masuk berdesak-desakan bersamamu [ke neraka].”ini adalah pemberitaan dari Allah tentang apa yang dikatakan penghuni neraka, antara sebagian mereka dengan sebagian yang lain, sebagaimana firman Allah:

كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٌ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَا (“Setiap suatu umat masuk [ke dalam neraka], dia mengutuk kawannya [yang menyesatkannya].”)(al-A’raaf: 38) yaitu sebagai ganti ucapan salam, mereka saling melaknat, saling mendustakan dan sebagian mereka dengan sebagian lainnya saling mengkafirkan. Maka kelompok yang masuk lebih dahulu sebelum yang lain, jika kelompok sesudahnya datang bersama para penjaga Zabaniyah [dikatakan]:

هَٰذَا فَوۡجٌ مُّقۡتَحِمٌ (“Ini adalah suatu rombongan berdesak-desakan.”) yakni yang masuk, لَا مَرۡحَبًۢا بِهِمۡ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ (“bersamamu [ke neraka]. [Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka]: ‘Tiada ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnnya mereka akan masuk neraka.”) yaitu karena mereka termasuk ahli neraka jahanam.

Tafsir Kemenag: Para malaikat berkata kepada orang-orang kafir yang telah masuk ke dalam neraka lebih dahulu di waktu mereka menghalau rombongan kafir yang lain yang banyak jumlahnya, “Inilah rombongan yang lain yang dihalau ke dalam neraka agar mereka tinggal di dalamnya bersama-sama dengan kamu.”

Baca Juga:  Surah Sad Ayat 4-11; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Rombongan yang telah masuk dahulu ke dalam neraka, melihat rombongan yang baru yang sedang digiring itu, berkata, “Itu adalah rombongan yang banyak jumlahnya yang akan menghuni neraka bersama-sama kita, maka kecelakaan akan menimpa mereka pula seperti kecelakaan yang telah menimpa kita dan mereka akan dibakar hangus seperti kita.”.

Tafsir Quraish Shihab: Dikatakan kepada para pemimpin orang-orang musyrik yang durhaka, “Ini adalah sekelompok orang yang masuk neraka dengan penuh kesulitan dan berdesak-desakan. Mereka itu adalah para pengikut kalian.” Para pemimpin itu kemudian berkata, “Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka dan merasakan panasnya.”

Surah Sad Ayat 60
قَالُواْ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبًۢا بِكُمۡ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ لَنَا فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ

Terjemahan: Pengikut-pengikut mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap”.

Tafsir Jalalain: قَالُواْ (Pengikut-pengikut mereka berkata) atau mengatakan, بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبًۢا بِكُمۡ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ لَنَا (“Sebenarnya kalianlah; tiada ucapan selamat datang bagi kalian, karena kalianlah yang menjerumuskan kami) ke dalam kekafiran فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ (maka amat buruklah tempat tinggal”) bagi kami dan kalian, yaitu neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالُواْ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبًۢا بِكُمۡ (“Pengikut-pengikut mereka menjawab: ‘Sebenarnya kamulah! Tiada ucapan selamat datang bagimu.’”) yaitu orang-orang yang masuk berkata kepada mereka: بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبًۢا بِكُمۡ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ لَنَا (“Sebenarnya kamulah! Tiada ucapan selamat datang bagimu.’ Karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam adzab ini”) artinya kalianlah yang mengajak kami menuju adzab yang kami alami ini. فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ (“Maka amat buruklah jahanam itu sebagai tempat menetap.”) yaitu, amat buruklah tempat singgah, tempat tinggal dan tempat kembali tersebut.

Tafsir Kemenag: Mendengar ucapan itu, maka rombongan yang sedang digiring malaikat itu menjawab, “Sebenarnya kamulah yang lebih pantas mendapat celaka, karena kamulah yang menyesatkan kami dahulu, dan kamulah yang selalu mengajak serta mendorong kami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mengakibatkan kami masuk neraka ini.”

Dalam Ayat lain, Allah berfirman: Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya? (al-A.’raf/7: 38)

Lain halnya penduduk surga, setiap ada rombongan yang masuk ke dalamnya, mereka selalu disambut dengan senang dan gembira, dalam suasana persaudaraan dan kasih sayang, dan kepada mereka diucapkan “salam”. Sungguh besar perbedaan antara penerimaan orang-orang beriman ketika mereka masuk surga dengan penerimaan orang-orang kafir ketika mereka masuk neraka.

Tafsir Quraish Shihab: Para pengikut mereka menjawab, “Sebenarnya kalianlah yang lebih berhak menerima doa yang kalian panjatkan untuk kami. Sebab kalianlah yang mengajukan siksa ini kepada kami dengan cara menggoda kami dan mengajak kepada kekafiran sehingga kami menjadi kafir. Seburuk-buruk negeri dan tempat tinggal adalah Jahanam.”

Surah Sad Ayat 61
قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابًا ضِعۡفًا فِى ٱلنَّارِ

Terjemahan: Mereka berkata (lagi): “Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka”.

Tafisr Jalalain: قَالُواْ (Mereka berkata) lagi, رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابًا ضِعۡفًا (“Ya Rabb kami! Barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda) dua kali lipat azab yang diterimanya, sebagai balasan dari kekafirannya فِى ٱلنَّارِ (di dalam neraka.”).

Tafsir Ibnu Katsir: قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابًا ضِعۡفًا فِى ٱلنَّارِ (“Mereka berkata [lagi]: ‘Ya Rabb kami, siapa yang menjerumuskan kami ke dalam adzab ini, maka tambahkanlah adzab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka.’”) sebagaimana Allah berfirman:

“….berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan Kami, mereka telah menyesatkan Kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”.

Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak Mengetahui.” (al-A’raaf: 38) Yaitu masing-masing dari kalian akan mendapatkan siksa sesuai dengan amalnya.

Tafsir Kemenag: Bahkan penduduk neraka yang baru datang itu berdoa kepada Tuhan agar menambah azab yang berat kepada orang-orang yang telah menyesatkan mereka dengan mengatakan, “Wahai Tuhan kami, timpakanlah azab yang berlipat-ganda kepada pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka agama kami yang telah menyebabkan kami menderita karena azab yang berat ini.

Ayat lain yang searti dengan Ayat ini firman Allah: ?Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka” Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tapi kamu tidak mengetahui. (al-A.’raf/7: 38)

Tafsir Quraish Shihab: Para pengikut itu berkata, “Wahai Tuhan kami, tambahkanlah orang yang menyebabkan kami mendapat siksa dengan siksa yang berlipat di neraka.”

Surah Sad Ayat 62
وَقَالُواْ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ

Terjemahan: Dan (orang-orang durhaka) berkata: “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).

Baca Juga:  Surah Sad Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: وَقَالُواْ (Dan mereka berkata,) yakni orang-orang kafir Mekah, sedang mereka berada dalam neraka, مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُم (“Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami anggap) sewaktu di dunia مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ (sebagai orang-orang yang hina.”).

Tafsir Ibnu Katsir: وَقَالُواْ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ (Dan (orang-orang durhaka) berkata: “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina). ini merupakan pembicaraan tentang orang-orang kafir yang berada di neraka, mereka kehilangan beberapa orang yang menurut keyakinan mereka orang-orang itu berada dalam kesesatan, dimana [mereka] maksud itu sebenarnya adalah orang-orang mukmin. Mereka berkata:

“Mengapa kami tidak melihat mereka bersama kami di neraka?” Mujahid berkata: “Ini adalah perkataan Abu Jahal yang berkata: ‘Mengapa aku tidak melihat Bilal, ‘Ammar, Shuhaib, fulan dan fulan?” ini hanyalah bentuk permisalan saja. karena sesungguhnya demikianlah keadaan seluruh orang kafir, mereka meyakini bahwa orang-orang mukmin akan masuk neraka. maka ketika orang-orang kafir masuk neraka mereka merasa kehilangan mereka karena mereka tidak menemukannya.

Tafsir Kemenag: Orang-orang kafir itu saling bertanya sesamanya, setelah mereka tidak melihat seorang pun orang-orang yang beriman yang mereka anggap hina sewaktu di dunia, “Mengapa kita tidak melihat seorang pun dari orang-orang yang sewaktu di dunia kita pandang sebagai orang bodoh, orang jahat, dan orang hina yang tidak ada kebaikan pada dirinya.”

Ibnu ‘Abbas berkata, “Yang mereka maksud dengan orang bodoh dan jahat adalah sahabat Rasul. Abu Jahal berkata, ‘Di mana Bilal, di mana shuhaib, di mana Ammar, mereka semuanya di dalam surga. Kasihan Abu Jahal, anaknya ‘Ikrimah dan Juwairiyah masuk Islam, demikian pula ibunya, saudaranya, sedang ia sendiri kafir.”.

Tafsir Quraish Shihab: Para penghuni neraka berkata, “Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang ketika di dunia kami anggap jahat dan hina yang tidak memiliki kebaikan sama sekali, yaitu orang-orang muslim yang fakir.

Surah Sad Ayat 63
أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ

Terjemahan: Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?”

Tafsir Jalalain: أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا (Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan) lafal Sukhriyyan dapat pula dibaca Sikhriyyan, yakni kami dahulu sewaktu di dunia menghina mereka. Huruf Ya pada lafal Sukhriyyan adalah Nasab; maksudnya apakah mereka tidak ada أَمۡ زَاغَتۡ (ataukah karena tidak melihat) yakni terhalang عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ (mata kami dari melihat mereka) sehingga mata kami tidak dapat melihat mereka. Yang mereka maksud adalah kaum muslimin yang miskin, seperti Ammar, Bilal, Shuhaib, dan Salman.

Tafsir Ibnu Katsir: أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ (Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?”) mereka menghibur diri dengan kemustahilan, mereka mengatakan: “Ataukah boleh jadi mereka bersama kami di neraka jahanam akan tetapi penglihatan kami tidak menjangkau mereka.”

Tafsir Kemenag: Selanjutnya mereka saling bertanya sesama mereka, “Apakah karena telah kita ejek dan perolok-olokkan sewaktu di dunia, sehingga mereka tidak masuk neraka ini, sedang mereka adalah orang-orang yang tidak pantas diejek dan diperolok-olokkan. Atau mereka sebenarnya telah masuk bersama-sama kita ke dalam neraka, tetapi kita tidak melihat mereka.”

Demikianlah keadaan orang-orang kafir di dalam neraka, mereka saling salah menyalahkan, saling tuduh-menuduh, bahkan mereka saling bertengkar antara yang satu dengan yang lain.

Tafsir Quraish Shihab: Bagaimana mereka tidak masuk neraka, sementara ketika di dunia mereka telah kami jadikan bahan olok-olokan. Ataukah mereka telah masuk ke neraka tetapi pandangan kami yang terhalang sehingga tidak melihat mereka.”

Surah Sad Ayat 64
إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ

Terjemahan: Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka.

Tafsir Jalalain: إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ (Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi) sudah pasti terjadinya, yaitu تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ (pertengkaran penghuni neraka) sebagaimana yang telah dijelaskan tadi.

Tafsir Ibnu Katsir: Di saat itu mereka mengetahui, bahwa orang-orang yang beriman berada pada derajat yang tinggi. Dan firman Allah: إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ (“Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, [yaitu] pertengkaran penghuni neraka.”) yaitu sesungguhnya apa yang Kami beritakan kepadamu ini –hai Muhammad- tentang pertengkaran sebagian penghuni neraka dengan penghuni lainnya serta perkataan sebagian mereka atas sebagian lainnya adalah kebenaran yang tidak perlu diragukan.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini Allah menegaskan bahwa semua yang diceritakan itu benar-benar akan terjadi, tidak diragukan sedikit pun. Orang-orang kafir itu akan selalu bertengkar sesama mereka di dalam neraka nanti.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya pembicaraan para penghuni neraka yang telah Kami sebutkan itu benar dan akan terjadi, yaitu perdebatan dan perselisihan antara sesama mereka.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Sad Ayat 55-64 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S