Surah Sad Ayat 71-85; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Sad Ayat 71-85

Pecihitam.org – Kandungan Surah Sad Ayat 71-85 ini, dijelaskan bahwa para malaikat dan iblis mengajukan pertanyaan kepada Allah setelah Dia menyampaikan kepada malaikat bahwa akan menciptakan seorang manusia dari tanah. Pernyataan mereka mengenai faedah adanya manusia yang akan diciptakan Allah itu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Salah satu proses penciptaan Adam, yaitu dari tanah. Para malaikat bersujud menghormatinya, karena taat kepada Allah, kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, sehingga ia termasuk makhluk yang tidak taat kepada Allah.

Karena kedurhakaan Iblis yang enggan menaati perintah Allah, maka Allah mengusir Iblis dari surga, dan menjadikannya sebagai makhluk yang terkutuk. Kutukan itu tetap berlaku sampai hari Kiamat, yaitu hari pembalasan terhadap semua perbuatan manusia.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Sad Ayat 71-85

Surah Sad Ayat 71
إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ

Terjemahan: (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.

Tafsir Jalalain: Ingatlah إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ (ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah) yaitu Adam.

Tafsir Ibnu Katsir: إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ ((Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.)

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini dijelaskan bahwa para malaikat dan iblis mengajukan pertanyaan kepada Allah setelah Dia menyampaikan kepada malaikat bahwa akan menciptakan seorang manusia dari tanah. Pernyataan mereka mengenai faedah adanya manusia yang akan diciptakan Allah itu. Pertanyaan ini diterangkan dalam firman Allah:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (al-Baqarah/2: 30)

Mengenai penciptaan manusia dari tanah, dijelaskan disini bahwa berdasarkan kajian ilmiah bahan penciptaan manusia adalah tanah, disebut lebih persis pada Ayat ini yaitu tanah liat. Istilah liat biasa dipakai untuk menamai butiran tanah dengan ukuran paling kecil, diameter di bawah 0,5 mikron (= 1/2000 mm). Istilah liat juga biasa dipakai untuk menamai jenis mineral pembentuk butiran tanah paling kecil ini.

Karena ukurannya yang kecil, liat bila dimasukkan ke dalam air akan bersifat koloidal: tidak melarut tetapi tersebar merata dan sulit dipisahkan dari air. Sebagai mineral, liat adalah sekelompok alumino-silikat hidrat yang strukturnya berlembar.

Karena strukturnya, partikel liat mempunyai muatan elektrik. Sifat-sifat mineral liat lainnya adalah plastis, tetapi plastisitas ini menghilang apabila dipanaskan sampai temperatur tertentu karena struktur mineral berubah. Pemanfaatan liat secara tradisional didasarkan pada sifat-sifat fisiknya, antara lain karena mudah dibentuk dan mengeras jika dipanaskan dipanaskan, sehingga umum dipakai sebagai bahan pembuat barang gerabah atau tembikar dan keramik.

Pemanfaatan liat secara modern lebih didasarkan pada sifat kimia-fisiknya, umumnya dipakai sebagai bahan katalis pada reaksi-reaksi kimia. Karena sifat-sifat kimia-fisik yang dimilikinya, liat merupakan bagian tanah yang paling mungkin memiliki peran besar pada proses terbentuknya awal kehidupan di muka bumi termasuk penciptaan manusia (lihat juga al-An’am/6: 2, Fathir/35: 11; al-hijr/15: 26-28-33; al-Mu’minun/23: 12, 14; ash-shaffat/37: 11).

Tafsir Quraish Shihab: Ingatkanlah mereka ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku telah menciptakan seorang manusia, yaitu Adam a. s., dari tanah.

Surah Sad Ayat 72
فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ

Terjemahan: Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

Tafsir Jalalain: فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ (Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya) telah sempurna kejadiannya وَنَفَخۡتُ (dan Kutiupkan) Kualirkan فِيهِ مِن رُّوحِى (kepadanya roh ciptaan-Ku) sehingga ia menjadi hidup. Dimudhafkannya lafal ruh kepada Allah dimaksud untuk memuliakan Nabi Adam. Roh adalah tubuh yang lembut dan tidak kelihatan oleh mata, yang membuat manusia dapat hidup karena memasuki tubuhnya فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ (maka hendaklah kalian bersungkur dengan sujud kepadanya”) sujud penghormatan dengan cara membungkukkan badan.

Tafsir Ibnu Katsir: فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ (Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.)

Tafsir Kemenag: Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa apabila Ia telah menyempurnakan kejadian manusia dan meniupkan roh ke dalam tubuhnya, mereka diperintahkan untuk sujud kepada Adam, sebagai tanda penghormatan kepadanya.

Pada Ayat ini diterangkan salah satu proses penciptaan Adam, yaitu dari tanah. Para malaikat bersujud menghormatinya, karena taat kepada Allah, kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, sehingga ia termasuk makhluk yang tidak taat kepada Allah. Pembangkangan Iblis terhadap perintah sujud kepada Adam telah disebutkan dalam firmannya:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (al-Baqarah/2: 34).

Tafsir Quraish Shihab: Apabila Aku telah menyempurnakan penciptaannya dan telah meniupkan rahasia kehidupan–yaitu roh–kepadanya, maka tunduklah kalian dengan sujud penghormatan, bukan sujud penghambaan.

Surah Sad Ayat 73
فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ

Terjemahan: Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,

Tafsir Jalalain: فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ (Lalu seluruh malaikat itu sujud semuanya) di dalam Ayat ini terdapat dua Taukid, yaitu lafal Kulluhum dan lafal Ajma ‘uuna.

Tafsir Ibnu Katsir: فَسَجَدَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ (Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,)

Tafsir Kemenag: Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa apabila Ia telah menyempurnakan kejadian manusia dan meniupkan roh ke dalam tubuhnya, mereka diperintahkan untuk sujud kepada Adam, sebagai tanda penghormatan kepadanya.

Pada Ayat ini diterangkan salah satu proses penciptaan Adam, yaitu dari tanah. Para malaikat bersujud menghormatinya, karena taat kepada Allah, kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, sehingga ia termasuk makhluk yang tidak taat kepada Allah. Pembangkangan Iblis terhadap perintah sujud kepada Adam telah disebutkan dalam firmannya:

Baca Juga:  Surah Sad Ayat 30-33; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (al-Baqarah/2: 34).

Tafsir Quraish Shihab: Semua malaikat pun melaksanakan perintah itu dan melakukan sujud penghormatan kepada Adam, kecuali Iblîs yang tidak mau bersujud.

Surah Sad Ayat 74
إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Terjemahan: kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.

Tafsir Jalalain: إِلَّآ إِبۡلِيسَ (Kecuali iblis) dia adalah bapaknya jin yang dahulunya campur bersama dengan malaikat ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ (dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir) menurut ilmu Allah.

Tafsir Ibnu Katsir: إِلَّآ إِبۡلِيسَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ (kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.)

Tafsir Kemenag: Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa apabila Ia telah menyempurnakan kejadian manusia dan meniupkan roh ke dalam tubuhnya, mereka diperintahkan untuk sujud kepada Adam, sebagai tanda penghormatan kepadanya.

Pada Ayat ini diterangkan salah satu proses penciptaan Adam, yaitu dari tanah. Para malaikat bersujud menghormatinya, karena taat kepada Allah, kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, sehingga ia termasuk makhluk yang tidak taat kepada Allah. Pembangkangan Iblis terhadap perintah sujud kepada Adam telah disebutkan dalam firmannya:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (al-Baqarah/2: 34).

Tafsir Quraish Shihab: Semua malaikat pun melaksanakan perintah itu dan melakukan sujud penghormatan kepada Adam, kecuali Iblîs yang tidak mau bersujud.

Surah Sad Ayat 75
قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَىَّ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ

Terjemahan: Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.

Tafsir Jalalain: قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَىَّ (Allah berfirman, “Hai iblis! Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan kekuasaan-Ku?) maksudnya, yang telah Aku atur penciptaannya secara langsung; ungkapan ini dimaksud memuliakan kedudukan Nabi Adam, karena sesungguhnya setiap makhluk diciptakan oleh Allah secara langsung.

أَسۡتَكۡبَرۡتَ (Apakah kamu menyombongkan diri) sekarang sehingga kamu tidak mau bersujud kepadanya; Istifham atau kata tanya di sini menunjukkan makna cemoohan أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ (ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”) merasa tinggi diri sehingga kamu bersikap takabur tidak mau bersujud.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَىَّ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ (Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.) Kisah ini telah disebutkan oleh Allah di dalam surah Al-Baqarah, awal surah al-A’raaf, surah al-Hijr, al-Kahfi dan Ayat ini.

Syaitan meminta penundaan hingga hari kebangkitan, lalu Allah Yang Mahapenyabar yang tidak menyegerakan sisa-Nya kepada orang yang berbuat maksiat kepada-Nya mengizinkan penundaan tersebut. Maka ketika dia merasa aman dari kebinasaan hari kiamat, diapun membangkang dan melampaui batas.

Tafsir Kemenag: Allah berkata kepada Iblis, “Hai Iblis, apa yang menyebabkanmu enggan sujud menghormati Adam, makhluk yang telah Aku ciptakan sendiri dengan kekuasaan-Ku? Aku sendirilah yang menciptakan Adam itu, bukan makhluk-Ku yang menciptakannya. Kenapa kamu berlaku angkuh dan sombong.

Apakah kamu telah merasa dirimu lebih tinggi dan lebih terhormat di antara makhluk-makhluk yang telah Aku ciptakan, sehingga kamu berpendapat bahwa kamu berhak dan berwenang berbuat apa yang kamu inginkan?”

Iblis menjawab dan memberikan alasan pembangkangannya. Ia mengatakan bahwa ia lebih baik daripada Adam karena Allah menjadikannya dari api, sedang Adam dari tanah. Menurut Iblis, api lebih baik daripada tanah karena sifat api selalu meninggi dan tanah selalu di bawah. Padahal, materi asal itu tidak bisa dijadikan indikator kemuliaan makhluk. Kemuliaan itu tergantung pada ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Percakapan di atas disebutkan dalam firman Allah:

(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(al-A.’raf/7: 12).

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata, “Wahai Iblîs, apa yang membuatmu tidak mau bersujud hormat kepada makhluk yang Aku ciptakan sendiri tanpa perantara? Merasa besarkah kamu, padahal kamu tidak besar, atau kamu benar- benar tinggi?”

Surah Sad Ayat 76
قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٌ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٍ

Terjemahan: Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Tafsir Jalalain: قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٌ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٍ (Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”).

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٌ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٍ (Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.)

Tafsir Kemenag: Allah berkata kepada Iblis, “Hai Iblis, apa yang menyebabkanmu enggan sujud menghormati Adam, makhluk yang telah Aku ciptakan sendiri dengan kekuasaan-Ku? Aku sendirilah yang menciptakan Adam itu, bukan makhluk-Ku yang menciptakannya. Kenapa kamu berlaku angkuh dan sombong.

Apakah kamu telah merasa dirimu lebih tinggi dan lebih terhormat di antara makhluk-makhluk yang telah Aku ciptakan, sehingga kamu berpendapat bahwa kamu berhak dan berwenang berbuat apa yang kamu inginkan?”

Iblis menjawab dan memberikan alasan pembangkangannya. Ia mengatakan bahwa ia lebih baik daripada Adam karena Allah menjadikannya dari api, sedang Adam dari tanah. Menurut Iblis, api lebih baik daripada tanah karena sifat api selalu meninggi dan tanah selalu di bawah. Padahal, materi asal itu tidak bisa dijadikan indikator kemuliaan makhluk. Kemuliaan itu tergantung pada ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Percakapan di atas disebutkan dalam firman Allah:

Baca Juga:  Surah Al-Hadid Ayat 4-6; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”(al-A.’raf/7: 12).

Tafsir Quraish Shihab: Iblîs berkata, “Aku lebih baik daripada Adam, sebab aku Engkau ciptakan dari api sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah. Bagaimama aku sujud kepadanya?”

Surah Sad Ayat 77
قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ

Terjemahan: Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,

Tafisr Jalalain: قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا (Allah berfirman, “Maka keluarlah kamu dari surga) menurut pendapat yang lain dari langit فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir) yang terusir.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,)

Tafsir Kemenag: Karena kedurhakaan Iblis yang enggan menaati perintah Allah, maka Allah mengusir Iblis dari surga, dan menjadikannya sebagai makhluk yang terkutuk. Kutukan itu tetap berlaku sampai hari Kiamat, yaitu hari pembalasan terhadap semua perbuatan manusia.

Firman Allah: (Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”( al-A.’raf/7: 13).

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata kepada Iblîs, sebagai balasan atas kesombongan menghadapi perintah-Nya, “Keluarlah kamu dari kelompok al-Mala’ al-A’lâ. (1) Kamu terusir dari kasih sayang-Ku.” (1) Al-mala’ al-A’lâ berarti ‘alam malaikat’, ‘alam arwah’, “alam surga’.

Surah Sad Ayat 78
وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِىٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

Terjemahan: Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”.

Tafsir Jalalain: وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِىٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”) yakni hari Allah melakukan pembalasan.

Tafsir Ibnu Katsir: وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِىٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”.)

Tafsir Kemenag: Karena kedurhakaan Iblis yang enggan menaati perintah Allah, maka Allah mengusir Iblis dari surga, dan menjadikannya sebagai makhluk yang terkutuk. Kutukan itu tetap berlaku sampai hari Kiamat, yaitu hari pembalasan terhadap semua perbuatan manusia.

Firman Allah: (Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”( al-A.’raf/7: 13).

Tafsir Quraish Shihab: “Kamu akan Aku jauhkan dari segala bentuk kebaikan sampai hari pembalasan,” kata Allah lagi. “Kamu akan dibalas atas kekufuranmu kepada-Ku dan kesombonganmu di hadapan-Ku.”

Surah Sad Ayat 79
قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِىٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ

Terjemahan: Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.

Tafsir Jalalain: قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِىٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ (Iblis berkata, “Ya Rabbku! Berilah aku tenggang waktu sampai hari mereka dibangkitkan”) sampai manusia dibangkitkan.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِىٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ (Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.)

Tafsir Kemenag: Setelah menjadi makhluk yang terkutuk, Iblis memohon kepada Allah, “Wahai Tuhanku, jika Engkau telah menjadikan aku sebagai makhluk-Mu yang terkutuk dan telah terjauh dari rahmat-Mu, maka aku mohon agar umurku dipanjangkan, hingga sampai hari kebangkitan nanti. Janganlah engkau wafatkan aku selama dunia masih ada.”.

Tafsir Quraish Shihab: Iblîs berkata, “Ya Tuhan, tangguhkan aku dan jangan Engkau matikan aku sampai hari kebangkitan.”

Surah Sad Ayat 80
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ

Terjemahan: Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

Tafsir Jalalain: قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ (Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh.).

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ (Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,)

Tafsir Kemenag: Allah mengabulkan permohonan Iblis itu dengan membiarkannya hidup sampai waktu yang ditentukan, sebagaimana firman Allah: (Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.”(Allah) berfirman, “Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.”( al-A.’raf/7: 14-15).

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata, “Kamu termasuk mereka yang Aku tangguhkan sampai waktu yang telah Aku tentukan, yaitu saat penghabisan kehidupan dunia.”

Surah Sad Ayat 81
إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ

Terjemahan: sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)”.

Tafsir Jalalain: إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ (Sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya”) yakni waktu tiupan sangkakala yang pertama atau hari kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir: إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ (sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)”.)

Tafsir Kemenag: Allah mengabulkan permohonan Iblis itu dengan membiarkannya hidup sampai waktu yang ditentukan, sebagaimana firman Allah:

(Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.”(Allah) berfirman, “Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.”( al-A.’raf/7: 14-15).

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata, “Kamu termasuk mereka yang Aku tangguhkan sampai waktu yang telah Aku tentukan, yaitu saat penghabisan kehidupan dunia.”

Surah Sad Ayat 82
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ

Terjemahan: Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Tafsir Jalalain: قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ (Iblis menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya).

Tafsir Ibnu Katsir: Kisah ini telah disebutkan oleh Allah di dalam surah Al-Baqarah, awal surah al-A’raaf, surah al-Hijr, al-Kahfi dan Ayat ini. Syaitan meminta penundaan hingga hari kebangkitan, lalu Allah Yang Mahapenyabar yang tidak menyegerakan sisa-Nya kepada orang yang berbuat maksiat kepada-Nya mengizinkan penundaan tersebut. Maka ketika dia merasa aman dari kebinasaan hari kiamat, diapun membangkang dan melampaui batas, serta berkata: قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ (“Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semua semuanya,)

Tafsir Kemenag: Selanjutnya Iblis memohon lagi, “Wahai Tuhanku, demi kekuasaan dan kemuliaan Engkau, berilah aku kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan Engkau, dengan menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk dan maksiat yang mereka kerjakan.”.

Baca Juga:  Surah Sad Ayat 4-11; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Iblîs berkata, “Demi keagungan dan keperkasaan-Mu, aku bersumpah akan merayu semua manusia, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas beribadah kepada-Mu. Terhadap mereka, aku tidak memiliki kekuasaan apa-apa.”

Surah Sad Ayat 83
إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Terjemahan: kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.

Tafsir Jalalain: إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”) yakni orang-orang yang beriman.

Tafsir Ibnu Katsir: إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.) dalam Ayat lain, yaitu dalam firman Allah: إِنَّ عِبَادِى لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنٌ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا (“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabb-mu sebagai Penjaga.”) (al-Israa’: 65)

Tafsir Kemenag: Selanjutnya Iblis mengatakan, “Tentu saja hamba-hamba Engkau yang kuat imannya, yang tunduk dan patuh kepada Engkau, tidak dapat aku goda dan sesatkan. Hanya orang-orang kafir seperti aku dan orang-orang yang lemah imannya yang mungkin aku sesatkan.”.

Tafsir Quraish Shihab: Iblîs berkata, “Demi keagungan dan keperkasaan-Mu, aku bersumpah akan merayu semua manusia, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas beribadah kepada-Mu. Terhadap mereka, aku tidak memiliki kekuasaan apa-apa.”

Surah Sad Ayat 84
قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ

Terjemahan: Allah berfirman: “Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan”.

Tafsir Jalalain: قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ (Allah berfirman, “Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan”) dapat dibaca Falhaqqa Wal Haqqa atau Falhaqqu Wal Haqqa; kalau dibaca Nashab berarti dinashabkan oleh Fi’il yang sesudahnya. Bila lafal pertama dinashabkan, menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa dinashabkan oleh Fi’ll yang telah disebutkan.

Menurut pendapat yang lainnya lagi dinashabkan karena menjadi Mashdar, bentuk asalnya adalah Uhiqqal Haqqa. Menurut pendapat yang lainnya lagi karena huruf Qasamnya dicabut. Dibaca Rafa’ atas dasar karena menjadi Mubtada yang dibuang Khabarnya, bentuk asalnya adalah Falhaqqu Minnii. Menurut pendapat yang lainnya lagi bentuk asalnya adalah, Falhaqqu Qasami, dan jawab Qasamnya ialah kalimat berikutnya, yaitu:.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ (Allah berfirman: “Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan”.) sekelompok ahli tafsir diantarana Mujahid, membaca Ayat ini dengan merafa’kan [membaca dengan dlamah] “alhaqqu” yang pertama. dan Mujahid menafsirkannya, bahwa maknanya adalah: “Aku-lah yang Mahabenar dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.”

Dan menurut salah satu riwayat lagi darinya: “Kebenaran itu adalah dari-Ku dan Aku mengatakan kebenaran.” Sedangkan ulama lain membacanya nashab [fathah] “alhaqqa”. As-Suddi berkata:”Yaitu, sumpah yang dilakukan oleh Allah.”

Tafsir Kemenag: Allah mengabulkan permintaan Iblis dan berkata, “Yang hak itu ada pada-Ku. Sungguh, yang hak itulah Aku katakan. Neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan dari sebagian anak cucu Adam.

Allah mengancam orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin-pemimpin mereka dan mengabaikan perintah Allah yang menghantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat, Allah berfirman:

dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.(an-Nisa’/4: 119).

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata, “Kebenaran adalah sumpah-Ku. Aku tidak akan berkata kecuali benar. Aku akan mengisi neraka jahanam dengan bangsa sejenismu, yaitu setan, dan anak cucu Adam yang mengikutinya. Aku tidak membedakan antara pengikut dan pemimpin.”

Surah Sad Ayat 85
لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.

Tafsir Jalalain: لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ (Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu) berikut keturunanmu وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ (dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka) yakni umat manusia أَجۡمَعِينَ (semuanya.).

Tafsir Ibnu Katsir: لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ (Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.)

Tafsir Kemenag: Allah mengabulkan permintaan Iblis dan berkata, “Yang hak itu ada pada-Ku. Sungguh, yang hak itulah Aku katakan. Neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan dari sebagian anak cucu Adam.

Allah mengancam orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin-pemimpin mereka dan mengabaikan perintah Allah yang menghantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat, Allah berfirman:

dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.(an-Nisa’/4: 119).

Tafsir Quraish Shihab: Allah berkata, “Kebenaran adalah sumpah-Ku. Aku tidak akan berkata kecuali benar. Aku akan mengisi neraka jahanam dengan bangsa sejenismu, yaitu setan, dan anak cucu Adam yang mengikutinya. Aku tidak membedakan antara pengikut dan pemimpin.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Sad Ayat 71-85 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S