Surah Sad Ayat 86-88; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Sad Ayat 86-88

Pecihitam.org – Kandungan Surah Sad Ayat 86-88 ini, Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik bahwa ia tidak mengharapkan apalagi meminta upah kepada mereka sebagai imbalan dari tugas menyampaikan agama Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sedikit pun Rasul tidak mengharapkannya. Hanya Allah yang akan memberi upah padanya. Orang-orang telah mengenal rasul dengan sebaik-baiknya bahwa ia tidak pernah mengada-ada dan membuat yang bukan-bukan.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Sad Ayat 86-88

Surah Sad Ayat 86
قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ

Terjemahan: Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.

Tafsir Jalalain: قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ (Katakanlah! “Aku tidak meminta kepada kalian atas hal ini) atas penyampaian risalah ini مِنۡ أَجۡرٍ (upah sedikit pun) persenan sedikit pun dari kalian وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ (dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan) maksudnya, membuat-buat Alquran dari diriku sendiri.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: “Katakanlah hai Muhammad, kepada orang-orang musykik itu, ‘Aku tidak meminta upah kepada kalian [yang kalian berikan] berupa harta benda dunia atas penyampaian risalah dan nasehat ini.’”

وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ (“Dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-ada.”) artinya, aku tidak menghendaki dan tidak menginginkan kelebihan atas risalah yang disampaikan oleh Allah Ta’ala kepadaku, bahkan aku tunaikan apa yang diperintahkan-Nya kepadaku, aku tidak tambah dan kurangi, aku hanya mengharap wajah Allah dan negeri akhirat.

Sufyan ats-Tsauri berkata dari al-A’masy dan Mashur, dari Abudh-Dhuha, bahwa Masruq berkata: Kami mendatangi ‘Abdullah bin Mas’ud, lalu dia berkata: “Wahai sekalian manusia, barangsiapa mengetahui sesuatu, maka hendaklah ia mengatakannya. Dan barangsiapa tidak mengetahuinya, maka katakanlah ‘AllaaHu a’lamu’ [Allah lebih mengetahui]. Karena sesungguhnya termasuk bagian dari sebuah ilmu bahwa seseorang mengatakan: ‘AllaHu a’lamu [Allah lebih mengetahui]’ apa yang tidak diketahuinya.”

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 26-27; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sesungguhnya Allah berfirman kepada Nabi kalian: قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ (“Katakanlah [hai Muhammad]: ‘Aku tidak minta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku, Dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-ada.”) al-Bukhari dan Muslim meriwAyatkannya dari hadits al-A’masy.

Tafsir Kemenag: Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik bahwa ia tidak mengharapkan apalagi meminta upah kepada mereka sebagai imbalan dari tugas menyampaikan agama Allah.

Sedikit pun Rasul tidak mengharapkannya. Hanya Allah yang akan memberi upah padanya. Orang-orang telah mengenal rasul dengan sebaik-baiknya bahwa ia tidak pernah mengada-ada dan membuat yang bukan-bukan.”

Dari Ayat ini dipahami agar orang-orang yang beriman meniru apa yang telah diperbuat Rasulullah, yaitu selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia, walaupun hanya sedikit yang diketahuinya. Imam Muslim meriwAyatkan bahwa Ibnu Mas’ud berkata:

Wahai sekalian manusia, barangsiapa di antara kamu yang memperoleh pengetahuan, maka hendaklah ia mengatakannya. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui hendaklah ia menyatakan, “Allah Taala lebih mengetahui,”. Allah Taala berfirman kepada Rasulullah saw, “Qul ma’as ‘alukum .” sampai akhir Ayat”.

Tafsir Quraish Shihab: Katakan kepada umat-Mu, wahai Muhammad, “Aku tidak meminta ganjaran atas perintah menyampaikan al-Qur’ân kepada kalian. Aku bukan termasuk orang yang berpura-pura dengan sesuatu yang tidak aku miliki lantas mengaku sebagai nabi.

Baca Juga:  Surah Sad Ayat 26; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Sad Ayat 87
إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٌ لِّلۡعَٰلَمِينَ

Terjemahan: Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.

Tafsir Jalalain: إِنۡ هُوَ (Tiada lain ini) Alquran ini إِلَّا ذِكۡرٌ (hanyalah peringatan) yakni nasihat dan peringatan لِّلۡعَٰلَمِينَ (bagi semesta alam) maksudnya bagi jenis manusia, jin dan makhluk-makhluk yang berakal selain malaikat.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٌ لِّلۡعَٰلَمِينَ (“Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.”) yakni, al-Qur’an ini adalah peringatan bagi seluruh Mukallaf [siapa yang menerima beban syariat] di antara manusia dan jin. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas.

Ayat seperti firman Allah Ta’ala: لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَ (“Supaya dengannya aku memberikan peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai [kepadanya] al-Qur’an.”)(al-An’am: 19)

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an ini berisi petunjuk dan pengajaran bagi jin dan manusia. Semua orang yang sehat akal pikirannya, tentu mengakui kebenarannya. Al-Qur’an merupakan petunjuk ke jalan yang lurus dan pembeda antara yang hak dan yang batil.

Tafsir Quraish Shihab: Al-Qur’ân hanyalah sebuah peringatan dan pelajaran untuk seluruh alam semesta.”

Surah Sad Ayat 88
وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعۡدَ حِينٍۭ

Terjemahan: Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.

Tafsir Jalalain: وَلَتَعۡلَمُنَّ (Dan sesungguhnya kalian akan mengetahui) hai orang-orang kafir Mekah نَبَأَهُۥ (berita Alquran) yaitu berita kebenarannya بَعۡدَ حِينٍۭ (setelah beberapa waktu lagi”) yakni pada hari kiamat nanti. Lafal ‘Alima bermakna ‘Arafa yakni mengetahui. Huruf Lam sebelumnya adalah Lam Qasam bagi lafal yang diperkirakan, bentuk asalnya adalah, Wallaahi Lata’lamunna.

Baca Juga:  Surah Sad Ayat 30-33; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ (“Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui [kebenaran] berita al-Qur’an.”) yaitu berita dan kebenarannya.
بَعۡدَ حِينٍۭ (“Setelah beberapa waktu lagi.”) yaitu dalam waktu dekat. Qatadah berkata: “Setelah kematian.” ‘Ikrimah berkata: “Yaitu pada hari kiamat.” Kedua pendapat ini saling bertentangan, karena orang yang wafat [berarti dia] telah masuk pada hukum kiamat.

Qatadah berkata tentang firman Allah: وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ بَعۡدَ حِينٍۭ (“Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui [kebenaran] berita al-Qur’an setelah beberapa waktu lagi.”) al Hasan berkata: “Hai anak Adam. Ketika mati, akan datang kepadamu berita yang meyakinkan.”

Tafsir Kemenag: Pada akhir surah ini, Allah menyampaikan kepada orang-orang yang tidak mengindahkan seruan Rasulullah, bahwa kelak mereka setelah mati akan mengetahui apakah tindakan mereka itu salah atau benar.

Tafsir Quraish Shihab: Kalian, wahai orang-orang yang mendustakan al-Qur’ân, pasti akan tahu bahwa apa yang dikandung al-Qur’ân seperti janji surga, ancaman neraka, kisah-kisah masa lalu, perkara-perkara mendatang dan tanda- tanda alam raya, akan datang dalam waktu tidak lama lagi.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Sad Ayat 86-88 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S