Surah Yasin Ayat 55-58; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Yasin Ayat 55-58

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yasin Ayat 55-58 ini, menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya, mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat, dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Yasin Ayat 55-58

Surah Yasin Ayat 55
إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِى شُغُلٍ فَٰكِهُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

Tafsir Jalalain: إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِى شُغُلٍ (Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu dalam kesibukan) mereka tidak menghiraukan lagi apa yang dialami oleh ahli neraka, karena mereka sibuk dengan kenikmatan-kenikmatan yang sedang mereka rasakan, seperti memecahkan selaput dara bidadari-bidadari; mereka tidak mempunyai kesibukan yang membuat mereka lelah atau payah, karena di dalam surga tidak ada kelelahan. Lafal Syughulin dapat pula dibaca Syughlin فَٰكِهُونَ (bersenang-senang) yakni bergelimangan di dalam kenikmatan. Lafal Faakihuuna menjadi Khabar kedua dari Inna, sedangkan Khabar yang pertama adalah Fii Syughulin.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala mengabarkan tentang penghuni surga, dimana pada hari kiamat, ketika mereka telah berangkat dari perkumpulan, mereka turun di taman-taman surga dalam keadaan tidak peduli dengan orang lain, karena mereka berada dalam kenikmatan yang langgeng dan keberuntungan yang agung.

Al-Hasan al-Bashri dan Ismail bin Abi Khalid berkata: “Yaitu tidak peduli dengan adzab yang dialami oleh penghuni neraka. Mujahid berkata: شُغُلٍ فَٰكِهُونَ (“Bersenang-senang dalam kesibukan [mereka],”) yaitu, dalam kenikmatan yang mengherankan mereka.” Demikian yang dikatakan oleh Qatadah.

Tafsir Kemenag: Allah menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya, mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat, dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar.

Waktu itu tidak terpikir olehnya azab yang sedang diderita orang-orang kafir yang terbenam dalam neraka. Yang dirasakan dan diingatnya hanyalah kegembiraan dan kepuasan hati bersama teman-temannya di dalam surga.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya pada hari ini para penghuni surga disibukkan oleh kenikmatan yang mereka dapatkan. Mereka mengagumi semua itu dengan perasaan riang gembira.

Surah Yasin Ayat 56
هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِى ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ

Terjemahan: Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

Baca Juga:  Surah Yasin Ayat 63-67; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: هُمۡ (Mereka) lafal Hum menjadi Mubtada وَأَزۡوَٰجُهُمۡ فِى ظِلَٰلٍ (dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh) lafal Zhilaalun ini adalah bentuk jamak dari lafal Zhillun atau Zhillatun; menjadi Khabar Mubtada; arti Zhillun adalah tidak terkena panas matahari maksudnya teduh.

عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ (Di atas dipan-dipan) lafal Araa-iki adalah bentuk jamak dari lafal Ariikah, adalah ranjang atau permadani yang tebal مُتَّكِـُٔونَ (mereka bersandaran) bertelekan di atas dipan-dipan; lafal Ayat ini menjadi Khabar kedua dan menjadi tempat berta’alluqnya Alal Araaa-iki.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman Allah: هُمۡ وَأَزۡوَٰجُهُمۡ (“Mereka dan istri-istri mereka”) Mujahid berkata: “Yaitu bidadari-bidadari mereka. فِى ظِلَٰلٍ (“Berada dalam tempat teduh”) yaitu diteduhi pohon-pohon, عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ (“Bertelekan di atas dipan-dipan.”) Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Ikrimah, Muhammad bin Ka’ab, al-Hasan, Qatadah, as-Suddi dan Khushaif berkata: al-araa-iki yaitu dipan-dipan yang berada di bawah tirai pengantin. [Aku berkata] bandingannya di dalam dunia adalah singgasana yang berada di bawah. wallaaHu a’lam.”

Tafsir Kemenag: Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman yang indah dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.

Dari perkataan “hum wa azwajuhum” (mereka dan pasangan mereka) dapat dipahami bahwa orang-orang yang beriman akan tinggal bersama pasangan mereka dengan bahagia dan damai dalam surga dan memperoleh nikmat yang berbagai macam bentuk yang tiada taranya.

Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, serta merasakan makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dan setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.

Bahkan pada Ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya seperti derajat bapak dan ibu mereka. Mereka dikumpulkan dengan orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah berfirman:

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya. (ath-thur/52: 21)

Dari Ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak dan keluarga mereka, menjadi orang-orang beriman yang baik, agar cita-cita mereka untuk dapat saling berhubungan dengan keluarga mereka dikabulkan Allah di akhirat.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 121; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Mereka beserta istri-istri mereka berada dalam keteduhan yang menyenangkan sambil bertelekan di atas dipan-dipan yang penuh hiasan.

Surah Yasin Ayat 57
لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

Terjemahan: Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

Tafsir Jalalain: لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَلَهُم (Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan mereka memperoleh pula) di dalamnya مَّا يَدَّعُونَ (apa yang mereka minta) apa yang mereka dambakan.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman Allah: لَهُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةٌ (“Di surge itu mereka memperoleh buah-buahan.”) dengan seluruh jenisnya, وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ (“Dan memperoleh apa yang mereka minta.”) yaitu kapan saja mereka minta, niscaya mereka akan mendapat seluruh bentuk kelezatan.

Ibnu Abi Hatim meriwAyatkan dari Sulaiman bin Musa, bahwasannya Kuraib bercerita kepada kami, dia mendengar Usamah bin Zaid berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Ketahuilah. Apakah ada orang yang bersegera menuju surga? Sesungguhnya surga itu tidak pernah terlintas.

Demi Rabb pemilik Ka’bah, dia semuanya cahaya yang bersinar, wangi yang semerbak, istana yang megah, sungai yang gemericik, buah-buahan yang renyah, pasangan-pasangan yang baik, cantik dan para bidadari yang banyak, tempat kekal di daerah keselamatan, buah-buahan yang menghijau, baik dan nikmat serta tempat-tempat yang tinggi dan menyenangkan.”

Mereka menjawab: “Ya Rasulallah, kami adalah orang-orang yang bersegera.” Rasulullah bersabda: “Katakanlah: ‘Insyaa AllaaH [jika Allah menghendaki]”). Lalu orang-orang mengucapkan: “insyaa AllaaH.” Demikian yang diriwAyatkan oleh Ibnu Majah di kitab az-Zuhud dalam sunannya.

Tafsir Kemenag: Orang-orang yang beriman akan memakan bermacam-macam buah-buahan yang lezat di dalam surga, dan memperoleh semua yang mereka inginkan. Bagi yang suka bermain disediakan berbagai alat permainan, yang suka olahraga juga disediakan semua kebutuhan olahraga. Demikian pula berbagai alat kesenian yang mereka inginkan Firman Allah:

Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram. (ad-Dukhan/44: 55)

(58) Yang mereka inginkan itu ialah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah:

?sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra’d/13: 23-24)

Baca Juga:  Surah Yasin ayat 20-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.

Tafsir Quraish Shihab: Di surga itu mereka memperoleh aneka ragam buah-buahan. Semua yang mereka minta akan disediakan.

Surah Yasin Ayat 58
سَلَٰمٌ قَوۡلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

Terjemahan: (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

Tafsir Jalalain: سَلَٰمٌ (Kepada mereka dikatakan, “Salaam”) kedudukan kalimat ini menjadi Mubtada قَوۡلًا (sebagai ucapan selamat) yang menjadi Khabarnya ialah مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ (dari Rabb Yang Maha Penyayang) kepada mereka, yakni Dia mengucapkan kepada mereka, “Kesejahteraan atas kalian.”.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman Allah: سَلَٰمٌ قَوۡلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ (“Salam, sebagai ucapan selamat dari Rabb Yang Mahapenyayang.”) Ibnu Juraij berkata, Ibnu ‘Abbas berkata tentang firman Allah Ta’ala: سَلَٰمٌ قَوۡلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ (“Salam, sebagai ucapan selamat dari Rabb Yang Mahapenyayang.”) sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan kesejahteraan kepada penghuni surga.”

Apa yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas ini seperti firman Allah Ta’ala: تَحِيَّتُهُمۡ يَوۡمَ يَلۡقَوۡنَهُۥ سَلَٰمٌ (“Salam penghormatan kepada mereka [orang-orang Mukmin itu] pada hari mereka menemui-Nya ialah: ‘Salam’” (al-Ahzab: 44)

Tafsir Kemenag: Yang mereka inginkan itu ialah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah: a?€¦sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra’d/13: 23-24)

Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.

Tafsir Quraish Shihab: Diucapkan untuk mereka ucapan keselamatan yang berasal dari Tuhan Yang Maha Pengasih.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yasin Ayat 55-58 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S