Surah Yasin Ayat 59-62; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Yasin Ayat 59-62

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yasin Ayat 59-62 ini, bahwa orang-orang kafir yang digiring masuk neraka itu dihardik dan diingatkan Allah kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah memerintahkan manusia agar hanya menyembah-Nya, mengikuti semua yang diperintahkan-Nya, dan menghentikan semua yang dilarang-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Yasin Ayat 59-62

Surah Yasin Ayat 59
وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ

Terjemahan: Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.

Tafsir Jalalain: (Dan) Dia berfirman pula, وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ (“Berpisahlah kalian dan orang-orang mukmin pada hari ini hai orang-orang yang berbuat jahat) mereka diperintahkan supaya berpisah di kala mereka bercampur dengan orang-orang mukmin.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang kondisi orang kafir yang kembali kepada-Nya pada hari kiamat dimana Dia memerintahkan mereka untuk memisahkan diri, tempat berdiri mereka berbeda dengan orang-orang yang beriman. Seperti firman Allah: وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوۡمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ (“Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka [manusia] bergolong-golongan.”)(ar-Ruum: 14)

Tafsir Kemenag: Allah memerintahkan kepada orang-orang kafir agar segera berpisah dari orang-orang yang beriman dan masuk ke dalam neraka sebagai tempat yang telah disediakan untuk mereka.

Perintah ini disampaikan Allah, sewaktu seluruh manusia telah selesai dihisab di Padang Mahsyar. Orang-orang yang beriman diperintahkan masuk ke dalam surga dan orang-orang kafir diperintahkan masuk ke dalam neraka.

Ayat lain yang senada dengan Ayat ini ialah firman Allah: (Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah, selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. (ash-shaffat/37: 22-23).

Tafsir Quraish Shihab: Dan bagi para pelaku kejahatan, pada hari ini dikatakan kepada mereka, “Menyingkirlah kalian dari kelompok orang-orang yang beriman!

Surah Yasin Ayat 60
أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 54-55; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan: Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

Tafsir Jalalain: أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ (Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian hai Bani Adam) melalui lisan Rasul-rasul-Ku أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَ (supaya kalian tidak menyembah setan) jangan menaatinya. إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوٌّ مُّبِينٌ (Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian”) yakni jelas permusuhannya.

Tafsir Ibnu Katsir: أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوٌّ مُّبِينٌ (“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai bani Adam, supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”) ini merupakan ejekan dari Allah Ta’ala kepada orang-orang kafir dari golongan Bani Adam yang mentaati syaitan. Padahal syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi mereka, serta bermaksiat kepada Allah Yang Mahapemurah. Padahal Dia-lah Yang menciptakan mereka dan memberikan rizki kepada mereka.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini diterangkan bahwa orang-orang kafir yang digiring masuk neraka itu dihardik dan diingatkan Allah kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah berfirman, “Bukankah dahulu pernah Aku wasiatkan kepadamu agar jangan sekali-kali menyembah setan.

Di samping itu, telah Aku kemukakan kepadamu bukti-bukti yang kuat menurut akal pikiran, dan Aku utus rasul kepadamu dengan membawa kitab yang berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayat dan pengutusan rasul itu telah cukup sebagai alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti keadaan sekarang ini.”

Allah menerangkan alasan-Nya melarang manusia mengikuti setan, yaitu karena setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia. Permusuhan manusia dengan setan telah berlangsung sejak dahulu, yaitu sejak setan menyesatkan Adam dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan Allah dari surga. Sejak itu setan selalu berusaha dan berdaya upaya menyesatkan manusia.

Tafsir Quraish Shihab: Bukankah telah Aku wasiatkan kepada kalian, wahai anak keturunan Adam, agar kalian tidak mengikuti jalan setan sehingga kalian menjadi budaknya? Sesungguhnya setan itu merupakan musuh yang nyata.

Baca Juga:  Surah Yasin Ayat 63-67; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Yasin Ayat 61
وَأَنِ ٱعۡبُدُونِى هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسۡتَقِيمٌ

Terjemahan: dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

Tafsir Jalalain: وَأَنِ ٱعۡبُدُونِى (Dan hendaklah kalian menyembah-Ku) yakni esakanlah Aku dan taatilah Aku. هَٰذَا صِرَٰطٌ (Inilah jalan) maksudnya tuntunan مُّسۡتَقِيمٌ (yang lurus.).

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَأَنِ ٱعۡبُدُونِى هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسۡتَقِيمٌ (“Dan hendaklah kamu beribadah kepada-Ku. Inilah jalan yang lurus.”) ini jalan yang lurus, akan tetapi kalian mengikuti jalan yang lain dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh syaitan kepada kalian.

Tafsir Kemenag: Allah memerintahkan manusia agar hanya menyembah-Nya, mengikuti semua yang diperintahkan-Nya, dan menghentikan semua yang dilarang-Nya. Jika seseorang telah melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya dan menghentikan semua yang dilarang-Nya berarti ia telah menempuh jalan yang diridai, dan itulah jalan yang lurus dan itulah agama yang benar yang berasal dari Tuhan semesta alam.

Tafsir Quraish Shihab: Juga agar kalian mengesakan Aku dalam beribadah, karena itu merupakan jalan yang benar-benar lurus.

Surah Yasin Ayat 62
وَلَقَدۡ أَضَلَّ مِنكُمۡ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ أَضَلَّ مِنكُمۡ جِبِلًّا كَثِيرًا (Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian) lafal Jibillan adalah bentuk jamak dari Jabiilun seperti wazan Qadiimun, artinya makhluk. Menurut qiraat yang lain dibaca Jibullan dengan harakat Dhammah pada huruf Ba. أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ (Maka apakah kalian tidak memikirkan?) tentang permusuhan setan dan penyesatannya; atau azab yang bakal menimpa mereka, yang karenanya mereka lalu mau beriman. Dikatakan kepada mereka di akhirat nanti:.

Tafsir Ibnu Katsir: Untuk itu Allah Ta’ala berfirman: وَلَقَدۡ أَضَلَّ مِنكُمۡ جِبِلًّا كَثِيرًا (“Sesunguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu.”) dikatakan: jibillan, adalah dengan kasrah jim dan tasydid lam.” Ada pula yang mengatakan: “Jubulan adalah dengan mendlamahkan jim dan ba’ serta meringankan lam.” Di antara mereka ada pula yang mensukunkan ba, dan yang dimaksud adalah banyak makhluk. Itulah yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, as-Suddi dan Sufyan bin ‘Uyainah.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 42; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Firman Allah: أَفَلَمۡ تَكُونُواْ تَعۡقِلُونَ (“Maka apakah kamu tidak memikirkannya?”) yaitu apakah kalian tidak memiliki akal fikiran saat kalian menyelisihi apa yang diperintahkan oleh Rabb kalian berupa beribadah hanya kepada-Nya Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, serta musuh kalian adalah syaitan.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan pengaruh dan akibat godaan setan kepada manusia, yaitu mereka ingkar dan tidak menaati Allah, bahkan banyak di antara mereka yang mempersekutukan-Nya.

Alangkah lemahnya hati manusia, sehingga mereka dapat tergoda oleh setan. Padahal mereka telah dianugerahi akal, pikiran, perasaan, kemampuan jasmani dan rohani, demikian pula taufik dan hidayah berupa agama yang disampaikan rasul kepada mereka. Sebenarnya dengan semua anugerah yang diberikan itu, manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana jalan yang lurus dan mana jalan yang sesat, mana perbuatan dosa dan mana amal yang saleh. Tetapi mereka lalai dan selalu memperturutkan hawa nafsunya.

Tafsir Quraish Shihab: Sungguh setan telah menyesatkan banyak di antara kalian. Kalian telah tertipu mengapa tidak berpikir saat mengikuti jalan setan.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yasin Ayat 59-62 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S