Surah Yunus Ayat 15-16; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yunus Ayat 15-16

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yunus Ayat 15-16 ini menjelaskan bahwa Allah SWT mengabarkan tentang keresahan orang-orang kafir Quraisy yang mendustakan kebenaran dan berpaling darinya, sesungguhnya mereka jika Rasulullah menyampaikan firman Allah kepada mereka, mereka berkata kembalikanlah al-Qur’an ini dan datangkanlah kepada kami yang selainnya, atau gantilah ia dengan isi yang lain.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yunus Ayat 15-16

Surah Yunus Ayat 15
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ ۙ قَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَٰذَا أَوْ بَدِّلْهُ ۚ قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۖ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Terjemahan: Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: “Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا (Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami) yakni Alquran بَيِّنَاتٍ (yang nyata) yang jelas; lafal بَيِّنَاتٍ kedudukannya menjadi hal atau kata keterangan keadaan

قَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا (orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata) mereka adalah orang-orang yang tidak takut akan adanya hari pembalasan

ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَٰذَا (“Datangkanlah Alquran yang lain dari ini) yang isinya tidak mengandung celaan kepada tuhan-tuhan kami أَوْ بَدِّلْهُ (atau gantilah dia.”) dengan buatanmu sendiri قُلْ (Katakanlah,) kepada mereka

مَا يَكُونُ (“Tidaklah pantas) tidak layak لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ (bagiku menggantinya dari pihak) berdasarkan kemauan نَفْسِي (diriku sendiri. Aku tidak) tiada lain إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۖ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي (hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku) oleh sebab menggantikan Alquran عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (kepada siksa hari yang besar.”) yaitu hari kiamat.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 72-75; Seri Tadabbur Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Allah mengabarkan tentang keresahan orang-orang kafir Quraisy yang mendustakan kebenaran dan berpaling darinya, sesungguhnya mereka jika Rasulullah kepada mereka, mereka berkata: ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَٰذَا (Datangkanlah olehmu al-Qur’an selain ini) maksudnya kembalikanlah al-Qur’an ini dan datangkanlah kepada kami yang selainnya, atau gantilah ia dengan isi yang lain.

Allah berfirman kepada Nabi-Nya dan Rasul yang menyampaikan (risalah) dari Allah: قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي (Katakanlah: Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri) maksudnya tidaklah seperti itu. Sesungguhnya aku hanyalah hamba yang diperintahkan dan Rasul yang (menyampaikan) risalah dari Allah.

إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۖ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika aku mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar [Kiamat]).

Tafsir Quraish Shihab: Dan ketika ayat-ayat al-Qur’ân dari Rasul Kami, Muhammad, telah jelas bagi orang-orang musyrik, orang-orang kafir yang tidak takut kepada azab Allah dan tidak mengharapkan pahala dari-Nya berkata kepada Nabi Muhammad, “Datangkanlah kitab selain al-Qur’ân kepada kami, atau gantilah apa yang tidak kami sukai di dalamnya.”

Katakanlah kepada mereka, wahai Rasulullah, “Aku tidak mungkin mendatangkannya dan tidak boleh mengganti apa yang ada di dalamnya dari diriku sendiri. Aku hanya mengikuti dan menyampaikan apa yang diwahyukan kepadaku dari Tuhanku. Sesungguhnya aku takut bahaya dan besarnya azab pada hari yang sangat mengerikan, apabila aku melanggar wahyu Tuhanku.

Surah Yunus Ayat 16
قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَاكُمْ بِهِ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Terjemahan: Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?

Tafsir Jalalain: قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَاكُمْ (Katakanlah, “Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepada kalian dan aku tidak pula memberitahukan kepada kalian) mengajarkan kepada kalian بِهِ (mengenainya)

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 81-82; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Huruf laa di sini bermakna nafi atau meniadakan, kemudian diathafkan kepada nafi yang sebelumnya. Menurut qiraat yang lain dianggap sebagai lam yang menjadi jawab daripada huruf لَوْ, dengan demikian berarti niscaya aku akan mengajarkannya kepada kalian dengan bahasa yang bukan bahasaku

فَقَدْ لَبِثْتُ (Sesungguhnya aku telah tinggal) diam فِيكُمْ عُمُرًا (bersama dengan kalian beberapa lama) yaitu empat puluh tahun مِنْ قَبْلِهِ (sebelumnya.”) selama itu aku belum pernah menceritakan sesuatu kepada kalian أَفَلَا تَعْقِلُونَ (Maka apakah kalian tidak memikirkannya?) bahwasanya Alquran itu bukanlah buatanku sendiri.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian beliau bersabda seraya mendebat mereka tentang kebenaran kitab yang dibawanya kepada kepada mereka: قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَاكُمْ بِهِ (Katakanlah: Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak [pula] memberitahukannya kepadamu)

Maksudnya, sesungguhnya aku menyampaikannya kepadamu hanyalah dengan izin Allah, kehendak dan keinginan-Nya. Dan dalil bahwa sesungguhnya aku tidak mengucapkannya dari diriku sendiri, dan bahwa aku tidak mengada-ada adalah sesungguhnya kamu tidak mampu untuk menandingi dan bahwa kamu mengetahui kejujuranku dan amanahku semenjak aku dibesarkan di lingkunganmu, hingga Allah mengutusku, janganlah kamu memberikan penilaian buruk sedikit pun kepadaku, karena hal itu membuatku sangat sedih.

Oleh karena itu beliau berkata: فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya, maka apakah kamu tidak memikirkan) Maksudnya, apakah kamu tidak mempunyai akal untuk membedakan antara kebenaran dan kebathilan?

Oleh karena ketika Heraklius Raja Romawi bertanya kepada Abu Sufyan dan kawan-kawannya, di antara pertanyaannya adalah tentang sifat Nabi saw. Heraklius berkata kepada Abu Sufyan:

“Apakah kalian menuduhnya dengan kedustaan sebelum mengucapkan apa yang akan diucapkan?” Abu Sufyan menjawab: “Aku berkata: ‘Tidak!’” -Waktu itu Abu Sufyan adalah pemimpin orang-orang kafir dan pembesar orang-orang musyrik, meskipun demikian dia mengakui benaran. Dan keutamaan itu adalah yang dinyatakan musuh-. Lalu Heraklius berkata kepada Abu Sufyan: “Aku telah mengetahui bahwa sesungguhnya dia tidak mengajak bohong kepada manusia kemudian pergi, lalu berbohong kepada Allah.”

Baca Juga:  Surah Al-Waqiah Ayat 27-40; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ja’far bin Abi Thalib pernah berkata kepada an-Najasyi raja Habasyah: “Allah telah mengutus kepada kami seorang Rasul yang kami ketahui kejujurannya, nasabnya dan amanahnya dan dia hidup bersama kami selama empat puluh tahun sebelum kenabian.”

Tafsir Quraish Shihab: Katakanlah kepada mereka, wahai Rasulullah, “Kalau Allah menghendaki untuk tidak menurunkan al-Qur’ân kepadaku dari sisi-Nya dan tidak menghendaki diriku untuk menyampaikannya kepada kalian, niscaya Dia tidak akan menurunkannya.

Aku pun tidak akan membacakannya kepada kalian, dan Dia tidak akan memberitahukannya kepada kalian. Tetapi ternyata al-Qur’ân itu turun. Berarti Allah telah mengutusku dengannya, dan aku membacakannya kepada kalian sebagaimana yang Dia perintahkan.

Aku telah tinggal di tengah-tengah kalian dalam waktu yang panjang sebelum aku diutus. Pada saat itu aku belum mendakwahkan ajaran dan belum membacakan sesuatu pun kepada kalian.

Pada saat itu, kalian juga telah bersaksi atas sifat kebenaran dan kejujuran yang ada pada diriku. Tetapi kemudian wahyu datang, dan aku diperintahkan untuk membacanya. Maka pikirkanlah semua itu dan ketahuilah serta kaitkanlah antara masa lalu dan masa kini.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yunus Ayat 15-16 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S