Surah Yunus Ayat 21-23; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yunus Ayat 21-23

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yunus Ayat 21-23 ini menjelaskan bahwa Allah memberi kabar, bahwa sesungguhnya jika Allah memberikan rasa nikmat kepada manusia setelah bahaya menimpa mereka, seperti sejahtera setelah susah-payah, subur setelah kering, hujan setelah kemarau dan lain sebagainya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yunus Ayat 21-23

Surah Yunus Ayat 21
وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا ۚ قُلِ اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا ۚ إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ

Terjemahan: Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ (Dan apabila Kami merasakan kepada manusia) kepada orang-orang kafir Mekah رَحْمَةً (suatu rahmat) berupa hujan dan kesuburan بَعْدِ ضَرَّاءَ (sesudah datangnya bahaya) kesengsaraan dan kekeringan

مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُمْ مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا (menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam menentang tanda-tanda kekuasaan Kami) dengan memperolok-olokkannya dan mendustakannya. قُلِ (Katakanlah,) kepada mereka

اللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا (“Allah lebih cepat dalam membuat tipu daya”) sebagai pembalasan dari-Nya. إِنَّ رُسُلَنَا (Sesungguhnya utusan-utusan Kami) yaitu para malaikat

يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ (menuliskan tipu daya kalian) lafal تَمْكُرُونَ dapat dibaca dengan memakai huruf ta sehingga menjadi tamkuruuna, dapat pula dibaca dengan huruf ya sehingga bacaannya menjadi yamkuruuna.

Tafsir Quraish Shihab: Di antara tabiat manusia adalah bahwa apabila Kami memberikan nikmat kepada mereka–setelah diri, keluarga dan harta mereka tertimpa kesusahan–mereka tidak mensyukuri Allah atas nikmat yang diberikan kepada mereka setelah kesusahan itu dihilangkan.

Bahkan sebaliknya, mereka membalasnya dengan terus mendustakan dan menentang bukti-bukti kekuasaan Allah. Katakanlah, wahai Rasulullah, “Kalau bukan karena ketetapan Allah yang terdahulu untuk menangguhkan kalian sampai waktu yang Dia ketahui, sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk membinasakan dan mempercepat siksa kalian.

Baca Juga:  Surah Al-Mutaffifin Ayat 29-36; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sesungguhnya Rasul- rasul Kami dari jenis malaikat yang Kami sertakan bersama kalaian mencatat tipu daya kalian dan Dia akan menghisab dan mengganjar kalian.”

Surah Yunus Ayat 22
هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Terjemahan: Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”.

Tafsir Jalalain: هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ (Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan) menurut suatu qiraat yansyurukum bukannya yusayyirukum فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ (di daratan, berlayar di laut. Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera) di dalam perahu-perahu

وَجَرَيْنَ بِهِمْ (dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang di dalamnya) di dalam lafal ini terkandung pengertian iltifat dari mukhathab menjadi ghaib

بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ (dengan tiupan angin yang baik) angin yang lembut وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ (dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai) angin yang kencang tiupannya dan dapat menghancurkan segala sesuatu yang dilandanya

وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ (dan gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah dikepung bahaya) mereka pasti binasa دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ (maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata) yakni berseru

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 160-162; Seri Tadabbur Al-Qur'an

لَئِنْ (“Sesungguhnya jika) huruf lam di sini bermakna qasam atau sumpah أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِ (Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini) dari malapetaka ini لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ (pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”) yaitu akan menjadi orang-orang yang mentauhidkan Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Allah, yang kalian ingkari nikmat-Nya dan kalian dustakan ayat-ayat-Nya, adalah yang menjadikan kalian mampu berjalan di daratan–baik dengan berjalan kaki maupun berkendaraan–dan di lautan dengan bahtera yang berlayar di atas air, dengan kekuatan angin yang disediakan bagi mereka dan mendorongnya dengan selamat sampai ke tujuan.

Hingga apabila kalian merasa tenang dan gembira dengannya, datanglah badai yang membawa gelombang dari segenap penjuru. Kalian merasa yakin bahwa kebinasaan akan segera datang dengan pasti.

Dalam kesulitan ini, kalian tidak mendapatkan pelindung kecuali Allah, sehingga kalian berdoa kepada-Nya dengan ikhlas dan penuh keyakinan bahwa tidak ada seorang penolong pun selain Allah. Kalian berjanji akan beriman kepada Allah dan menjadi golongan orang yang bersyukur apabila Dia menolong kalian dari bencana ini.

Surah Yunus Ayat 23
فَلَمَّا أَنْجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ ۖ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Terjemahan: Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 11; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا أَنْجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ (Maka setelah Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kelaliman di muka bumi tanpa alasan yang benar) mereka melakukan kemusyrikan.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ (Hai manusia, sesungguhnya perbuatan kelewat batas kalian) perbuatan kezaliman kalian عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ (akan menimpa diri kalian sendiri) karena sesungguhnya yang menanggung dosanya adalah diri kalian sendiri مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا (hal itu hanyalah kenikmatan duniawi) kalian bersenang-senang dengannya dalam waktu yang sedikit.

ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ (Kemudian kepada Kamilah kembali kalian) sesudah mati فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (lalu Kami kabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan) maka Kami membalas kalian berdasarkannya.

Menurut suatu qiraat lafal mataa’un dibaca nashab sehingga menjadi mataa’an, artinya kalian bersenang-senang.

Tafsir Quraish Shihab: Lalu, ketika Dia menolong mereka dari kebinasaan yang hampir menimpa, mereka mengingkari janji dan kembali dengan cepat kepada kejahatan sebagaimana keadaan mereka semula.

Wahai manusia yang mengingkari janji, sesungguhnya dampak buruk dari kejahatan dan kezaliman kalian akan kembali kepada kalian sendiri. Dan sesungguhnya kenikmatan yang kalian rasakan di dunia adalah kenikmatan duniawi yang fana.

Kemudian kepada Allahlah, pada akhirnya, tempat kembali kalian. Dia akan memberikan balasan dari segala perbuatan yang telah kalian lakukan di dunia.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yunus Ayat 21-23 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Quraish Shihab dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S