Surah Yunus Ayat 31-33; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yunus Ayat 31-33

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yunus Ayat 31-33 ini menjelaskan bahwa Allah itu Maha Benar, dan berhala yang dikhayalkan kaum Musyrikin itu adalah batil. Namun mereka tidak mau membenarkan hal ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sementara barangsiapa yang tetap bersikap keras kepala dan tidak mau tunduk, bahkan tetap tidak bergerak menuju kebenaran, maka mereka tidak akan memperoleh hidayah, petunjuk, iman dan taufik.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yunus Ayat 31-33

Surah Yunus Ayat 31
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Terjemahan: Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”

Tafsir Jalalain: قُلْ (Katakanlah,) kepada mereka مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ (“Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit) yaitu melalui hujan وَالْأَرْضِ (dan bumi) yaitu melalui tumbuh-tumbuhan أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ (atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran) lafal السَّمْعَ di sini bermakna al-asma’ artinya yang menciptakan pendengaran

وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ (dan penglihatan dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?”) di antara makhluk semuanya.

فَسَيَقُولُونَ (Maka mereka katakan,) bahwa Dia اللَّهُ ۚ فَقُلْ (“Allah.” Maka katakanlah,) kepada mereka أَفَلَا تَتَّقُونَ (“Mengapa kalian tidak bertakwa.”) kepada-Nya, oleh sebab itu berimanlah kalian.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berhujjah atas orang-orang musyrik dengan pengakuan mereka terhadap Wahdaniyyah (keesaan-Nya) dan Rububiyyah-Nya atas Wahdaniyyah ketuhanan-Nya, maka Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ (Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi?’) Maksudnya, siapakah yang menurunkan air hujan dari langit, hingga menyirami bumi dengan kekuasaan-Nya dan kehendak-Nya, maka keluarlah darinya: “Biji-bijian, anggur, dan sayur sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun yang lebat dan buah-buahan serta rumput-rumput.” (QS. ‘Abasa: 28-31).

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 7-9; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Apakah ada Ilah selain Allah? Maka mereka akan menjawab: “Allah saja”. Firman-Nya: أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ (Atau siapakah yang berkuasa [menciptakan] pendengaran dan penglihatan?) maksudnya yang memberimu kekuatan pendengaran dan kekuatan penglihatan ini. Jika Allah berkehendak niscaya menghilangkannya dan mencabutnya darimu.

Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Katakanlah: ‘Allah lah yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran dan penglihatan….” (QS. Al-Mulk: 23)

Firman-Nya: وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ (Dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup) Maksudnya, dengan kekuasaan-Nya yang agung dan pemberian-Nya yang luas. Pembicaraan tentang perbedaan pendapat dalam masalah tersebut telah lewat. Dan ayat ini adalah umum untuk hal itu.

Firman-Nya: وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ (Dan siapakah yang mengatur segala urusan?) maksudnya siapakah Dzat yang di tangan-Nyalah kekuasaan atas segala sesuatu? Dan Dia melindungi dan tidak ada yang dapat dilindungi (adzab)-Nya, Dialah Yang mengatur dan Hakim yang tidak ada yang dapat menolak keputusan-Nya dan Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat, tetapi merekalah yang akan ditanya.

Maka semua kerajaan adalah milik-Nya, baik yang di atas maupun yang di bawah dan juga apa yang ada di antara keduanya, dari Malaikat, manusia, jin, semuanya butuh kepada-Nya, sebagai hamba-Nya dan tunduk di hadapan-Nya.

فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ (Maka mereka akan menjawab: ‘Allah.’) Maksudnya, mereka mengetahui hal itu dan mengakuinya. فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (Maka katakanlah: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa [kepada-Nya]?’) Maksudnya, apakah kamu tidak takut kepada-Nya, jika kamu menyekutukan-Nya dalam beribadah kepada-Nya dan hanya berdasarkan pendapatmu dan kebodohanmu.

Tafsir Quraish Shihab: Berserulah, wahai Muhammad, kepada tauhid yang murni, dan katakan, “Siapakah yang memberikan rezeki kepada kalian dari langit dengan menurunkan hujan, dan dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh- tumbuhan dan buah-buahan? Dan siapakah yang memberi kalian pendengaran dan penglihatan? Siapakah yang melahirkan kehidupan dari kematian, seperti tumbuh-tumbuhan yang hidup di atas tanah yang mati? Siapakah yang mengeluarkan kematian dari kehidupan, seperti manusia yang kehidupannya ditiadakan? Siapakah yang mengurus dan mengatur segala urusan alam semesta dengan kekuasaan dan kebijaksanaan- Nya?”

Baca Juga:  Surah Al-Ahqaf Ayat 21-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Mereka pasti akan mengakui–dan mereka tidak mungkin mengingkari–bahwa Allahlah satu-satunya yang melakukan semua itu. Maka katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, ketika mereka mengakuinya, “Bukankah suatu kewajiban yang pasti bagi kalian untuk tunduk kepada kebenaran dan takut kepada Allah, Sang Pemilik kerajaan?

Surah Yunus Ayat 32
فَذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

Terjemahan: Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?

Tafsir Jalalain: فَذَٰلِكُمُ (Maka yang demikian itu) Zat Yang menciptakan segala sesuatu itu اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ (adalah Allah, Rabb kalian yang sebenarnya) yang tetap dan wajib kalian sembah

فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ (maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan) Istifham atau kata tanya di sini bermakna menetapkan; artinya tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan hanya kesesatan belaka.

Barang siapa yang menyimpang dari kebenaran yaitu menyembah selain kepada Allah berarti ia terjerumus ke dalam kesesatan فَأَنَّىٰ (Maka bagaimanakah) mengapa تُصْرَفُونَ (kalian dipalingkan?) dari keimanan padahal bukti-bukti kebenaran telah cukup ada.

Tafsir Ibnu Katsir: Maksudnya, maka inilah yang kamu akui bahwa sesungguhnya Dialah yang melakukan itu semua, Dialah Rabb dan Ilah kalian yang sebenarnya, yang berhak untuk diesakan dalam peribadahan.

فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ (Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, selain Allah adalah bathil,) tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ (Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan [dari kebenaran]?) maksudnya bagaimana kamu dapat dipalingkan dari beribadah kepada-Nya lalu beribadah kepada selain-Nya, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah adalah Rabb yang menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya.

Tafsir Quraish Shihab: Itulah Allah yang kalian akui. Dialah satu-satunya Tuhan kalian yang terbukti ketuhanan-Nya dan wajib untuk disembah, bukan selain-Nya.

Tidak ada apa-apa setelah kebenaran dari ketauhidan kepada Allah dan penyembahan kepada-Nya, selain keterjerumusan dalam kesesatan, yaitu berupa penyekutuan Allah dan penyembahan kepada selain Dia. Maka, mengapa kalian berpaling dari kebenaran kepada kebatilan?

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 59-60; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Surah Yunus Ayat 33
كَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Terjemahan: Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman.

Tafsir Jalalain: كَذَٰلِكَ (Demikianlah) sebagaimana mereka berpaling daripada iman حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا (telah tetap hukuman Rabbmu terhadap orang-orang yang fasik) yakni orang-orang kafir, seperti yang diungkapkan oleh firman Allah yang lain, yaitu: “Benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam…” (Q.S. Al-A’raf 18, Hud 119, As-Sajdah 32, Shad 85), atau hukuman Allah itu disebabkan أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (karena mereka tidak beriman.)

Tafsir Ibnu Katsir: كَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا (Demikianlah telah tetap hukuman Rabbmu terhadap orang-orang yang fasik…) sebagaimana halnya orang-orang musyrik berbuat kufur dan mereka terus-menerus dalam kemusyrikan dan menyekutukan Allah dalam ibadah mereka, padahal mereka mengetahui bahwa sesungguhnya Allahlah Dzat Yang menciptakan, Yang memberi rizki, Yang mengatur dalam kerajaan-Nya seorang diri (dan juga) Yang mengutus para Rasul-Nya untuk mentauhidkan-Nya.

Maka dari itu telah nyatalah kalimat Allah atas mereka, maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang celaka, di antara penghuni-penghuni neraka. Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Mereka menjawab: ‘Benar [telah datang]’ tetapi pasti berlaku ketetapan adzab terhadap orang-orang yang kafir.’” (Az-Zumar. 71)

Tafsir Quraish Shihab: Sebagaimana terbukti ketuhanan Allah dan kewajiban untuk menyembah-Nya, terbukti pula ketentuan- Nya atas orang-orang yang keluar dari perintah-Nya dengan membangkang.

Ketentuan itu, bahwa mereka tidak akan tunduk kepada kebenaran. Hal ini disebabkan Allah tidak akan memberi petunjuk kebenaran kecuali kepada orang-orang yang berjalan pada jalan-Nya, bukan orang-orang yang membangkang kepada- Nya.”

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yunus Ayat 31-33 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah.

M Resky S