Surah Yusuf Ayat 108; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Yusuf Ayat 108

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 108 ini menjelaskan cara mengajak manusia kepada kebenaran dan hakikat. Iman harusnya berdasarkan ilmu pengetahuan, Tuhan harus di kenal melalui ilmu kemudian beriman kepada-Nya. begitu pula dengan para utusan-Nya, kita harus mengenal nabi, baru kemudian beriman kepadanya. Begitu juga al-Quran, kita harus mengenal kitab samawi tersebut dan mengimaninya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 108

Surah Yusuf Ayat 108
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Terjemahan: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

Tafsir Jalalain: قُلْ (Katakanlah) kepada mereka هَٰذِهِ سَبِيلِي (“Inilah jalanku) pengertian jalan di sini dijelaskan oleh firman berikutnya; yaitu: أَدْعُو إِلَى (aku mengajak kepada) agama

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 77; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ (Allah dengan hujah yang nyata) hujah yang jelas lagi gamblang أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي (yaitu aku dan orang-orang yang mengikutiku) orang-orang yang beriman kepadaku. Lafal man diathafkan kepada lafal ana yang berkedudukan menjadi mubtada daripada khabar yang disebutkan sebelumnya

وَسُبْحَانَ اللَّهِ (Maha Suci Allah) kalimat ini dimaksud mensucikan Allah daripada semua jenis sekutu وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”) kalimat ini termasuk ke dalam rangkaian keterangan daripada lafal sabiilii di atas.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman kepada Rasul-Nya yang diutus kepada manusia dan jin, memerintahkan kepadanya agar memberitahu kepada manusia bahwa inilah jalannya, maksudnya adalah cara, jalan dan sunnahnya, yaitu dakwah kepada syahadah bahwa tidak ada Ilah yang haq selain Allah yang Mahaesa tidak ada sekutu bagi-Nya, dengan jalan itu dia mengajak kepada Allah berdasarkan bukti, dalil, dan keyakinan.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 67-68; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Ia dan orang-orang yang mengikutinya menyerukan apa yang diserukan oleh Rasulullah saw. berdasarkan kebenaran, keyakinan, dan argumentasi rasional dan syari’at.

وَسُبْحَانَ اللَّهِ (“Mahasuci Allah.”) Yakni Mahabersih, Maha-agung, Mahabesar dan Mahakudus dari memiliki sekutu, atau penyetara, pesaing, atau yang menyamai, atau anak, atau bapak, atau isteri, atau pembantu, atau penasehat. Dia Mahasuci, Mahabersih, Mahatinggi dari semua hal tersebut setinggi-tingginya.

Tafsir Quraish Shihab: Ingatkanlah mereka, wahai Muhammad, tentang betapa tinggi dan mulianya tujuan dan tugasmu. Katakan kepada mereka, “Ini adalah jalanku. Aku mengajak manusia menuju jalan Allah dengan penuh keyakinan.

Demikian pula orang-orang yang mengikuti jalanku dan mempercayai syariat yang aku bawa. Mereka pun mengajak kepada jalan Allah. Aku menyucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak pantas disandang-Nya, dan aku bukan orang yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.”

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 35; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 108 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S