Surah Yusuf Ayat 109; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Yusuf Ayat 109

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 109 ini menjelaskan nasib orang bertakwa dan pendosa. Orang saleh meski di dunia mengalami kesulitan hidup, namun Allah Swt di Hari Kiamat akan menggantinya dengan kenikmatan dan pahala.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Akan tetapi mereka yang berbuat maksiat akan mendapat siksaan di dunia dan menjadi pelajaran bagi yang lain. Dengan membedakan nasib kedua kelompok tersebut di dunia dan akhirat, kita mampu membedakan mana yang benar dan tidak.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 109

Surah Yusuf Ayat 109
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Terjemahan: Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

Tafsir Jalalain: وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي (Kami tidak mengutus sebelum kamu melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu) dan menurut suatu qiraat dibaca yuuhaa; artinya yang diberikan wahyu إِلَيْهِمْ (kepada mereka) bukannya malaikat

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 11-12; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ (di antara penduduk negeri) yakni penduduk kota-kota, sebab penduduk kota lebih mengetahui dan lebih menyantun, berbeda halnya dengan penduduk kampung yang terkenal dengan kekasaran sikap mereka dan kebodohannya itu

أَفَلَمْ يَسِيرُوا (Maka tidaklah mereka bepergian) yang dimaksud adalah penduduk Mekah فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ (di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka) akibat daripada perbuatan mereka yang mendustakan rasul-rasul mereka, yaitu mereka dibinasakan

وَلَدَارُ الْآخِرَةِ (dan sesungguhnya kampung akhirat) yakni surga Allah خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا (lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa) kepada Allah أَفَلَا تَعْقِلُونَ (Maka tidakkah kalian memikirkannya?) hai penduduk Mekah, lalu kalian menjadi beriman karenanya. Lafal ta’qiluuna dapat pula dibaca ya’qiluuna yang artinya apakah mereka tidak memikirkannya?

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitahukan bahwa Dia mengutus para Rasul-Nya dari kaum laki-laki, bukan dari kaum wanita. Ini adalah pendapat mayoritas ulama sebagaimana yang ditunjukkan oleh teks ayat yang mulia ini, yaitu bahwa Allah tidak memberi wahyu kepada perempuan dari anak cucu Adam, yaitu wahyu yang berisi syari’at.

Firman Allah: مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ (“Di antara penduduk negeri,”) maksudnya dari penduduk kota, bukan penduduk Badui (pedalaman) yang keras (kasar) tabi’at dan akhlaknya. Sebagaimana yang kita saksikan bahwa penduduk kota lebih halus tabi’atnya, dan lebih lembut daripada penduduk Badui (pedalaman). Sedangkan warga desa itu lebih dekat dengan penduduk pedalaman.

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 26; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ (“Tidakkah mereka berjalan di muka bumi”) yaitu orang-orang yang mendustakanmu, wahai Muhammad; فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ (“Lalu mereka melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka”) dari umat-umat yang mendustakan Rasul, bagaimana Allah menghancurkan mereka, dan orang-orang kafir pun bagi mereka adalah nasib yang sama.

Jika mereka mendengar berita umat-umat tersebut, maka mereka dapat melihat bahwa Allah telah menghancurkan orang-orang yang kafir dan menyelamatkan orang-orang mukmin. Dan itulah sunnatullah (aturan Allah Ta’ala) untuk makhluk-Nya.

وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا (“Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa”) maksudnya, sebagaimana Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman di dunia, demikian pula Kami tetapkan keselamatan bagi mereka di kampung akhirat, dan kampung akhirat itu jauh lebih baik bagi mereka daripada kampung dunia ini.

Tafsir Quraish Shihab: Ketika Kami memilihmu, Muhammad, Kami tidak meninggalkan ketentuan yang telah Kami tetapkan dalam memilih rasul-rasul. Keadaan umatmu juga tidak keluar dari ketentuan yang berlaku pada umat- umat yang lalu.

Sebelummu, Kami tidak pernah mengutus malaikat sebagai rasul. Kami hanya mengutus orang-orang dari penduduk setempat yang Kami beri wahyu. Mereka Kami utus sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 21-22; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Mereka disambut baik dan diterima oleh orang-orang yang mendapat petunjuk, dan ditolak oleh orang-orang yang sesat. Apakah umatmu tidak menyadari kenyataan ini? Atau, apakah mereka merasa lemah dan tidak mampu berusaha, lalu Kami binasakan di dunia, sehingga akhir perjalanan mereka adalah neraka? Tetapi, ada juga yang beriman kepada ajakan itu. Mereka Kami selamatkan dan Kami tolong di dunia.

Pahala akhirat tentu lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada Allah lalu tidak menyekutukan-Nya dan tidak mendurhakai-Nya. Apakah akal kalian dicabut, wahai orang-orang yang menolak, hingga kalian tidak dapat berfikir dan merenungkan?

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 109 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S