Surah Yusuf Ayat 89-92; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 89-92

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 89-92 ini menceritakan sikap saudara-saudara Yusuf yang menunjukkan kelemahan dan memohon bantuan dengan memelas, yang akhirnya membuat hati Yusuf yang lembut dan penuh kasih tidak tega untuk tetap menyembunyikan identitas dirinya. Untuk itu dengan mengajukan pertanyaan mengandung arti, Yusuf as bermaksud menyadarkan saudara-saudara beliau agar mengenalinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 89-92

Surah Yusuf Ayat 89
قَالَ هَلْ عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ

Terjemahan: Yusuf berkata: “Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?”.

Tafsir Jalalain: قَالَ (Berkatalah Yusuf) kepada mereka dengan nada mencela هَلْ عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ (“Apakah kalian mengetahui kejelekan apa yang telah kalian lakukan terhadap Yusuf) yaitu dengan memukuli dan menjualnya serta hal-hal lainnya yang menyakitkan

وَأَخِيهِ (dan saudaranya) yakni penekanan kalian terhadapnya sesudah ia terpisah dari saudaranya إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ (ketika kalian tidak mengetahui akibat perbuatan kalian itu?”) akibat perbuatan kalian terhadap Nabi Yusuf

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan tentang Yusuf as, bahwa setelah saudara-saudaranya menceritakan penderitaan yang menimpa mereka, berupa kekeringan, kesempitan, kekurangan pangan, dan peceklik yang melanda semua orang, ia teringat kepada ayahnya dan kesedihannya karena kehilangan kedua putranya, sedangkan dia sendiri menikmati kedudukan tinggi di kerajaan, kekuasaan dan keluasan rizki.

Pada saat itu timbullah rasa iba, belas kasihan, dan sayang terhadap ayah dan saudara-saudaranya, dia pun menangis, dan mengenalkan dirinya kepada mereka.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa ia mengangkat mahkota dari keningnya dan terlihatlah tahi lalat yang ada pada keningnya dan ia berkata:

هَلْ عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ (Apakah kamu mengetahui [kejelekan] apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui [akibat] perbuatanmu itu?) bagaimana mereka memisahkan antara dia dan saudaranya;

إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ (ketika kamu tidak mengetahui [akibat] perbuatanmu itu?) Maksudnya, yang membawa kalian berbuat demikian adalah kebodohan kalian terhadap akibat perbuatan itu, sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama salaf bahwa setiap orang yang durhaka kepada Allah adalah orang yang bodoh.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 89-93; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tetapi, makna yang jelas adalah Yusuf mengenalkan dirinya kepada mereka dengan izin Allah, sebagaimana menyembunyikan jati dirinya pada dua kali pertemuan sebelumnya juga dengan izin Allah. AllaHu a’lam.

Tafsir Quraish Shihab: Naluri kesaudaraan Yusuf yang sayang dan memaafkan kesalahan pun muncul. Yusuf mulai membuka tabir yang selama ini tertutup, dengan mencela dan mengatakan kepada mereka;

“Apakah kalian menyadari keburukan perbuatan yang kalian lakukan terhadap Yusuf ketika kalian melemparnya ke dalam sumur, dan Benyamin yang kalian sakiti? Ketika itu kalian terdorong oleh kebodohan yang membuat kalian lupa sikap kasih dan persaudaraan!”

Surah Yusuf Ayat 90
قَالُوا أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا ۖ إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Terjemahan: Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?”. Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”

Tafsir Jalalain: قَالُوا (Mereka berkata) sesudah mengetahuinya, ketika mereka mulai meneliti dan memperhatikan secara seksama tingkah laku raja أَإِنَّكَ (“Apakah kamu ini) dapat dibaca أَإِنَّكَ dan ayinnaka

لَأَنْتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي ۖ قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا (benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab, “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya telah mendapat karunia) telah memperoleh nikmat (kami dari Allah) sehingga kami dapat berkumpul.

إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ (Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa) merasa takut kepada Allah وَيَصْبِرْ (dan bersabar) atas apa yang menimpa dirinya فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”) di dalam ungkapan ini terkandung pengertian meletakkan isim zahir pada tempat isim mudhmar.

Tafsir Ibnu Katsir: Pada saat itu mereka berkata: أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ (Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?) Mereka sangat heran, karena mereka datang semenjak dua tahun lebih, mereka tidak mengenalnya, tetapi dia mengenal mereka dan menyembunyikan jati dirinya.

Oleh karena itu, mereka menanyakan: أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَٰذَا أَخِي (Apakah kamu ini benar-benar Yusuf? Ya Akulah Yusuf dan ini adalah saudaraku [Bunyamin])

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 13-14; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Fiman Allah: قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا (Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami) dengan mempertemukan kita setelah berpisah sekian lama.

إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik).

Tafsir Quraish Shihab: Kejutan yang dilakukan Yusuf itu menggugah mereka bahwa penguasa yang mereka hadapi itu adalah Yusuf. Mereka pun kemudian berkata, “Tentu padukalah Yusuf itu. Benar, engkaulah Yusuf.”

Yusuf pun membenarkan dugaan mereka dan berkata, “Benar, akulah Yusuf dan ini Benyamin, saudaraku. Allah telah menyelamatkan kami dari kematian, dan memberikan karunia serta kekuasaan kepada kami. Hal itu adalah balasan Allah atas keikhlasan dan kebaikanku. Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.”

Surah Yusuf Ayat 91
قَالُوا تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا وَإِنْ كُنَّا لَخَاطِئِينَ

Terjemahan: Mereka berkata: “Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)”.

Tafsir Jalalain: قَالُوا تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ (Mereka berkata, “Demi Allah, sesungguhnya telah melebihkan kamu) telah mengutamakan kamu اللَّهُ عَلَيْنَا (Allah atas kami) dengan memperoleh kerajaan dan nikmat-nikmat lainnya وَإِنْ (dan sesungguhnya) huruf إِنْ di sini adalah bentuk takhfif daripada inna, artinya sesungguhnya كُنَّا لَخَاطِئِينَ (kami adalah orang-orang yang bersalah”) yakni orang-orang yang berdosa disebabkan kami telah merendahkanmu.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالُوا تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا (Mereka berkata: ‘Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami) mereka mengatakan demikian sebagai pengakuan atas keutamaan dan kelebihan Yusuf di atas mereka dalam rupa, akhlak, keluasan rizki, kekuasaan, dan perilaku serta kenabian (menurut pendapat ulama yang tidak menganggap saudara-saudara Yusuf sebagai Nabi), dan mereka mengakui juga bahwa mereka telah berbuat jahat (dosa) dan salah kepadanya.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka berkata, “Engkau benar, Yusuf. Kami berani bersumpah bahwa engkau sungguh telah dikaruniai ketakwaan, kesabaran, kelakuan baik dan kerajaan serta kedudukan yang tinggi oleh Allah.

Kamilah yang berdosa atas apa yang kami perbuat terhadapmu dan saudaramu. Maka Allah pun merendahkan kami dan memberikan balasan orang-orang yang berdosa kepada kami.”

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 83-86; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Surah Yusuf Ayat 92
قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Terjemahan: Dia (Yusuf) berkata: “Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang”.

Tafsir Jalalain: قَالَ لَا تَثْرِيبَ (Yusuf berkata, “Tidak ada cercaan) tidak ada celaan عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ (terhadap kalian pada hari ini) kata hari ini secara khusus disebutkan, sebab celaan pasti terjadi di dalamnya akan tetapi pengertiannya menunjukkan, bahwa selainnya lebih utama lagi untuk tidak mendapatkan cercaan

يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (mudah-mudahan Allah mengampuni kalian, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”) Lalu Nabi Yusuf menanyakan kepada mereka tentang keadaan ayahnya, mereka menjawab bahwa matanya telah rabun dan tidak dapat melihat dengan jelas lagi.

Tafsir Ibnu Katsir: قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ (Yusuf berkata: Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian) maksudnya tidak ada cercaan dan celaan lagi kepada kalian pada hari ini, dan aku tidak akan menyebut-nyebut lagi dosa kalian terhadapku mulai hari ini.

Kemudian menambahkan do’a ampunan untuk mereka seraya berkata: يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (Mudah-mudahan Allah mengampuni [kamu], dan Allahlah Mahapenyayang di antara para penyayang)

Tafsir Quraish Shihab: Yusuf, sang nabi, menjawab, “Tidak apa-apa. Hari ini kalian tidak terhina. Kalian aku maafkan karena alasan menghormati keturunan dan hak saudara. Aku akan memohon kepada Allah agar memaafkan dan mengampuni kalian. Sesungguhnya Dia adalah pemilik kasih sayang yang amat luas.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 89-92 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S