Tidak Cukup Menyesal, Inilah Tiga Syarat Agar Taubat Diterima Allah

syarat agar taubat diterima

Pecihitam.org – Setiap manusia mempunyai celah untuk berbuat kemaksiatan. Setiap kemaksiatan yang dilakukan, dicatat oleh malaikat untuk nantinya ditimbang dengan amal kebaikan. Bila amal kebaikan lebih banyak daripada tindak kemaksiatan maka selamatlah dia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun jika kemaksiatan yang menguasai timbangan amal, maka dirinya akan berada pada kesengsaraan. Meskipun begitu Allah selalu mempunyai jalan untuk hambanya yang banyak berbuat kemaksiatan. Allah memberi jalan dengan menyeru pertobatan agar kesalahan yang selama ini ada pada diri manusia terhapuskan oleh rasa penyesalan.

Salah satu ayat Al-Qur’an menjelaskan bagaimana Allah menganjurkan makhluknya untuk bertaubat. Misalnya pada surat Al-Baqarah ayat 54, Allah menganjurkan umat Nabi Musa untuk bertobat karena berbuat syirik kepada Allah dengan menyamakan Allah dengan anak lembu.

“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (Al-Baqarah ayat 54)

Baca Juga:  Wahabi Masih Sering Bid'ahkan Maulid? Jawablah Seperti Ini

Dalam pelaksanaannya, taubat memiliki beberapa syarat agar benar-benar diterima Allah swt. Setiap butir persyaratan ini harus dijalankan agar Tuhan berkenan menghapus semua kesalahannya. Setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar taubat yang dijalankan seseorang bisa diterima oleh Allah swt.

1. Menyesali Segala Bentuk Perbuatan Dosa

Dalam proses pertobatan, seseorang harus menyadari bahwa segala bentuk kemaksiatan yang dilakukannya salah. Meresapi dari hati kemudian tulus mengucapkan kalimat istighfar dilanjutkan meminta pengampunan dengan kesungguhan niat.

Allah adalah Dzat maha pengampun. Pengampunan Allah melebihi pengampunan siapapun. Jika terkadang manusia masih sulit memaafkan karena besarnya kesalahan seseorang, namun Allah selalu membuka pintu tobat selebar-lebarnya agar hambanya bisa selamat dalam kehidupan akhirat nantinya.

Oleh karenanya, manusia harus benar-benar merasa bahwa segala perbuatan maksiat yang dilakukannya salah. Tidak ada lagi rasa bangga akan kesalahan yang ia lakukan. Yang ada hanyalah penyesalan dan permintaan maaf atas semua maksiat yang ia lakukan.

Baca Juga:  Pentingnya Menjaga Keimanan dengan Selalu Bertaubat Kepada-Nya

2. Meninggalkan Segala Bentuk Maksiat

Segala bentuk kemaksiatan harus benar-benar ditinggalkan. Hal buruk yang selama ini dikerjakan tidak boleh lagi terulang. Orang yang bertaubat harus memupuk kepingan-kepingan kebaikan untuk menuju keridloan Tuhan.

Kembali lagi kepada jalan kebaikan yang dianjurkan Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah kebenaran. Sehingga hidupnya akan dipenuhi dengan ribuan kebajikan-kebajikan yang nantinya mengantarkannya ke surga sebagai tempat kembali.

3. Berusaha Tidak Mengulangi Perbuatannya

Terkadang manusia melakukan pertobatan karena suatu hal bukan ikhlas karena Allah swt. Akibatnya, perbuatan tercela yang ia lakukan akan kembali diulang setelah tujuannya tercapai.

Maka, dalam melakukan petobatan sebaiknya dilakukan ikhlas karena Allah swt. Meyakinkan hati bahwa dirinya salah melangkah hingga mengakibatkan bergelimang dosa. Dosa itu akan selalu bertambah jika ia kembali dan terus melakukan hal-hal yang dilarang.

Baca Juga:  5 Dasar dan Landasan Mendoakan Keburukan Orang Lain

Tidak ada lagi kata mengulang perbuatan maksiat karena hanya menimbulkan kerugian dan bertumpuknya segala macam dosa. Tidak ada pilihan lain selain menghentikan segala hal yang membuatnya terperosok dalam kubangan dosa.

Itulah setidaknya tiga syarat agar taubat diterima oleh Allah swt. Sedangkan dosa yang berhubungan dengan sesama manusia bisa dilakukan dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan serta melakukan ketiga syarat yang telah dipaparkan. Semoga taubat yang kita lakukan bisa diterima Allah swt dan segala kesalahan kita dihapuskan olehNya.       

Muhammad Nur Faizi