Tanda Orang yang Taqwa: Tinggalkan Hal yang Tak Berguna

tanda orang yang taqwa

Pecihitam.org – Begitu mulianya Allah menciptakan segala sesuatu dengan kehendak kebaikan. Tidak ada yang sia-sia ataupun terbuang dengan percuma jika melalui penciptaanNya. Makhluk yang selalu berdoa di sepanjang malam akan melalui masa ketaatan. Masa dimana banyak kejadiaan yang dijadikan sebagai ujian kesetiaan.

Dalam berbagai ujian, tak jarang makhluk mendapatkan pertolongan dari Tuhan. Begitupun, Allah menunjukkan posisi seorang hamba dalam melakukan perjalanan ketaatan, agar hambanya bisa berkaca dan memperbaiki diri dari sisa waktunya.

Semua makhluk mempunyai riwayat perjalanan spiritual yang berbeda. Ada yang langsung sampai pada Tuhan. Namun ada pula yang harus melewati berbagai macam rintangan terlebih dahulu, baru bisa menemukan Tuhannya. Bagaimanapun perjalanan seorang hamba, tetaplah tujuan akhirnya menuju pada ketaatan Sang Maha Kuasa.

Akan tetapi, setan sebagai pelaku antagonis utama tidak akan membiarkannya berjalan mudah. Dirinya akan merancang berbagai macam strategi yang nantinya dipusatkan pada satu tujuan, yaitu penyesatan. Peperangan ini terus dilakukan , antara si baik dan si buruk akan terus melakukan pertempuran sampai akhir hayat sang makhluk.

Baca Juga:  Gagal Berangkat Haji, Bisa Lakukan Hal Ini untuk Mendapat Pahala yang Sama

Untuk itulah Allah selalu memberikan petunjuk kepada umat manusia agar bisa membedakan tipuan-tipuan setan. Selain memberikan petunjuk yang bisa dipahami diri sendiri, Allah juga memberikan bantuan lain berupa keyakinan akan apa yang dilakukan.

Allah tidak akan bosan memberikan petunjuk-petunjuk kepada hambanya. Salah satu petunjuk untuk mengetahui seberapa besar ketaatan kita adalah pada perilaku menjauhi hal-hal buruk yang di larang Allah swt.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa termasuk tanda kebaikan dan orang yang taqwa adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Diriwayatkan dari Abi Dzarr, Nabi bersabda: salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak ada faidahnya.” (HR.Muslim)

Meninggalkan perbuatan yang dilarang merupakan tindakan berat. Bagaimanapun manusia selalu berperang dengan nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan.

Belum lagi, diperkuat dengan godaan-godaan setan, yang menambah sulitnya menjauhi setiap larangan yang diberikan Tuhan. Tidak hanya perbuatan yang nampak, namun perbuatan yang tidak nampak seperti penyakit hati juga menjadi larangan yang tidak boleh dikerjakan.

Baca Juga:  Inilah Keutamaan Menyambung Silaturahmi dalam Islam

Hampir setiap nafas manusia selalu dilingkupi tindakan kemaksiatan. Namun bagaimana ia mengolah dirinya untuk menjauhi dan menjaga kesucian raga dari tindak maksiat yang menjadi tolak ukur ketaatan. Seseorang dianggap memiliki ketaatan tinggi kepada Tuhan bila menjauhi laku larangan Tuhan.

Meskipun begitu, bukan berarti melaksanakan kebajikan bisa disepelekan. Perintah untuk berbuat baik harus terus dilaksanakan. Karena itu juga termasuk bentuk ketaatan manusia pada Tuhannya.

Manusia tidak akan dikatakan taat bila tidak mematuhi apa yang diperintahkan Tuhan. Ketaatan tidak akan lengkap bila tidak menggunakan pelaksanaan perintah.

Yang dimaksud meninggalkan segala perintah adalah menjauhi segala perkara yang tidak perlu. Meskipun hal tersebut apabila dilakukan tidak mengandung dosa, namun bila menimbulkan mudlorot besar maupun kecil, maka lebih baik ditinggalkan.

Hal-hal seperti inilah yang bisa dijadikan barometer atau tanda orang yang taqwa kepada Tuhannya. Semakin taat seorang makhluk, maka intensitas menjauhi segala bentuk keburukan termasuk hal-hal yang tidak perlu dilakukan juga harus masif dilakukan.

Baca Juga:  Tidak Boleh Sembarangan, Inilah Adab Berpakaian dalam Islam

Manusia memiliki nafsu yang harus dijaga. Nafsu ini tidak bisa dihilangkan karena ada beberapa bagian dalam kehidupan yang memerlukan nafsu. Maka kunci ketaatan adalah pengendalian nafsu itu sendiri. Tidak peduli apapun yang akan terjadi, selama masih ada nafas di badan, perintah meninggalkan larangan akan terus berjalan.

Jika manusia telah melampaui semuanya, barulah nikmatny taqwa akan dirasakan. Kenikmatan abadi yang diberikan Tuhan kepada manusia yang berhasil memperoleh derajat ketaatan secara sempurna.

Muhammad Nur Faizi
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG