Inilah 2 Peran dan Tanggung Jawab Besar Manusia di Dunia

Inilah 2 Peran dan Tanggung Jawab Besar Manusia di Dunia

PeciHitam.org Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna, berbeda dengan makhluk lainnya, Manusia dibekali dengan akal dan budi yang menjadi potensi dasarnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam perkembangannya, manusia memiliki beberapa kewenangan berkehendak yang sengaja Allah berikan dengan beberapa batasan yang mengiringinya.

Dengan segala kesempurnaan dan kelebihan tersebut,  Allah memberikan 2 tanggung jawab yang harus diperankan manusia di dunia. 2 tanggung jawab tersebut adalah Manusia sebagai Khalifah Allah dan Manusia sebagai Hamba Allah.

Jika dilihat sekilas, seolah-olah 2 peran tersebut adalah hal yang sangat berbeda, padahal tidak, 2 peran tersebut sangatlah berhubungan dan saling membatasi satu sama lain. Berikut penjelasannya

Peran Sebagai Khalifah Allah

Sebagai makhluk Allah, manusia mendapat amanat Allah, yang harus dipertanggungjawabkan di hadapanNya. Tugas hidup yang dipikul manusia di muka bumi adalah tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi untuk mengelola dan memelihara alam.

Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan. Manusia menjadi khalifah, berarti manusia memperoleh mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi.

Baca Juga:  Sejarah Penanggalan Bulan dalam Islam

Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang memungkinkan dirinya mengolah serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Allah.

Agar manusia dapat menjalankan kekhalifahannya dengan baik, Allah telah mengajarkan kepada manusia kebenaran dalam segala ciptaanNya. Melalui pemahaman serta penguasaan terhadap hukum-hukum yang terkandung dalam ciptaanNya, manusia dapat menyusun konsep-konsep serta melakukan rekayasa membentuk wujud baru dalam alam kebudayaan.

Peran Sebagai Hamba

Disamping peran manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi yang memiliki kebebasan, ia juga sebagai hamba Allah (‘abdullah). Seorang hamba Allah harus taat dan patuh kepada perintah Allah.

Kekuasaan manusia sebagai khalifah Allah dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hukum – hukum Tuhan baik, yang tertulis dalam kitab suci (Al-Quran), maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta (al-kaun).

Baca Juga:  Tradisi Ziarah Kubur Amalan Sunnah yang Wajib Dilestarikan

Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya, serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya.

Oleh karena itu, ia diminta pertanggung jawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Fathir ayat 39 yang berbunyi:

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.

Makna yang esensial dari kata ‘abd (hamba) adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan. Ketaatan, ketundukan dan kepatuhan manusia hanya layak diberikan kepada Allah yang dicerminkan dalam ketaatan, kepatuhan dan ketundukan pada kebenaran dan keadilan.

Baca Juga:  Inilah Anjuran Nabi Jika Lalat Masuk ke Dalam Minuman Kita

Dua peran yang diemban manusia di muka bumi sebagai khalifah dan ‘abd (hamba) merupakan keterpaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan dinamika hidup yang sarat dengan kreatifitas dan amaliyah yang selalu berpihak pada nilai-nilai kebenaran.

Bedasarkan ayat tersebut dapat dipahami bahwa kualitas kemanusiaan sangat bergantung pada kualitas komunikasinya dengan Allah melalui ibadah dan kualitas interaksi sosialnya dengan sesama manusia melalui muamalah.

Ash-Shawabu Minallah       

Mochamad Ari Irawan