Teguh, Sabar dan Ikhlas, Sebab Semua Akan Indah Pada Waktunya

sabar dan ikhlas

Pecihitam.org – Kehidupan nyata memang tak seindah cerita di drama-drama korea. Namun, takdir Allah selalu indah pada akhirnya. Belajar dari kisah-kisah orang disekitar saya, membuat saya sadar bahwa kehidupan memang bukan untuk mencari kesenangan, melainkan ladang untuk beramal. Dan saya dapat mengambil pelajaran di setiap musibah bahwa saat seseorang teguh, sabar, dan ikhlas, maka Allah akan kirimkan sejuta hikmah pada waktu yang tepat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tidak ada yang tau bagaimana kehidupan seseorang di hari selanjutnya, dan tidak selamanya yang indah di awal, akan berbuah manis pula di akhir. Tatkala seorang di uji dalam segala hal, maka yang harus ia lakukan adalah teguh, sabar, dan ikhlas.

Namun apa yang dirasakan oleh orang-orang zaman sekarang, tidak seberat yang dirasakan Nabi Muhammad dan Ummul Mu’minin yang lainnya. Kita ambil satu saja contoh fitnah yang menimpa Sayyidah Aisyah, betapa terpukulnya Sayyidah Aisyah kala itu. Saat semua orang menjauhinya, namun ia tetap dalam keteguhan imanmya, sabar, dan ikhlas dengan cobaan yang Allah berikan padanya.

Baca Juga:  Pahala Suami Memberi Nafkah Istri, Lebih Besar daripada Infak di Jalan Agama

Dalam riwayat al-Baihaqi juga disebutkan bahwa Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasul SAW berkata,

قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: قَالَ اللهُ تَعَالَى: ” مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَقَدَرِي فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا غَيْرِي “

Rasul SAW bersabda, bahwa Allah SWT berfirman, “Siapa saja yang tidak ridho dengan keputusan dan takdirku, maka carilah Tuhan selain Aku”

Hadits diatas jelas bahwa Allah secara langsung memerintahkan hambanya untuk sabar dan ikhlas dalam menghadapi setiap ketentuan yang diberikan oleh Allah. Dan yang terpenting adalah sebagai seorang hamba maka sangat tidak patut untuk suudzon terhadap Tuhannya. Ataupun banyak mengeluh, kenapa Allah turunkan musibah seperti ini.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa orang yang berburuk sangka kepada Allah maka ia akan mendapat adzab yang pedih, dan Allah akan murka kepadanya,

وَیُعَذِّبَ ٱلۡمُنَـٰفِقِینَ وَٱلۡمُنَـٰفِقَـٰتِ وَٱلۡمُشۡرِكِینَ وَٱلۡمُشۡرِكَـٰتِ ٱلظَّاۤنِّینَ بِٱللَّهِ ظَنَّ ٱلسَّوۡءِۚ عَلَیۡهِمۡ دَاۤىِٕرَةُ ٱلسَّوۡءِۖ وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِمۡ وَلَعَنَهُمۡ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَهَنَّمَۖ وَسَاۤءَتۡ مَصِیرࣰا

Baca Juga:  Dakwah Islam Itu Arif dalam Bertindak Santun Saat Berucap

“Dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Qs. al-Fath: 6)

Begitu besar ancaman Allah kepada para hambanya yang tidak menerima segala apa yang menimpa dirinya. Dan bagi orang yang husnudzon dengan ketentuan Allah. Seharusnya sebagai seorang hamba yang kita lakukan adalah menerima segala ketentuan Allah, sebab Allah pun sangat mengerti porsi cobaan yang diterima hambanya. Semakin besar cobaan yang Allah berikan maka semakin tinggi pula derajat yang akan Allah berikan, jika ia mampu untuk melewati nya.

Maka tidak perlu membayangkan kisah hidup yang ada di drama-drama yang dibuat oleh manusia. Sebab, skenario Tuhan lebih indah dari yang kita duga, lebih istimewa dari yang kita kira. Yang harus dilakukan oleh seseorang hamba adalah tetap teguh dalam pendirian imannya saat diuji, tetap sabar atas apa yang menimpa dirinya, dan yang terakhir ikhlas dengan segala keadaan yang ia alami.

Baca Juga:  Kedudukan Perempuan dan Kemuliannya dalam Islam

Jika sudah seperti itu, maka dengan mudah seorang hamba akan mendapat ridho dari pencipta-Nya. Dan Allah pun akan mengangkat derajatnya. Semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu berada dalam ketaatan, meskipun dalam keadaan suka maupun duka. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha