Thariqah Menurut KH Sholeh Darat, Ini Penjelasannya

thariqah menurut kh sholeh darat

Pecihitam.org – Ada tiga langkah religius yang dikenal dalam Islam untuk menuju Allah, yaitu syariah, thariqah dan haqiqah. Penjelasan setiap tahapan ini akan dijelaskan di kesempatan berbeda, karena pada tulisan kali ini penulis hanya akan menyampaikan sekilas penjelasan tentang Thariqah menurut Mbah Sholeh Darat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun 3 Langkah religius menuju Allah yang kami sebutkan di atas tentunya harus dijalani dengan tahapan-tahapan spiritual sebagaimana dijelaskan dalam syi’ir theologi-sufistik Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad Al Malabari (872-928 H) dalam Kitabnya Hidayatul Adzkiya’:

ان الطريق شريعة وطريقة * وحقيقة فاسمع لها ما مثلا

Memang tidak mudah dalam memahami thariqah (orang umum biasanya menyebut tarekat). Karena ada banyak banyak definisi dan penjelasannya, namun pada intinya thariqah adalah jalan menuju Tuhan.

Sebagaimana yang telah kami sebutkan di awal bahwa, tulisan ini akan mencoba menjelaskan ulasan mengenai thariqah menurut Mbah Sholeh Darat yang nama Asli beliau adalah KH Muhammad Sholeh bin Umar.

Baca Juga:  Memahami Apa Itu Syariat, Thariqah, Haqiqah dan Ma'rifah

KH Sholeh Darat menjelaskan tentang Thariqah di dalam kitab karyanya yang berjudul Minhajul Atqiya’ fi Syarhi Ma’rifatil Adzkiya’ ila Thariqatil Auliya’.

Beliau menguraikan sya’ir Syaikh Zainuddin Al Malabari berikut:

وطريقة أخذ باحوط كالورع * وعزيمة كرياضة متبتلا

Thariqah itu sebuah proses ibadah dengan semangat keseriusan, tidak memilih ibadah yang ringan saja. Ada usaha serius ketika menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya (taqwa). Salah satu usahanya adalah konsisten menjauhi keharaman, baik tempat tinggal hingga makanan.

Khusus mengenai teknis menjaga dari barang haram itu ditempuh dengan cara riyadlah (beribadah dengan penuh khusyu’).

Jadi yang disebut sebgai menjalani ilmu thariqah menurut Mbah Sholeh Darat adalah menjalankan syariat dengan benar, baik secara dzahir dan batin.

Baca Juga:  Biografi KH Sholeh Darat Sang Ahli Kalam dari Nusantara

Melaksanakan syariat dzahir yang benar dilakukan dengan menghindari hal-hal haram yang terdapat pada tempat tinggal dan makanan yang kita makan.

Adapun menjalankan syariat secara batin yang benar yaitu dengan azimah (mengharap dengan sungguh-sungguh) dengan cara riyadhah. Riyadhah yang dimaksud di sini adalah berani meninggalkan makan, meninggalkan berbicara dan meninggalkan berkumpul dengan orang.

Dengan cara seperti itu, maka akan terjadi empat hal:

  1. Tahan melek (buka mata)
  2. Tahan lapar
  3. Tahan membisu
  4. Tahan berpisah dengan manusia

Upaya azimah dan riyadlah itu semata-mata hanya karena niat ibadah kepada Allah Swt. Selain dari pada itu, cara lainnya yaitu dengan menjalankan puasa dan shalat sebagai syarat sahnya ibadah di sisi Allah.

Jadi intinya thariqah menurut Mbah Sholeh Darat dipahami sebagai suatu proses pelaksanaan ibadah dengan penuh kehati-hatian, penuh kesungguhan dan penuh rasa takut jika ibadahnya tidak diterima Allah Swt.

Baca Juga:  Perbedaan dan Pertikaian Antara Ikhwanul Muslimin dengan Salafi Wahabi

Maka kesimpulannya, ada dua cara yang dilakukan dalam thariqah yakni wara’ dan riyadlah. Adapun untuk menjalani sikap wara’, Mbah KH Sholeh Darat menjelaskan ada empat hal:

  1. Wara’ al-‘Adl
  2. Wara’ al-Shalihin
  3. Wara’ al-Muttaqin
  4. Wara’ al-Shiddiqin

Hal ini pula dijelaskan oleh Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam Kitab Minhajul Al ‘Abidin bahwa tujuan hidup mengenal hukum syara’ dan hukum wara’. Niatnya adalah mewujudkan hamba Allah yang muwahhidun mukhallisun.

M Resky S

Leave a Reply

Your email address will not be published.