Tiga Macam Orang yang Mudah Terbawa Golongan Islam Garis Keras

islam garis keras

“Orang yang kaos dan benderanya Persebaya, Aremania, LA mania, Persegres dll. Tapi di Hatinya ada La ilaha ilallah Itu lebih baik. Daripada orang yang memakai kaos dan bendera La ilaha ilallah tetapi kesehariannya sering menghasud, memfitnah dan mengkafirkan orang ”(KH. Marzuki Mustamar)

Pecihitam.org – Indonesia menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar didunia. Akan tetapi kebesaran ini yang kemudian dimanfaatkan oleh golongan Islam radikal untuk menggaet jumlah pengikut (Jama’ah) yang sangat besar agar bisa memuluskan tujuan mereka.

Salah satu tujuan mereka adalah mendirikan Negara Khilafah. Lalu seperti apa macam-macam orang yang mudah terbawa oleh golongan Islam garis keras ini?

Warga Nahdliyin yang memiliki prinsip Islam yang moderat harus dapat melihat dari berbagai sudut pandang. Yaitu terhadap orang-orang yang selalu menggembor-gemborkan Khilafah (menginginkan merubah sistem negara menjadi negara Islam).

Hal ini penting agar faham mana golongan yang betul-betul menginginkan mendirikan negara khilafah atau hanya ikut-ikutan dan menjadi korban semata.

Menurut Quraish shihab orang yang mudah terpengaruhi oleh orang-orang Islam garis keras adalah orang yang pengetahuannya rendah. Maksudnya adalah orang yang pengetahuan agamanya kurang, akan mudah terdoktrin ketika diberikan pemahaman Islam versi Islam garis keras karena sebab ketidaktahuannya itu.

Baca Juga:  Rumah Ibadah dan Toleransi Antar Umat Beragama

Contohnya adalah ketika agenda demonstrasi 212 yang melibatkan berbagai pihak dari kelas kakap sampai akar rumput.

Kelas akar rumput ini adalah kelas atau golongan orang-orang yang mudah dipengaruhi untuk mengikuti demonstrasi dengan alasan Jihad melawan orang atau pejabat-pejabat yang dianggap menyalahi aturan agama Islam.

Karena minimnya pengetahuan tentang jihad, akhirnya orang-orang tersebut akan mudah ikut serta dan merasa sudah melakukan jihad.

Secara umum, orang yang memiliki pengetahuan yang rendah akan dapat mempercayai orang yang memiliki pengetahuan yang lebih besar dari dirinya. Apalagi orang tersebut lebih banyak yang mengeluarkan dalil dari al-qur’an dan al-hadits.

Sementara menurut gus Ulil Absor Abdalla yang mudah diprovokasi dan ikut serta dalam islam garis keras adalah orang yang membutuhkan hasil instan dalam belajar agama. Artinya mencari pengetahuan atau sumber yang langsung dari al-qur’an dan al-hadits tanpa melalui sub keilmuan yang lain.

Contohnya adalah, ketika menghukumi tentang jihad, jadi yang dicari adalah jihad dengan cara berperang dengan menggunakan pedang. Jadi mereka yang masuk di islam garis keras berfikir apa yang ada di luar golongan mereka adalah yang bisa diperangi, tanpa melihat asbabu an-nuzulnya ayat tersebut diturunkan.

Baca Juga:  Ini Alasan Kenapa Kita Harus Memilih Menjadi Warga NU?

Pemikiran instan seperti ini (hanya melihat al-qur’an dan hadits secara tekstual) adalah salah satu jenis orang yang mudah terprovokasi dan masuk dalam lingkaran islam garis keras.

Hal ini juga yang menyebabkan masyarakat beranggapan tentang Islam yang mudah dipahami dan langsung bersumber dari al-qur’an dan al-hadits saja

Penyebab kedua ini banyak diikuti oleh kaum muda terpelajar seperti pelajar SMA sampai dengan Perguruan tinggi. Sebabnya adalah karena mereka serampangan memahami sesuatu langsung Al-qur’a dan al-hadits tanpa ilmu yang mumpuni.

Jadi ketika mereka ingin mencari dasar hukum sesuatu maka tinggal membuka Al-quran dan hadits saja. Yang lebih parahnya lagi hanya melihat terjemahannya saja.

Kemudian terakhir adalah yang termasuk orang-orang yang mudah dipengaruhi oleh Islam radikal adalah orang-orang yang ‘Debatable’. Yaitu orang-orang yang memiliki kebiasaan suka berdebat tentang perihal agama, terutama yang berkaitan dengan konteks ‘Jihadis’.

Jadi bagi orang-orang ini akan dengan mudah memilih Islam garis keras dengan alasan tidak bertele-tele dalam mengambil sumber hukum yang sudah tersedia dalam Nash Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Baca Juga:  Paham Radikalisme Mengkhawatirkan, Pengamat Inteligen: Masyarakat Jangan Cuek

Contohnya sudah sering kita temui di media sosial semacam Facebook dan Twitter. Mereka akan rela berdebat panjang lebar untuk orang yang berani mengkritik mereka baik secara langsung maupun tidak. Terutama dalam perhelatan-perhelatan akbar yang sudah terjadi belakangan ini. Seperti pilpres dan pilkada yang lalu.

Kesimpulannya adalah orang yang mudah menentang Islam garis keras itu ada tigamacam, yakni:

  1. Orang yang pemahaman Agamanya rendah
  2. Orang yang punya pemikiran instan tentang sumber hukum dalam Agama.
  3. Orang yang punya kegemaran berdebat keagamaan.

Demikian semoga bermanfaat. Tabik!

Fathur IM
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *