Tolak Musda FPI, Gabungan Ormas di Tegal: Mereka Sering Lakukan Tindakan Seenaknya!

FPI

Pecihitam.org – Rencana Front Pembela Islam (FPI) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 pada Senin, 28 Oktober 2019, di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ditolak oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas).

Penolakan sejumlah ormas awalnya muncul dalam pertemuan forum silaturahmi dan tokoh masyarakat di Ruang Rapat Bupati Tegal pada Jumat, 25 Oktober 2019, lalu yang dipimpin langsung Bupati Tegal Umi Azizah didampingi jajaran Polri dan TNI. 

Adapun ormas yang melakukan penolakan tersebut yakni Banser Ansor, Garda Bangsa, Patriot Garuda Nusantara, Forum Pondok Pesantren, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal.

Penolakan itupun mendapat dukungan dari sejumlah elemen organisasi di luar Tegal, seperti Persaudaraan Lintas Iman (Pelita) Semarang serta Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA).

Baca Juga:  Gusdurian Kota Serang Gelar Petisi Tolak RUU KUHP dan Masalah Kebangsaan

“Ya pastinya kami dukung teman-teman ormas di Tegal untuk menolak Musda FPI. FPI kita ketahui sering melakukan tindakan intoleransi dan seenaknya,” ujar Koordinator Pelita Setyawan Budi, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu, 27 Oktober 2019.

 “Mereka biasa menyerbu kegiatan khususnya keagamaan yang tidak sejalan dengan mereka. Pemerintah harus tegas terhadap mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA) Tedi Kholiludin yang menilai penolakan terhadap FPI adalah “buah” dari apa yang dilakukannya selama ini.

“FPI punya hak untuk bebas berorganisasi, tapi jangan lupakan rekam jejaknya yang kerap dibuatnya sakit hati dan mewaspadainya. Karya sosial yang ditunjukkan oleh FPI selama ini adalah ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran, dan itu tidak etis jika kemudian FPI nantinya menuntut soal hak bebas berpendapat atau berorganisasi,” ujar Tedi.

Baca Juga:  Kiyai Maruf Amin : NU Punya Solusi Untuk Konflik Papua
Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published.