Inilah Tujuh Kisah Ajaib dalam Al Quran di Luar Nalar Manusia

kisah ajaib dalam al quran

Pecihitam.org – Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah Swt. Al Quran diturunkan kepada kepada Nabi Muhammad Saw untuk menjadi pedoman, peringatan dan kabar gembira bagi umat manusia. Selain itu dalam Al Quran Allah Swt juga menceritakan kisah-kisah masa lalu agar menjadi pelajaran bagi umat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tidak hanya kisah dari zaman Nabi Muhammad Saw, Allah juga mengahdirkan kisah sejak zaman Nabi Adam as, bahkan sebelum penciptaan alam semesta. Selain itu, beberapa kisah juga tidak bisa dipahami oleh nalar manusia karena hanya bisa di yakini dengan iman.

Seperti kisah makanan yang diturunkan dari langit, hingga kisah Nabi Ibrahim yang tidak terbakar api sampai kisah nabi Sulaiman mengendarai angin. Kejadian-kejadian tersebut merupakan tanda kebesaran Allah yang wajib kita imani. Berikut adalah tujuh kisah ajaib dalam Al Quran di luar nalar manusia.

1. Makanan yang Turun Dari Langit

Kisah ajaib dalam Al Quran yang pertama adalah ketika Allah Swt menurunkan makanan lezat untuk pengikut Nabi Isa As. Kisah ini terjadi ketika Nabi Isa dan kaumnya harus menghadapi tentangan dari Bani Israil yang menyimpang dari ajaran Taurat.

Nabi Isa kemudian melakukan berdakwah ke berbagai tempat yang penuh dengan bahaya dan ancaman. Hal ini membuat Nabi Isa dan pengikutnya kesulitan bahan makanan dan sering mengalami kelaparan. Akhirnya diantara kaumnya ada yang berkata:

“Ya Isa putra maryam, dapatkah Tuhan menurunkan makanan dari langit untuk kita?”

Hal ini tidak langsung dijawab oleh Nabi Isa. Beliau meminta kaumnya agar tidak berharap mukjizat dan lebih mendahulukan ikhtiar. Namun pengikutnya berkata, bahwa makanan itu hanya untuk kemantapan hati, agar mereka bisa menjalani dakwah dengan baik dengan makanan tersebut.

Nabi Isa memahami keluhan kaumnya, dan kemudian beliau berdoa kepada Allah. Kisah ini diabadikan dalam Quran Surat Al Maidah 112-115 yang artinya:

(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?.” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.” 112.

Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.” 113.

Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama.” 114.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.” (Q.S Al-Maidah 115).

2. Hidup Kembali Setelah 100 Tahun Meninggal

Baca Juga:  Pentingnya Meneladani Sifat Rendah Hati Rasulullah SAW

Kisah ajaib kedua dalam Al Quran ini juga tidak bisa dicerna oleh nalar manusia. Namun sangat mungkin bagi Allah Swt, sebagaimana kisah Uzair yang dihidupkan lagi setelah 100 tahun meninggal. Kisah diceritakan Allah dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 259.

أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةً لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?”

Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.”

Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang);

Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3. Nabi Ibrahim Tidak Terbakar Api

Kisah ajaib dalam Al Quran yang selanjutnya adalah ketika Nabi Ibrahim As tidak terbakar saat berada dalam kobaran api. Saat itu, Nabi Ibrahim menjalani kehidupan pada pemerintahan Raja Namrud, penyembah berhala.

Nabi Ibrahim kemudian menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh Raja Namrud. Mendapati berhala yang dianggap Tuhan dihancurkan, membuat Namrud sangat marah. Ia bertanya kepada Nabi Ibrahim siapa yang menghancurkan berhala-berhala tersebut.

Sang Nabi pun kemudian mengatakan bahwa yang menghancurkan berhala tersebut adalah yang paling besar. Pasalnya Nabi Ibrahim meletakkan senjata yang Ia bawa di leher berhala yang paling besar tersebut.

Namun Raja Namrud tidak percaya. Karena secara logika ia juga sadar jika berhala-berhala tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Raja kemudian memerintahkan pasukannya untuk menyiapkan kayu bakar untuk membakar nabi Ibrahim.

Baca Juga:  Sikap Selow Rasulullah Ketika Shalat Punggungnya Dinaiki Anak Kecil

Di tengah kobaran api tersebut, tubuh Nabi tidak terluka sedikitpun.Pasalnya Allah sudah memerintahkan api agar tidak melukai salah satu Nabi kesayangannya tersebut. Kisah ini dijelaskan Allah dalam surah Al Anbiya: 69

قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

“Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”

4. Burung yang Telah Hancur Hidup Kembali

Kisah ini juga terjadi pada zaman Nabi Ibrahim As yang ketika itu, banyak umatnya tidak percaya bahwa nantinya manusia akan dibangkitkan lagi pada hari kiamat. Hal ini dianggap tidak masuk akal karena tubuh manusia hanya tinggal tulang belulang.

Ternyata hal ini membuat Nabi Ibrahim gundah, kemudian bertanya kepada Allah, tentang bagaimana cara Allah menghidupkan manusia yang sudah lama mati. Kisah ini disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 260

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).

Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al Baqarah ayat 260)

5. Nabi Musa membelah laut Merah

Kisah satu ini juga di luar nalar, yaitu ketika Nabi Musa As membelah laut merah untuk menyelamatkan kaumnya dari kejaran Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Kisah ini tercantum dalam Al Quran surat Thaha 77-78.

Ketika itu Nabi Musa mengajak kaumnya untuk hijrah meninggalkan Mesir. Namun Fir’aun mengejar mereka dengan persenjataan lengkap dengan tujuan untuk membunuh Musa beserta pengikutnya.

Sampailah Nabi Musa di tepi Laut Merah, namun yang ada hanyalah jalan buntu. Nabi Musa kemudian berdoa kepada Allah untuk meminta petunjuk. Allah kemudian memerintahkan Nabi Musa untuk memukul tongkatnya ke permukaan laut.

Dalam sekejap air lautpun terbelah jadi dua, seolah memberikan kesempatan bagi Musa dan pengikutnya untuk melewatinya. Nabi Musa dan kaumnya kemudian melewati jalan ditengah lautan surut tersebut.

Ternyata Raja Firaun mengikutinya dari belakang. Sesampainya mereka di ujung Laut Merah, pasukan Fir’aun berada di tengah-tengah. Allah kemudian memeintahkan Nabi Musa untuk lagi memukul tongkatnya di permukaan laut. Seketika air laut kembali memenuhi jalanan yang sudah mereka lalu. Dan pasukan Fir’aun yang masih berada di tengah lautan itu tenggelam.

Baca Juga:  Pahami Kembali Ushul dan Furu' Agar Tak Mudah Memvonis Bid'ah, Kafir dan Sesat

6. Nabi Sulaiman Mengendarai Angin

Kisah ajaib dan menakjubkan selanjutnya adalah kisah Nabi Sulaiman yang mampu mengendalikan angin. Kemampuan Nabi Sulaiman ini membuatnya mampu pergi kemana pun yang Ia mau. Kisah ini disebutkan dalam Surat Shad 36-38.

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya. Dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam. Dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.” (Q.S Shad: 36-38).

Adapun kemampuan nabi Sulaiman As dalam mengendarai angin ini telah Allah ajarkan pada manusia dizaman modern ini. Mereka diberi kamampuan membuat pesawat terbang yang mampu membawa mereka mengendarai angin kemana saja dengan kecepatan menakjubkan seperti yang sudah dilakukan nabi Sulaiman saat itu.

7. Istana Ratu Bilqis Pindah Ribuan Kilometer dalam Sekejap Mata

Kisah ajaib ini masih terjadi pada zaman Nabi Sulaiman AS, ketika Nabi ingin memindahkan Istana Ratu Bulqis. Ia mengumpulkan para pembesarnya dari kalangan jin dan manusia. Peristiwa tersebut disebutkan dalam surat An Naml 38-40.

“Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” 38.

Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” 39.

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An Naml 40)

Demikianlah tujuh kisah ajaib dalam al Quran. Walaupun hal ini secara logika tidak masuk akal, namun sebagai manusia yang beriman kita wajib mengimaninya. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik