Tuntunan Lengkap Sholat Jenazah: Mulai dari Hukum, Syarat & Rukun hingga Tata Caranya

Tuntunan Lengkap Sholat Jenazah; Mulai dari Hukum, Syarat & Rukun hingga Tata Caranya

Pecihitam.org – Sholat jenazah merupakan salah satu rangkaian amaliah dalam tajhiz terhadap orang yang meninggal setelah dimandikan dan dikafani serta sebelum dikuburkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Karena tidak dilakukan tiap hari dan prakteknya yang berbeda dengan kaifiyah sholat pada umumnya, maka sholat jenazah yang hukumnya fardhu kifayah ini perlu dipahami dengan benar. Karena pemahaman yang salah akan berakibat pada praktek yang salah.

Mungkin kamu pernah mendengar kisah tentang seorang cucu yang menshalati jenazah kakeknya dengan melakukan rukuk dan sujud laykanya sholat biasanya.

Ketika ditanya tentang praktik sholatnya yang tak lazim itu, ia malah ngarang-ngarang jawaban untuk menutupi kesalahan dan rasa malunya. “Karena ini kakek saya, makanya perlu ada rukuk dan sujud”, sergahnya.

Jadi begini…. Terlepas kisah ini benar atau hanya tamsil, renungkan jika kejadian serupa dilakukan oleh anak kita pada jenazah kita. Ini bukan hal yang mustahil.

Mari merenung! Sebagai orang tua, berapa kali kita mengajak anak untuk ikut menshalatkan jenazah? Pernahkah kita mengajarkannya tentang tata cara sholat jenazah? Atau jangan-jangan kita sendiri masih belum paham sepenuhnya.

Generasi muda pun harus mau belajar tentang cara sholat jenazah. Jangan anggap remeh persoalan ini.

Coba sekarang sebutkan rukun sholat jenazah. Terus apa yang dibaca pada masing-masing setelah takbir pertama, kedua, ketiga dan keempat! Bagaimana lafadz doa yang dibaca? Terus kenapa tidak ada rukuk dan sujudnya serta amaliah lainnya seperti duduk untuk tasyahhud?

Jika untuk menanggapi pernyataan-pernyataan dan menjawab pertanyaan di atas, kamu masih mikir atau masih perlu buka kitab, atau bahkan searching di Google, berarti kamu masih belum paham betul, belum akrab dengan pelaksanaan sholat jenazah.

Tapi jangan khawatir berlebihan. Karena dalam tulisan ini, saya akan sajikan semua tentang sholat jenazah. Mulai dari hukum, syarat dan rukun serta tata caranya. Mulai dari niat, takbir serta bacaan-bacaannya.

Hukum Sholat Jenazah

Mayoritas fuqaha dari empat mazhab menyatakan bahwa hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah . Namun ada sebagian kecil dari kalangan mazhab Hanafi yang menyatakan hukumnya adalah sunnah kifayah.

Berpijak pada pendapat mayoritas yang menyatakan hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah, maka jika di daerahmu ada orang meninggal dan kamu beserta sebagian penduduk kampungmu melakukan shalat atas jenazahnya, gugurlah kewajiban dari orang lain yang tidak ikut menshalatkan.

Baca Juga:  Hal-hal yang Dapat Mengurangi dan Melipatgandakan Pahala Sedekah, Apa Sajakah Itu?

Sebaliknya, jika sama sekali tidak ada yang menshalati, maka semua penduduk kampung berdosa, termasuk kamu.

Selain itu, terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama mazhab tentang apakah shalat jenazah harus dilaksanakan secara berjamaah atau bisa dengan sendirian.

Dalam hal ini mayoritas ulama dari tiga mazhab, yakni Hanafi, Syafi’i dan Hanbali menyatakan bahwa shalat jenazah tidak harus dilaksanakan secara berjamaah.

Berbeda dengan pendapat mazhab Maliki yang mensyaratkan harus dilaksanakan secara berjamaah.

Maka menurut pandangan mazhab Maliki, jika kamu mislanya sudah terlanjur melaksanakan salat jenazah sendirian, kamu harus mengulanginya lagi secara berjamaah.

Syarat & Rukun Sholat Jenazah

Syarat dan rukun merupakan dua komponen penting yang harus ada di dalam ibadah ritual seperti shalat. Karena dua hal ini menjadi ukuran sah atau tidaknya shalat.

Syarat berkaitan dengan hal-hal yang harus dipenuhi sejak sebelum shalat dimulai dan terus berlaku hingga selesai.

Misalnya suci dari najis. Maka jika kamu hendak melakukan salat, dari awal harus suci dan harus tetap suci hingga selesai. Jika kamu tidak dalam keadaan suci, maka tidak bisa memulai salat.

Begitu juga jika saat pertengahan salat, kamu mengalami hadas atau terkena najis, maka shalatmu juga menjadi tidak sah.

Adapun rukun merupakan komponen yang harus ada dalam shalat dan harus dibaca atau dilakukan pada tempatnya masing-masing.

Misalnya membaca Surat Al-Fatihah ketika kamu shalat Isya’. Jika kamu tidak membaca Surat Al-Fatihah, maka shalatmu batal. Atau kamu membaca Fatihah tetapi pada saat rukuk, itu juga batal shalatmu.

Nah, ini rincian syarat dan rukun dalam shalat jenazah yang harus kamu pahami.

Syarat Sholat Jenazah

Syarat yang berlaku dalam pelaksanaan salat jenazah secara umum sama dengan yang ditetapkan pada shalat biasanya. Seperti suci dari hadas dan najis baik yang ‘ainiyah maupun yang hukmiyah. Baik pada badan, pakaian dan tempat. Kemduian menutup aurat dan menghadap kiblat.

Hanya perbedaannya di sini, kalau dalam salat biasanya terdapat syarat harus dilaksanakan saat masuknya waktu. Sementara dalam shalat jenazah tidak terikat dengan ketentuan masuknya waktu.

Penjelasan tentang syarat-syarat di atas, salah satunya bisa kamu temukan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah pada juz 16 halaman 18

يشترط لصحة صلاة الجنازة ما يشترط لبقية الصلوات من الطهارة الحقيقية بدنا وثوبا ومكانا، والحكمية، وستر العورة، واستقبال القبلة، والنية، سوى الوقت

Disyaratkan untuk sahnya salat jenazah apa yang menjadi syarat bagi shalat-shalat lainnya, mulai dari suci secara hakikat pada badan, pakaian maupun tempat, dan suci secara hukum, menutup aurat menghadap kiblat, niat, selain masuknya waktu (dalam shalat jenazah tidak ada sayarat masuknya waktu)

Maka inilah lima syarat lengkap dalam sholat jenazah

  1. Orang yang melakukan sholat Jenazah harus Muslim.
  2. Dalam keadaan suci dari hadast kecil maupun hadast besar.
  3. Menutup aurat seperti layaknya melaksanakan sholat lainnya.Menghadap kiblat.
  4. Jenazah yang disholati adalah muslim atau beragama islam.
  5. Jenazah yang akan disholati sudah dalam keadaan bersih atau sudah dimandikan.
Baca Juga:  Ini Syarat-Syarat Menerima Nafkah dari Suami, Perempuan Wajib Tahu!!

Rukun Sholat Jenazah

Adapun rukun shalat jenazah yang harus kamu lakukan ada 7, yakni:

  1. Niat
  2. Takbir dengan empat takbiran
  3. Berdiri bagi yang kuasa
  4. Membaca Al-Fatihah
  5. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad setelah takbir kedua
  6. Doa terhadap jenazah setelah takbir ketiga
  7. Salam

Posisi Jenazah yang Dishalatkan

Sebelum menjelaskan lebih praktis tentang langkah-langkah dalam tata cara pelaksanaan shalat jenazah, hal penting lainnya yang perlu kamu ketahui adalah tentang posisi mayat ketika dishalatkan. Karena berbeda posisinya antara jenazah laki-laki dengan jenazah perempuan atau waria.

Ini penting untuk kamu ketahui. Karena biasanya di sebagian masyarakat masih terjadi kesalahan dalam hal ini.

Posisi Jenazah Laki-laki

Posisi imam ketika menshalati jenazah laki-laki adalah di sebelah kiri. Maka orang Indonesia yang kiblatnya condong ke arah Barat, posisi mayat laki-laki ketika hendak dishalatkan adalah dengan kepala menghadap ke arah Selatan.

Posisi Jenazah Perempuan

Sedangkan untuk jenazah perempuan, maka posisi imam berada lurus dengan perut jenazah, sedangkan posisi badan jenazah dihadapkan ke arah Utara.

Mengenai ketentuan posisi jenazah ini dijelaskan oleh Syaikh Sulaiman Al-Bujairimi dalam salah satu kitabnya

وَتُوضَعُ رَأْسُ الذَّكَرِ لِجِهَةِ يَسَارِ الْإِمَامِ وَيَكُونُ غَالِبُهُ لِجِهَةِ يَمِينِهِ خِلَافَ مَا عَلَيْهِ عَمَلُ النَّاسِ الْآنَ، أَمَّا الْأُنْثَى وَالْخُنْثَى فَيَقِفُ الْإِمَامُ عِنْدَ عَجِيزَتِهِمَا وَيَكُونُ رَأْسُهُمَا لِجِهَةِ يَمِينِهِ عَلَى مَا عَلَيْهِ النَّاسُ الْآنَ

Kepala jenazah laki-laki diletakaan di sebelah kiri imam — kaprahnya di sebelah kanan imam — berbeda dengan pengamalan orang saat ini. Adapun mayit perempuan dan khuntsa (waria), maka imam berdiri di sisi pantatnya sedangkan kepalanya ada di sebelah kanan imam sebagaimana pengamalan orang saat ini. (Hasyiyâh al-Bujairami ‘al al-Khathîb jilid II, halaman 536)

Selain tentang posisi jenazah, yang tak kalah penting adalah tentang niat dalam sholat jenazah. Karena setiap amal tergantung pada niat dalam sah dan batalnya.

Niat Sholat Jenazah

Yang saya tulis di sini adalah niat ketika kamu jadi makmum baik untuk jenazah laki-laki ataupun perempuan. Karena kalau imam, biasanya sudah paham betul tentang hal ini, maka tidak perlu saya cantumkan lagi.

Niat Sholat Jenazah Laki-Laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli’ala hadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati ma’muuman lillahit ta’aala”

Baca Juga:  Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanan Shalat Witir yang Wajib Kamu Tahu

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

Niat Sholat Jenazah Perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushollii ‘ala hadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa”

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

Tata Cara Sholat Jenazah

Berikut kami sajikan tata cara lengkap pelakksanaan sholat jenazah secara berurutan.

1. Berdiri, Niat saat Takbiratul Ihram & Membaca Al Fatihah

Seperti shalat-shalat lainnya, setiap akan memulainya, maka kamu dalam posisi berdiri tegak dan membaca niat shalat jenazah dalam hati yang bersamaan dengan takbiratul ihram.

Setelah itu, tangan disedekapkan di atas pusar, kemudian membaca Surat Al-Fatihah.

2. Takbir Kedua Kemudian Membaca Sholawat

Membaca takbir kedua dengan mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu. Kemudian tangan kembali disedekapkan di atas pusar dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Yang utama adalah membaca shalawat layaknya dalam shalat biasanya sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ سَيَّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيَّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ. وَ باَرِكْ عَلىَ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ سَيَّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيَّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

3. Takbir Ketiga Kemudian Membaca Doa

Mendoakan jenazah sebagai berikut:

Doa untuk Jenazah Laki-laki

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Doa untuk Jenazah Perempuan

Apabila jenazahnya perempuan cukup mengganti dhamir “hu menjadi “ha“. Berikut lengkapnya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهاَ وارْحَمهاَ وعَافِهاَ وَاعْفُ عَنْهاَ وأَكْرِمْ نُزُلَهاَ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهاَ وَاغْسِلْهاَ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ الْبَرَدِ ونَقِّهاَ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّي الثَوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. اَللَّهُمَّ أَبْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهاَ وَ جَارًا خَيْرًا مِنْ جَارِهَا وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهاَ وأَهْلًا خَيْراً مِنْ أهلِهاَ وَ أَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ القَبْرِ ومِنْ عَذَابِ النَّارِ

4. Takbir Keempat Kemudian Salam

Setelah takbir keempat, mengucapkan salam berikut sambil menoleh ke kanan dan kiri

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ini saya tambahkan. Setelah takbir keempat, sebelum mengucapkan salam, dianjurkan juga membaca doa berikut:

Untuk Jenazah Laki-laki

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Untuk Jenazah Perempuan

اللَّهُمَّ لاَتَحرِمْنَا أَجْرَهاَ ولاَتَفْتِنّاَ بَعْدَهاَ وَاغْفِرْ لَناَ وَ لَهاَ

Demikianlah tulisan kali ini tentang tuntunan lengkap shalat jenazah. Mulai dari hukum, syarat dan rukun serta tata cara praktis yang akan memudahkan kamu untuk melaksanakan shalat jenazah. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman