Umat Islam Mesti Tahu! Hikmah Penentuan Seluruh Waktu Shalat Fardhu

waktu shalat

Pecihitam.org – Wahai suadara-saudariku yang senantiasa dalam limpahan nikmat dan karunia Allah SWT !. Allah Ta’ala telah mewajibkan kepada kita sebagai hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya dengan beberapa macam ibadah, diantaranya adalah ibadah shalat fardhu yang wajib kita laksanakan dalam waktu-waktu tertentu. Shalat lima waktu yang di wajibkan antara lain adalah shalat shubuh, zuhur, ‘ashar, maghrib dan ‘isya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah Ta’ala Berfirman :

وَ اَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ وَ اَتُوْا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

“ dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”. {Q.S Al-Baqarah : 43}

Ada hikmah atau rahasia tersendiri di balik waktu-waktu yang telah di tentukan itu, yang sungguh hikmah tersebut semua kembali untuk kita hamba-Nya. Kali ini penulis akan berusaha tuk mengungkapkan sedikit daripada nya.

Hikmah Di Tetapkannya Shalat Fardhu Pada Waktu-waktu Tertentu

Sungguh Allah Ta’ala ketika selesai menciptakan alam ini, Dia pun menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung, namun mereka pun enggan karena merasa begitu berat amanah tersebut, mereka takut tidak dapat mempertanggung jawabkannya kelak. Namun manusia pun bersedia menanggung amanah tersebut, kemudian dengan Kebijaksanaan-Nya, Allah meringankan beban-beban untuk manusia yang lemah tersebut.

Namun mengapa Allah membebani mereka dengan shalat lima waktu yang merupakan satu bahagian dari beberapa bahagian amanah ? bukankah hal tersebut tampak sulit tuk di laksanakan ?. ternyata di balik itu semua ada hikmah tersendiri bagi kita Hamba-Nya. Mari kita simak penjelasan singkat berikut !

Baca Juga:  Menunda Shalat karena Kerja Bagaimanakah Hukumnya?

Allah Ta’ala menciptakan waktu malam sebagai waktu untuk kita beristirahat, setelah siang harinya kita menjalani kehidupan, beribadah kepada-Nya dan mencari rezeki yang halal dengan berkat taufiq dan pertolongan-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًا. وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

“Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”. {Q.S An-Naba’ : 10-11}

Setelah terbangun dari tidur yang lelap, maka hadirlah waktu fajar, di waktu ini udara dan hawa terasa sejuk dan bersih, dan alam pun begitu tenang dan sunyi. Jiwa terasa tentram, ruh bersih dan hati pun sunyi dari segala kesibukan.

Di saat inilah seorang hamba mulai beraktifitas di hari yang baru, dan pembukaan aktifitasnya di awali dengan menunaikan shalat shubuh sebagai kewajibannya terhadap Tuhannya yang menciptakannya dan memberinya rezeki.

Shalat shubuh ini adalah sebagai bentuk rasa syukur hamba kepada Tuhannya yang telah memberinya ketenangan di malam hari, terlebih ketika ia sedang dalam keadaan tidur, saat itu seluruh fungsi dari inderanya lenyap sementara, dan badannya terbujur kaku, lelah tanpa daya, karena inilah dinamakan tidur itu sebagai mati kecil.

Baca Juga:  Dakwah Islam Itu Arif dalam Bertindak Santun Saat Berucap

Dan di saat itu tidak ada yang mampu melindunginya melainkan pertolongan Tuhannya semata, yang Menjaganya dari setiap bahaya yang hendak menyakitinya di saat ia terlelap. Sungguh nikmat Allah Ta’ala tidak dapat di bandingkan dengan hal apapun.

Setelah melaksanakan ibadah shalat shubuh, barulah si hamba mulai mencari rezeki sekedar demi kelangsungan hidupnya di muka bumi dengan niat semata mata ibadah kepada Allah Ta’ala. Hingga sampai waktu zuhur, lalu ia menunaikan shalat zuhur sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhannya yang telah memberinya rezeki yang berkah lagi halal.

Kemudian ia melanjutkan kehidupannya dengan mencari kesibukan lainnya yang di perlukan seperti menuntut ilmu dan lain sebagainya, hingga masuk waktu shalat ‘ashar. Di waktu ini ia kembali menghadap Tuhannya, beribadah dengan melaksanakan shalat ‘ashar sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Allah yang telah menghujani rezeki kepadanya berupa ilmu, amal shaleh dan harta benda kebutuhannya hari ini.

Lalu masuklah ia pada waktu magrib, waktu di mana seorang hamba telah di sempurnakan segala rezekinya oleh Allah.

Maka ia pun menunaikan shalat maghrib sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhannya yang telah memberi taufik, hidayah dan karunia-Nya kepadanya hingga ia dapat menyempurnakan hari ini dalam keta’atan dan dapat menghasilkan rezeki yang cukup. Yang mana dengan rezeki itulah dia makan di malam harinya selepas shalat maghrib menjelang ‘isya.

Baca Juga:  Hukum Mengqadha Shalat Fardhu yang Pernah Ditinggalkan

Kemudian ia pun menunaikan shalat ‘isya sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya atas segala nikmat kesehatan sepanjang hari ini dan atas nikmat makan malam yang baru saja ia lakukan, serta semua makanan yang telah di cicipinya di hari ini. Dan dengan adanya kewajiban shalat lima waktu sehari semalam ini, seorang hamba dapat selalu dekat dengan Tuhannya, tidak lupa kepada Allah SWT yang telah menciptakannya dan mengawasi seluruh gerak geriknya di setiap saat. Wallaahu A’lam !

Demikianlah hikmah dari waktu-waktu yang di wajibkan beribadah shalat padanya. Semoga kita semua termasuk orang yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah SWT berikan. Amiin !

Muhammad Haekal

Leave a Reply

Your email address will not be published.