Usamah bin Zaid, Panglima Perang Termuda Pasukan Kaum Muslimin

usamah bin zaid

Pecihitam.org – Usamah bin Zaid, seorang sahabat Rasulullah Saw yang lahir pada tahun 615 M/ 7 H di Makkah, sebelum hijrah ke Madinah. Ia merupakan putra dari sahabat sekaligus anak angkat Rasulullah Saw, yaitu Zaid bin Haritsah. Sedangkan ibunya merupakan pengasuh Rasulullah Saw ketika kecil yaitu Ummu Ayman.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Usamah bin Zaid sering di sebut sebagai Al-Hibb wa Ibnil Hibb (Kesayangan dari anak kesayangan). Sebab Rasulullah sangat menyayangi Usamah sama seperti beliau mennyayangi cucunya yaitu Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Usamah bin Zaid adalah seorang yang wara’ (berhati-hati) cerdik, berani, pintar, bijaksana serta selalu menjaga kehormatannya. Ia merupakan sosok yang sangat masyhur karena telah di tunjuk oleh Rasulullah Saw sebagai seorang panglima perang ketika usianya masih 17 tahun.

Sebelum Rasulullah Saw wafat, kekuatan Islam sempat mengalami banyak sekali tekanan dan ancaman dari pihak-pihak lawan. Mereka sengaja memanfaatkan keadaan ketika Rasulullah Saw sedang sakit waktu itu untuk membuat gejolak di perbatasan Syam. Selain itu muncul seseorang yang mengaku dirinya sebagai Nabi, yaitu Aswad Al-Ansi dari Yaman.

Baca Juga:  Belajar Aqidah Kepada Syeikh Abdul Shomad Al Falimbani

Meskipun dalam keadaan sakit, Rasulullah Saw tetap menggerakkan pasukan untuk melakukan penyerangan ke arah Syam. Beliau juga mengirimkan surat perintah kepada pasukan yang berada di Yaman dan di pimpin oleh Muadz bin Jabal untuk melakukan pembunuhan terhadap Nabi palsu. Namun, belum sampai 40 hari akhirnya Aswad Al-Ansi berhasil di bunuh oleh pasukannya sendiri karena telah di perlakukan secara tidak baik oleh Aswad.

Sedangkan untuk penyerangan terhadap wilayah perbatasan Syam, Rasulullah Saw memerintahkan Usamah bin Zaid sebagai panglima perangnya dan memimpin para sahabat lainnya seperti Umar bin Khattab dan Abu Bakar As-Sidiq. Namun, Rasulullah Saw telah lebih dulu wafat sebelum penyerangan tersebut di lakukan, sehingga pemberangkatan pasukan islam pun di tunda.

Sepeninggalnya Rasulullah Saw, kemudian Abu Bakar as Sidiq di tunjuk serta di baiat sebagai khalifah dengan misi pertama yang ia lakukan ialah memberangkatkan pasukan untuk melakukan penyerangan ke wilayah perbatasan Syam.

Baca Juga:  Mengenal Empat Sifat Utsman bin Affan yang Patut Kita Contoh, Salah Satunya Sangat Pemalu

Keputusan Khalifah Abu Bakar saat itu sempat menimbulkan pro dan kontra dari para sahabat karena pertahanan dari umat Islam di Madinah sedang tidak stabil sehingga mudah sekali di serang oleh pasukan lawan dari arah manapun.

Meskipun Umar telah berusaha memberikan masukan agar pemberangkatan tersebut di tunda untuk menjaga stabilitas kota Madinah, Khaifah Abu Bakar tetap teguh pada keputusannya berdasarkan dengan wasiat dari Rasulullah Saw.

Bahkan Umar bin Khattab waktu itu sempat mengusulkan agar panglima perang di gantikan oleh sahabat lain yang usianya lebih dewasa dan berpengalaman dari pada Usamah bin Zaid. Mendengar usulan dari Umar tersebut, Khalifah Abu Bakar seketika lompat dari tempat duduknya dan menarik jenggot Umar bin Khattab.

Beliau menegaskan kepada Umar untuk tidak meragukan segala sesuatu yang di pilihkan oleh Rasulullah Saw. Setelah itu, pasukan islam pun di berangkatkan dari Madinah di bawah pimpinan dari Usamah bin Zaid, meskipun seluruh umat islam merasa cukup cemas dan khawatir namun dengan Usamah bin Zaid tetap menunjukkan kemampuannya.

Baca Juga:  Prof Nasaruddin Umar, Santri Bugis yang Menjadi Tokoh Nasional

Usamah bin Zaid berhasil membawa pasukan Islam dalam peperangan, meredam gejolak, menghabisi para penghianat, menyalurkan logistik dan membagikan ghanimah dalam jangka waktu 40 hari saja. Bahkan, tidak ada satupun pasukan muslim yang gugur saat peperangan tersebut.

Demikianlah Usamah bin Zaid seorang panglima perang termuda yang sempat di ragukan kemampuannya oleh para sahabat, namun ia berhasil menunjukkan kehebatannya dengan sangat amat baik dan bijaksana.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik