Viral!!! Di Korea Pakaian Gus Baha’ Dilelang Laku 60 Juta

gus baha

Pecihitam.orgKH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau ulama muda yang akrab dipanggil Gus Baha dalam pengajiannya Universitas Gimcheon, Korea Selatan pada hari Kamis tanggal 12 September 2019, baju, sarung dan pecinya, diminta panitia dan dilelang untuk jamaah. Dalam video yang dilansir chanel Youtube NU Online Nahdlatul Ulama, pakaian Gus Baha hingga terlelang 5,700,000 won atau kurang lebih 60jt rupiah. NGAJI GUS BAHA’ di Korea Selatan ini juga di dukung oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea selatan.

Uang hasil lelang ini akan digunakan untuk membangun masjid permanen di Korea Selatan, yang mana selama ini masjid yang digunakan untuk para pekerja Indonesia di sana yang sementara statusnya masih menyewa.
Baju, sarung dan peci khas Gus Baha ini bukan dilihat dari harganya, tetapi dilihat nilai historis dan hikmah dari dakwah beliau, disinilah yang menjadikan pelelang sangat antusias, apalagi dikalangan para santri yang ngefans Gus Baha.

Baca Juga:  40 Hari Wafatnya Mbah Moen, Ribuan Warga Demak Gelar Doa Bersama

Kita tahu baju putih, sarung putih dan songkok nasional identik dan selalu menjadi style dan ciri kesederhaan beliau. Sang Mufassir Al-Quran ini terkenal gaya ngaji yang penuh analogi sederhana dalam menerangkan suatu kasus, serta dibarengi guyonan santai yang mampu menghipnotis jamaahnya dalam majelis ngaji beliau.

Disebutkan baju beliau laku dilelang dengan harga 3 juta won, sarungnya laku dengan harga 1,5 juta won dan peci beliau laku dengan harga 1,2 juta won, jadi total hasil lelangan dapat 5,7 juta won atau setara dengan 60 juta rupiah.

Baju, sarung dan peci langsung diserahkan dan dipakaikan ke pemenang lelang. Selain menerima hasil lelang, pemenang juga berkesempatan untuk berjabat tangan dan memeluk langsung ulama ahli Al-Quran ini. Ini juga menjadi bukti bahwa beliau banyak di cintai oleh pengagum dan jamaahnya. Semoga hasil lelang tersebut bisa menjadi amal jariyah bagi Gus Baha dan para pemenang lelang. Aamiin.

Baca Juga:  Gus Muwafiq Sebut Pemerintah Tidak Perlu Terapkan Perda Syariah, Ini Alasannya

Arif Rahman Hakim

Santri, Penulis dan Wirausahawan at Afika Dewi Fashion
Santri mbeling di ponpes Miftahul Ulum Batang, Pengurus PWCINU dan LAZIZNU Okinawa - Jepang Tahun 2017
Arif Rahman Hakim