Viral, Santri Annuqayah Kuatkan Kebenaran Ceramah Gus Muwafiq dengan Penjelasan Ilmiah

Pecihitam.org, SUMENEP – Jebolan Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Ustadz Ahmad Fauzan Rofiq membedah ceramah KH Ahmad Muwafiq di Purwodadi yang viral. Dia membedah ceramah Gus Muwafiq yang dianggap kontroversial itu.

Ustadz Ahmad Rofiq membedah isi ceramah Gus Muwafiq yang dinilai menghina Nabi itu secara ilmiah. Dia menguatkan betapa isi ceramah Gus Muwafiq yang dipermasalahkan itu ternyata memang ada dasarnya.

“Namun beliau tetap minta maaf sebagai wujud kerendahan hatinya. Kita meributkan soal agama, karena kebodohan kita sendiri, ilmu kita dangkal, ngajinya baru tarikh terjemahan, tapi berani menghakimi kiai,” sesal Ustadz Fauzan Rofiq. Dikutip dari media Laduni, Rabu (4/12/2019)

Setidaknya, ada tiga narasi dari ceramah Gus Muwafiq yang dianggap kontroversial. Pertama, lahirnya nabi biasa saja, tidak mengeluarkan sinar.

Kedua, saat masih kecil, tubuh Nabi ketika masih anak-anak merembes dan degil. Ketiga, Nabi tidak begitu terurus ketika diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Ustadz Ahmad Fauzan Rofiq menjelaskan masing-masing narasi yang disampaikan Gus Muwafiq itu secara ilmiah. Pertama, tentang kelahiran nabi yang biasa saja, tidak mengeluarkan sinar.

“Faktanya,  dalam kitab-kitab sirah memang tidak ada keterangan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir sembari mengeluarkan sinar, yang terjadi sebenarnya adalah keadaan langit saat kelahiran beliau sangat terang benderang penuh cahaya. Referensinya ada pada kitab An-Ni’mat al-Kubro alal Alam,” ungkap Ustadz Fauzan Rofiq.

Kedua, Ustadz Ahmad Fauzan Rofiq menjelaskan tentang naeasi tubuh Nabi saat masih kanak-kanak mrembes dan degil. Itu memang kondisi umum anak-anak pada masa itu.

“Referensinya adalah kitab Ar-Rahiq al-Makhtum. Di dalamnya terurai secara gamblang,” ungkapnya.

Tiga, Nabi tidak begitu terurus ketika diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Maksudnya, kasih sayang dan pelayanan kakek tentu tidak sehebat kasih sayang dan pelayanan orang tua sendiri.

“Jadi, bukan lantas dipahami terlantar, dan ini ada referensinya yaitu kitab Al-Kamil fi al-Tarikh,” ungkap Ustadz Fauzan Rofiq.

Selanjutnya, Nabi Muhammad saat usia tujuh tahun masih dirawat kakeknya. Mata beliau terkena penyakit (rembes).

Setelah kakeknya wafat, Nabi dirawat pamannya, Abu Thalib sebagaimana referensi kitab Nurul Absor fi Manaqibil Baitiun Nabiyil Mukhtar.

“Kesimpulannya adalah isi ceramah Gus Muwafiq tidak salah, apalagi dikatakan menistakan Rasulullah,” jelasnya.

Diterangkan, Gus Muwafiq hanya berusaha menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan membumi di tempat ceramah saat itu di daerah Purwodadi, Jawa Tengah.

“Namun karena akhlakul karimahnya yang tinggi, beliau tetap minta maaf. Semoga Gus Muwafiq selalu dalam lindungan Allah, amin,” kata Ustadz Fauzan Rofiq.

Baca Juga:  PC ISNU Cirebon Dorong Kampus Perkuat Budaya Literasi
Adi Riyadi