Virus Corona Masuk di Penjara Israel, Nyawa Tahanan Palestina Terancam

Pecihitam.org – Tahanan Palestina yang saat ini tengah mendekam di sejumlah penjara Israel dibuat panik dengan beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa virus corona telah mewabah di penjara-penjara tempat mereka ditahan.

Komite Urusan Tahanan Palestina melaporkan bahwa satu tahanan dari penjara Ashkelon telah melakukan kontak dengan seorang dokter Israel yang positif virus corona.

Dilansir dari media setempat, MEE, pada Jumat 13 Maret 2020, Ketua Komite Urusan Tahanan Palestina Qadri Abu Bakar mengumumkan bahwa tahanan tak dikenal itu, bersama dengan 19 lainnya, ditahan dan dikarantina lantaran positif terinfeksi virus COVID-19.

Sementara itu, sejumlah media Israel dan Palestina juga melaporkan bahwa ada dugaan kasus virus di dua penjara lainnya selain Ashkelon, yakni penjara Ramleh di Israel tengah, dan pusat penahanan Moscobiya di Yerusalem.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Corona, MUI Imbau Peringatan Isra Miraj Ditunda

Karena pengumuman tersebut, Layanan Penjara Israel (IPS) berencana akan mengevakuasi sebuah penjara di dekat perbatasan Mesir untuk digunakan sebagai lokasi karantina para tahanan yang diduga terinfeksi virus corona.

Selain itu, IPS juga mengumumkan akan menghentikan sementara kunjungan bagi keluarga tahanan Palestina.

Sebelumnya, warga Palestina mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pemerintah Israel dan otoritas penjara tidak mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran corona dan mengobati para tahanan yang mungkin sakit akibat virus asal Wuhan itu.

“Penjara Israel terkenal tua, kotor, penuh sesak, dan kekurangan pasokan kebersihan dasar,” ujar Mantan tahanan dan aktivis Palestina, Mohammed Abed Rabo.

“Di penjara terbaik, anda memiliki antara enam hingga sepuluh tahanan di sebuah ruangan, tetapi dalam banyak kasus, anda memiliki lebih dari itu,” tambahnya.

Baca Juga:  Mahfud MD Ungkap Tiga Kelompok yang Sering Mengkafirkan Orang Lain
Muhammad Fahri