Kisah Wahabi Beralih Jadi Sufi Berkat Karomah Debu Makam Nabi Saw

Kisah Wahabi Beralih Jadi Sufi Berkat Karomah Debu Makam Nabi

Pecihitam.org – Dalam sebuah riwayat dikisahkan suatu ketika seorang sahabat meminta Rasulullah Saw untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Kemudian Rasulullah Saw menjilat telunjuk tangannya lalu menekannya ke tanah dan mengusap-usapkan telunjuk Beliau Saw ke bagian tubuh sahabat yang sakit tadi, dengan membaca doa:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺮﺑﺔ ﺃﺭﺿﻨﺎ ﺑﺮﻳﻘﺔ ﺑﻌﻀﻨﺎ ﻟﻴﺸﻔﻰ ﺑﻪ ﺳﻘﻴﻤﻨﺎ ﺑﺈﺫﻥ ﺭﺑّﻨﺎ

“Dengan menyebut Asma Allah, Tanah Bumi kami, dengan Air Ludah sebagian kami, agar disembuhkan dengannya orang sakit kami, dengan Izin Tuhan kami” (HR Bukhari Muslim, Shahih Muslim: Imam Muslim an-Naysaburi).

Waktu bergulir, sekian abad berlalu sejak masa Rasulullah Saw, muncul sebuah sekte bernama Wahabi di Arab Saudi. Sekte ini sama sekali tidak mempercayai adanya karomah dan tidak pernah mau bertawassul karena menurut mereka itu semua dapat mengantarkan kepada kemusyrikan.

Namun ternyata, Hisyam Nadzir mantan Menteri Perminyakan OPEC Arab Saudi, seorang Wahabi tulen pernah membuktikan bahwa karomah iu ada dan nyata. Bahkan ia kemudian ia menjadi penganut Ahlussunnah wal Jamaah dan menjadi sufi. Seperti apa kisahnya? Berikut selengkapnya

Baca Juga:  Perseteruan Dua Malaikat Tentang Status Tobatnya Seorang Pembunuh

Suatu ketika, putra Hisyam Nadzir menderita sakit kepala yang luar biasa aneh. Setelah diperiksa ternyata karena di otaknya terdapat seekor Ulat yang hidup.

Sang anak kemudian dibawanya berobat kemana-mana, sampai akhirnya dibawa ke sebuah rumah sakit di Amerika Serikat. Kata dokter, kondisi anak sang menteri sungguh memprihatinkan dan harus dilakukan operasi bedah otak. Karena jika tidak segera dilakukan akan meninggal dunia. Meski demikian jika operasi bedah otak dilakukan juga bisa melahirkan dua kemungkinan:

  1. Kalau gagal sang anak akan mati, dan inilah kemungkinan terbesar.
  2. Kalau sukses, meskipun hidup sang anak akan cacat.

Dalam situasi dan pilihan yang begitu sulit tersebut, sebelum memutuskan agar anaknya segera dioperasi, Hisyam Nadzir ingin menenangkan diri dan pulang ke Madinah kota Nabi Muhammad Saw.

Seorang penganut Wahabi yang dulunya tak percaya karomah dan tak mau bertawassul itu, tiba-tiba berkeinginan untuk mengambil debu dari makam Rasulullah Saw, untuk dibawa ke Amerika Serikat.

Baca Juga:  Kisah Sahabat Nabi Yang Menjadi Juru Tulis Nabi

Hisyam kemudian pergi menemui penjaga makam Rasulullah Saw guna meminta izin agar diperbolehkan mengambil debu dari makam Manusia Agung Kekasih Allah Swt ini.

Sesampainya di Amerika, debu tanah yang diambil dari makam Rasulullah Saw itu kemudian diusapkan di kepala anaknya yang di vonis dokter harus operasi bedah otak.

Dan disinilah keajaiban itu terjadi… Ketika Hisyam Nadzir memutuskan agar anaknya dioperasi, dan ketika dirontgen, seekor ulat yang tadinya hidup di otak anaknya itu entah kenapa tiba-tiba hilang. Semua dokter pun kaget dan keheranan. Pada akhirnya anaknya tidak jadi di operasi bedah otak, dan lambat laun sembuh total dari penyakit yang selama ini dideritanya.

Setelah kejadian itu, Hisyam Nadzir mantan menteri yang sebelumnya tidak mempercayai adanya karomah dan tidak pernah mau untuk bertawassul itu akhirnya melepaskan faham Wahabinya. Ia kemudian memilih untuk masuk tarekat dan meniti jalan sufi agar bisa bertemu dengan Ilahi Rabbi.

Kisah diatas disampaikan Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi al-Maliki dalam kitabnya Mafahim Yajib an Tushohhah (artinya Konsep-konsep yang perlu diluruskan).

Baca Juga:  Hati Ustadz Ini Terbuka untuk Kembali ke Ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah

Perlu diketahui kitab ini di tulis oleh Sayyid Muhammad al Maliki guna menjawab kegelisahan kaum Ahlussunah wal Jamaah atas gelombang penyesatan dan pengkafiran di Jazirah Arab khusunya di Kota Mekkah Al-Mukarramah yang dilakukan oleh kaum Salafi-Wahhabi.

Dalam kitabnya Abuya berusaha membuktikan atas kesalahan doktrin-doktrin dan pemahaman yang dilakukan oleh kaum Salafi-Wahabi yang akhirnya berujung pentakfitan dan penyesatan atas golongan yang lain khususnya Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Wallhua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik