Aneh! Wahabi Namun Tak Mau Disebut Sebagai Wahabi, Maunya Apa?

Wahabi yang Tak Mau Disebut Sebagai Wahabi

Pecihitam.org – Ada yang menarik jika kita melihat kaum fanatik Wahabi, yaitu mereka keberatan jika disebut Wahabi. Karena mereka inginnya disebut Salafi. Selain itu menurut mereka, penyebutan Wahabi sudah ada sejak Muhammad bin Abdul Wahab membuat aliran tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Perlu digarisbawahi, tidak sedikit dari para ulama yang menganggap bahwa aliran Wahabi bukan bagian dari kelompok Ahlussunnah Wal Jamaah.

Ash-Shawi dalam Hasyiyah ‘ala Tafsir al-Jalalain 3/307 menyatakan bahwa Wahabi adalah sama dengan kaum Khawarij yang suka menghalalkan darah saudaranya sesama muslim.

Sedangkan Ibnu Abidin Al-Hanafi dalam kitab Hasyiyah Radd al-Muhtar 4/262 menyatakan bahwa pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab adalah kaum Khawarij modern.

Mengapa Mereka Tak Mau Disebut Wahabi?

Kelompok Wahabi tidak suka disebut Wahabi dan tidak mau mengakui bahwa mereka adalah Wahabi. Mereka lebih suka disebut sebagai Salafi.

Ada banyak faktor mengapa mereka tidak mau disebut Wahabi. Salah satunya adalah karena mereka sendiri menyadari bahwa stigma nama Wahabi identik dengan berbagai hal yang negatif, ekstrim, radikal dan tidak toleran. Suatu label yang sangat tidak islami.

Baca Juga:  Mr. Hempher dan Perannya Terhadap Muhammad Ibn Abdul Wahab (Bag 1)

Oleh karena itu, ketika ada orang awam yang bertanya kepada mereka siapakah Wahabi dan Khawarij itu, mereka akan berusaha mengelak dan biasanya akan menjawab seperti ini:

  • Wahabi adalah sebuah gerakan di Afrika yang didirikan oleh Abdul Wahab bin Rustum yang juga disebut dengan kaum Ibadiyah. Itulah sebabnya ia disebut Wahabi diambil dari nama awalnya.
  • Istilah Wahabi tidak pas jika ditujukan pada gerakan yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab Arab Saudi. Seandainya ini yang dimaksud, tentu nama gerakannya bukan Wahabi tapi Muhammadi.
  • Julukan neo-Khawarij lebih tepat ditujukan pada gerakan Abdul Wahab bin Rustum, sedangkan gerakan Muhammad bin Abdul Wahab lebih tepat disebut gerakan Salafi Sunni.
  • Karena itu, label Neo Khawarij itu ditujukan pada gerakan Wahabi buatan Abdul Wahab bin Rustum, bukan Wahabi buatan Muhammad bin Abdul Wahhab.
Baca Juga:  Mau Ikut Kelompok "Salafi?" Hati-Hati Jangan Sampai Salah Pilih

Alasan kaum Wahabi di atas tidak benar dan menandakan mereka tak mau mengakuinya, karena:

  • Mayoritas ulama Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) yang lahir pada masa atau setelah berdirinya Wahabi banyak yang menyebut gerakan yang didirikan Muhammad bin Abdul Wahhab ini dengan nama Wahhabiyah (dalam bahasa Arab), dan Wahhabism (dalam bahasa Inggris), Wahabisme atau Wahabi (dalam bahasa Indonesia).
  • Menyebut gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab dengan memakai Muhammadi (diambil dari nama awal, seperti klaim mereka) justru tidak tepat. Sebab, nama Muhammad di kalangan orang Arab bukanlah nama yang unik. Banyak nama orang memakai nama Muhammad. Itulah sebabnya mazhab yang didirikan oleh Ahmad bin Hanbal disebut dengan madzhab Hanbali, bukan Ahmadi. Mazhab yang didirikan oleh Muhammad bin Idris As-Syafi’i disebut madzhab Syafi’i, bukan mazhab Muhammadi, dan seterusnya.

Ulama Ahlussunah Menyebut Mereka Wahabi

Sangat banyak Ulama Ahlussunnah Timur Tengah yang menulis buku dan menyebut gerakan yang didirikan Muhammad bin Abdul Wahhab ini dengan sebutan Wahabi, bahkan menjadi judul buku mereka. Buku yang terkenal antara lain:

  • Buku Al-Wahhabiyah Tusyawwihul Islam wa Tuakhirul Muslimin (Gerakan Wahabi Mempermalukan Islam dan Membawa Umat Terbelakang) karya sekumpulan ulama Mesir.
  • Buku Hazihi Hiya Al-Wahhabiyah (Ini Dia Wahabi) karya Muhammad bin Jawwad Mughniyah
  • Buku Al-Radd alal Wahhabiyah (Penolakan pada Wahabi) karya Sulaiman bin Abdul Wahab yang ternyata juga saudara kandung Muhammad bin Abdul Wahhab.
  • Dan masih banyak buku-buku lain yang membahas tentang sejarah kelam Wahabi.
Baca Juga:  Peranan Mr. Hempher Terhadap Gerakan Muhammad bin Abdul Wahab (Bag 9)

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik