Wajib Tahu! Begini Adab Membaca Al Quran di Handphone

adab membaca al quran di handphone

Pecihitam.org – Semakin berkembanggnya teknologi sekarang banyak sekali aplikasi al Quran di Handphone yang memudahkan bagi siapa saja jika ingin membacanya. Namun dibalik kemudahan al Quran di handphone itu juga ada hal yang wajib diperhatikan yaitu adab kala membaca dari aplikasi tersebut.

Al-Quran merupakan kitab suci yang tidak bisa disentuh sembarangan dan harus bersuci terlebih dahulu ketika memegang dan membacanya sebagaimana keterangan dalam Al-quran.

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Artinya: “Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan”. (QS Al Waqiah, 56: 79).

Berikut adalah adab membaca al quran di handphone yang wajibb kita ketahui.

1. Di sunnahkan berwudhu ketika hendak membaca Al-Quran

Memang secara hukum membawa atau membaca Al-Quran yang terdapat di dalam HP adalah boleh sekalipun tanpa wudhu terlebih dahulu. Namun bagaimanapun al quran adalah kalamullah yang begitu mulia sehigga sebaiknya tetap berwudhu terlebih dahulu sebelum membacanya. Baca: Hukum membaca dan membawa al Quran di Hp tanpa wudhu.

Baca Juga:  Membaca Al-Qur'an Sambil Berbaring, Bolehkah? Ini Keterangan Ulama

2. Di sunnahkan membacanya di tempat yang bersih

Ini juga penting, sudah umumnya kita terkadang membawa hp kemanapun, bahkan terkadang juga masuk ketempat-tempat yang kotor seperti tolilet. Bagaimanapun kita harus menghormati Al-Quran sehingga sebisa mungkin dengan tidak membuka software atau aplikasi Al-Quran tersebut ketika di tempat-tempat yang tidak semestinya. Sedangkan sebaik-baik tempat untuk membaca Al-Quran adalah Masjid.

3. Di sunnahkan melihat langsung kepada ayat Al-Quran

Walaupun kita menggunakan aplikasi di handphone, sunnah membaca dengan melihat langsung pada ayat tetap dianjurkan. Seba melihat kepadanya adalah suatu ibadah. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Baihaqi dari Aus As-saqafi, Nabi SAW bersabda :

قِرَاءَةُ الرَّجُلِ الْقُرْآنَ فِي غَيْرِ الْمُصْحَفِ أَلْفُ دَرَجَةٍ، وَقِرَاءَتُهُ فِي الْمُصْحَفِ يُضَاعَفُ عَلَى ذَلِكَ إِلَى أَلْفَيْ دَرَجَةٍ

“Bacaan quran seseorang dengan tanpa mushaf adalah seribu derajat, sedangkan bacaannya dengan melihat kepadanya adalah di lipat gandakan menjadi dua ribu derajat”

4. Di sunnahkan membaca Al-quran dengan tadabbur dan tafahhum

Tadabbur (merenung-renungkan) dan tafahhum (memahami). Hal ini sangat dianjurkan, sebab keduanya adalah perkara yang sangat penting dan tujuan yang sangat agung, yang mana dengan tadabbur dan tafahhum barulah akan dapat benar-benar melapangkan dada si pembaca dan menerangi hatinya.

Baca Juga:  Para Isteri Zaman Now, Milikilah 10 Sifat Wanita Shalihah yang Akan Mengantarkanmu ke Syurga

5. Makruh mencari biaya hidup dengan Al-Quran

Hal ini sebagaimana hadits dari ‘Imran bin Husin, bahwa nabbi Muhammad SAW bersabda :

مَنْ قَرَاَ الْقُرْاَنَ فَلْيَسْاَلِ اللهَ بِهِ فَاِنَّهُ سَيَأْتِى قَوْمٌ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْاَنَ يَسْأَلُوْنَ النَّاسَ بِهِ

“Barangsiapa membaca Al-Quran maka hendaklah ia memohon kepada Allah, karena sesungguhnya selagi akan datang suatu kaum yang mana mereka membaca Al-Quran namun meminta (upah) kepada manusia atas bacaannya”

6. Di sunnahkan membaca dengan tartil

Maksud dari tartil disini adalah memperindah bacaan al quran dengan lagu, pelan dan jelas sesuai kaidah ilmu tajwid yang ada. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al-Muzammil ayat 4 :

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al-quran itu dengan perlahan-lahan”

7. Sunnah hukumnya menangis ketika membaca Al-Quran

Disunnahkan bagai orang yang membaca al quran samil menangis dan bagi yang tidak mampu menangis maka hendaklah memaksakan dirinya sampai bisa mengeluarkan air mata. Anjuran ini sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dan Ibnu Majjah, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

Baca Juga:  Pengertian Halal Bi Halal - Tradisi Lebaran Yang Hanya Ada di Indonesia

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا

“Sesungguhnya Al-quran ini di turunkan dengan kesedihan, jika kalian membacanya maka menangislah, dan jika tidak bisa menangis, maka pura-puralah untuk menangis”

8. Di sunnahkan bersiwak (sikat gigi)

Sebelum membaca al Quran sebagai bentuk kebersihan atau kesucian mulut dan kemuliaan serta penghormatan terhadap Kitabullah yang mulia maka kita disunnahkan untuk bersiwak terlebih dahulu.

9. Di sunnahkan membaca dengan duduk menghadap kiblat

Ketika membbacca al quran kita disunahkan membacanya dalam keadaan duduk menghadap kiblat, khusyu’ dan fokus dalam bacaan, penuh ketenangan, kewibawaan serta menundukkan kepalanya.

10. Makruh berhenti membaca Al-Quran pada pertengahan kemudian berbicara

Makruh menghentikan membaca Al-Quran pada pertengahan untuk kemudian berbicara dengan seseorang. Sebab hal demikian sungguh tidak pantas ketika membaca Kalamullah yang mulia kemudian di potong dengan kalam lainnya. Dan juga di makruhkan tertawa terbahak-bahak, senda gurau dan melihat kepada yang melalaikan di saat membacanya.

Hal ini juga berlaku pada nada dering handphone atau notifikasi lainnya yang dapat mengganggu kekhusyukan ketika membaca al Quran. Maka adab yang sebaiknya dijaga ketika membaca al Quran di aplikasi handphone juga mematikan nada dan notifikasi agar tidak mengganggu. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG