Wajib Tahu, Inilah 5 Dalil Mengenai Sebab Tertolaknya Doa Kita

dalil sebab tertolaknya doa kita

Pecihitam.org – Tentu sudah hal yang tak asing lagi, ketika usaha tak henti hentinya kita lakukan, pengorbanan tak henti hentinya kita relakan, dan ketika doa tak henti hentinya kita ucapkan. Namun entah mengapa, hasil yang selama ini kita damba dambakan masih saja tak terlihat meski itu dari kejauhan.

Apakah ini bukti bahwa Allah tak lagi menyayangi kita sebagai hambanya? Atau karena memang Allah tak sudi memperkenankan doa kita? Mengapa?

Tentu ada alasan, Allah tidak akan mungkin menyimpan bahkan melupakan doa kita begitu saja. dan berikut dalil mengenai sebab tertolaknya Doa kita:

Dalil Pertama, Allah Swt pernah mewahyukan kepada Daud AS, “Katakanlah kepada orang orang yang Zhalim dari hamba hamba-Ku, janganlah kalian berdoa kepadaku, sebab sesungguhnya Aku mewajibkan atas diri-Ku untuk memperkenalkan orang yang berdoa kepadaku, dan sesungguhnya Aku mewajibkan atas diri-Ku untuk memperkenankan orang yang berdoa kepada-Ku, dan sesungguhnya apabila Aku memperkenankan orang orang yang Zalim niscaya aku akan melaknat mereka.

Dalil kedua, “Ada seorang laki-laki yang sudah berjalan jauh, rambutnya kusut dan kakinya berdebu. Dia membentangkan kedua tangannya ke langit: wahai Tuhanku, wahai Tuhanku, namun makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram, serta diberi makan dengan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya diperkenankan.”( HR. Muslim dalam pembahasan tentang Zakat, bab: Diterimanya Sedekah, bab: Diterimanya Sedekah dari Usaha yang Baik dan Pengembangannya, 2/703, no. 1015, At-Tirmidzi dalam pembahasan tentang tafsir, 5/220, no. 2989, Ad-Darimi dan Ahmad dalam Musnadnya,, 2/328)

Baca Juga:  Perilaku Suami-Istri yang Tidak Pantas Tapi Dibolehkan Syariat

Dalil ketiga, Doa yang tidak dikabulkan lantaran meminta sesuatu yang dapat menimbulkan dosa dan memutus silaturrahim. Sebagaimana Sabda Rasulullah Saw “Selama dia tidak berdoa dengan dosa dan memutuskan silaturrahim”

Dalil keempat, Ada yang bertanya kepada Ibrahim bin Adham, “Kenapa doa kami tidak dikabulkan?” Dia menjawab, “Karena kalian mengenal Allah namun tidak menaati-Nya, kalian mengenal Rasul namun kalian tidak mengikuti Sunnahnya, kalian mengenal Al Qur’an namun kalian tidak mengamalkannya, kalian makan nikmat-nikmat Allah namun kalian tidak mensyukurinya, kalian mengenal surga namun kalian tidak memintanya, kalian mengenal api neraka namun kalian tidak lari darinya, kalian mengenal syetan namun kalian tidak memeranginya dan malah mengikutinya, kalian mengenal kematian namun kalian tidak bersiap-siap untuknya, kalian menguburkan orang-orang mati namun kalian tidak mengambil pelajaran, kalian tinggalkan aib-aib kalian dan sibuk dengan aib aib orang lain.”

Kelima, ini menurut para ulama Madzhab Maliki berkata: Hendaknya seseorang jangan berdoa, dengan mengatakan “Ya Allah berilah aku jika Engkau mau, ya Allah ampunilah aku jika Engkau mau, Ya Allah sayangilah aku jika Engkau mau.” Tetapi hendaknya dalam semua doanya harus bersih dari kalimat “jika Engkau mau atau berkenan.” Begitu pula meminta sesuatu yang dikiranya Allah tidak akan mengabulkannya kecuali jika Dia menghendakinya. Selain itu, kalimat “jika Engkau mau” merupakan kalimat yang menunjukkan tidak butuhnya terhadap pengetahuan, pemberian, ampunan, dan rahmat Allah.

Baca Juga:  Siapakah Ahli Ibadah yang Rugi? Berikut Penjelasannya

Demikian beberapa dalil mengenai sebab tertolaknya doa kita, semoga bisa menjadi bahan introspeksi diri, Dan yang menjadi point penting bagi kita untuk diketahui ialah apa saja Syarat Syarat doa selain dengan mengamati dalil dalil diatas? Berikut penjelasannya

Sahi bin Abdullah At-Tustari berkata, “Syarat-syarat doa ada tujuh: tadharru (merendahkan diri), takut, harap, konsisten, khusyu’ (tunduk), umum dan makan makanan yang halal.”

Sedangkan dari Ibnu Atha’ berkata, “Sesungguhnya doa memiliki beberapa rukun, sayap, sebab dan waktu. Jika sesuai dengan rukun rukunnya niscaya pasti kuat. Jika sesuai dengan sayap-sayapnya niscaya dapat terbang ke langit. Jika sesuai dengan waktu-waktunya niscaya pasti beruntung. Jika sesuai dengan sebab-sebabnya niscaya pasti berhasil. Rukun-rukun doa adalah hati yang fokus, tenang dan khusyu’. Sayap-sayapnya adalah jujur. Waktu-waktunya adalah waktu sahur dan sebab-sebabnya adalah shalawat kepada Nabi SAW.”

*Sumber: Tafsir Al Qurtubi jilid 2

Rosmawati
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *