Wanita Wajib Tahu! Inilah Sifat Istri yang Menghambat Rezeki Suami

sifat istri yang menghambat rezeki suami

Pecihitam – Rezeki merupakan pemberian yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, ia dapat diraih dengan berusaha dan juga berdoa. Termasuk dalam berumah tangga Istri juga berpengaruh dalam jalanya rezeki seorang suami. Oleh karena itu berhati – hatilah sebagai seorang istri, karena ternyata ada sifat istri yang menghambat rezeki suami.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Rezeki kadang di ibaratkan seperti bayangan diri kita, apabila kita kejar ia kan berlari apa bila kita tinggal pergi ia akan mengikuti. Terdapat beberapa upaya memudahkan penggapaian rezeki antara lain, sedekah, silaturahmi, berdoa dan berbuat baik kepada sesama. Apalagi bagi yang sudah menikah, rezeki semakin mudah untuk didapatkan.

Namun juga terkadang cobaan silih berganti, seperti merasa kekurangan, kesulitan dan kesempitan dalam masalah finansial. Hal itu yang kemudian perlu kita muhasabahkan, apakah memang benar cobaan dari Allah, atau itu merupakan suatu efek dari perbuatan yang kita lakukan.

Ada beberapa hal yang membuat rezeki menyempit, bukan bersumber dari diri kita melainkan dari orang lain, seperti halnya yang dilakukan istri terhadap suami yang membuat rezeki sang suami sebagai pencari nafkah menjadi sempit.

Baca Juga:  Jangan Terlewatkan! Raihlah Keberkahan Waktu Antara Maghrib dan Isya'

Berikut ini adalah beberapa sifat istri yang ternyata dapat menghambat rezeki suami.

1. Durhaka pada suami

Seperti yang telah kita tahu bahwa surga istri terletak pada suami, sedangkan surga suami terletak pada ibunya. Apabila seorang istri sudah tidak lagi menghormati sang suami tidak dipungkiri bahwa di dalam keluarganya akan terjadi kegoncangan. Apabila harmonisasi dikeluarganya sudah tidak ada maka yang dirasakan adalah kesulitan dan kesemitan dalam rezeki.

2. Tidak menyukuri rezeki Allah SWT

Merasa kurang adalah sifat dasar manusia, bahkan orang yang telah kaya rayapun terkadang merasa dirinya masih kurang. Namun hal itu tidak terjadi pada orang yang beriman, mereka akan merasa cukup atas pemberian Allah walaupun sedikit.

Dari rasa syukur itulah yang membuat Allah akan menambah kenikmatan-kenikamtan berupa rezeki dan sebagainya, dalam Al Qur’an telah ditegaskan bahwa siapa yang bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat-Nya.

Baca Juga:  Indonesia Sebagai Negeri Islam dalam Kajian Fiqih

           وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim : 7)

Dari bersyukurnya seorang istri terhadap apa yang diberikan oleh suami itu akan menambahkan keberkahan dalam keluarganya. Dan juga menambahkan rezeki dari Allah, apabila istri tidak mau bersyukur maka kesempitan yang ia dapatkan.

3. Merasa berat untuk bersedekah

Rezeki diistilahkan seperti air yang berada dalam gelas, ketika gelas itu sudah penuh tidak mungkin akan di isi air lagi. Seperti itulah gambarannya apabila rezeki yang kita dapatkan tidak kita gunakan untuk bersedekah maka Allah tidak akan menambahkan rezeki kepada kita yaitu berupa rezeki yang mengandung keberkahan.

Bersedekah sangat ditekankan dalam ajaran islam Allah berfirman;

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Baca Juga:  Orang yang Beruntung Menurut Al Quran, Siapa Sajakah Mereka?

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS Al Hadid : 18)

4. Melalaikan kewajiban dalam beribadah

Seperti yang telah kita istilahkan di atas bahwa rezeki seperti bayangan, ketika kita mengejar rezeki maka ia akan berlari menjauh, ketika kita pergi meninggalkannya ia akan selalu mengikuti.

Maka dari itu kejarlah akhirat maka dunia akan mengikuti. Karenanya didalam keluarga yang diberkahi oleh Allah merupakan keluarga yang senantiasa menjaga ketaatan kepada-Nya.

Terlebih istri yang taat dan mau mendoakan sang suami ini akan sangat memperlancar rezeki keluarganya. Sebab doa istri bermanfaat bagi suami, namun apabila ia tidak mau menjalankan ketaatan dan enggan untuk berdoa, berisiaplah keberkahan dalam keluarganya akan hilang.

Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat